THE NANNY ( Pengasuh )

THE NANNY ( Pengasuh )
Insiden Makan Malam 2


__ADS_3

Selesai makan kami bertiga keluar dari resto tersebut, dan tak terduga kami berpapasan dengan pasangan Aji dan Clarisa dan dapat aku lihat dengan jelas bahwa mereka lebih terkejut saat melihat kami.


Arsen sayang kata Clarisa kepada anak nya yang sedang dalam gendongan bang Arsen.


Tapi Putra tidak menunjukkan ekspresi senang saat berjumpa dengan ibu kandung nya, justru dia cenderung diam dan malah menengggelamkan wajahnya di leher bang Arsen.


satu kata yang aku ucapkan dalam hatiku ketika melihat pemandangan tersebut "ironis", seorang ibu ditolak dan dilupakan oleh anaknya sendiri.


Bahkan aku juga menangkap raut muka yang tidak senang akan keberadaan kami, ya wajah Aji menunjuk kan ekspresi yang penuh ketidaksukaan.


Aji langsung menggandeng tangan Clarisa tanpa mengucapkan sepatah kata pun dan seperti kerbau dicucuk hidungnya Clarisa pun mengikuti langkah Aji tanpa berpamitan pada anak dana suaminya.


Tak ada penyesalan dan sungkan di wajah seorang Clarisa.


Kami pun keluar dari resto tersebut aku berjalan dengan santai menuju ke arah mobil, tetapi tidak buat bang Arsen, aku melihat dia menahan amarah yang besar melihat istrinya berkhianat didepan matanya apalagi ada Putra didepan mereka.


Sungguh kejadian tadi seperti tayangan sinetron bagiku dengan judul : Ketahuan Selingkuh ๐Ÿคญ, aku tersenyum getir melihat kondisi RT bang Arsen.


Kami masuk ke dalam mobil, dan sekilas aku melihat ada seseorang didalam mobil yang lain memperhatikan kami dan aku pura - putar dak melihat nya.


Bang tolong Putra di pangku dengan dibalikkan badannya menghadap ke arah bang Arsen kataku menjelaskan.


Memang nya kenapa Net,


Akan ada Insiden malam ini bang, siapkan diri Abang dan peluk Putra dengan erat kataku sambil memasang seatbelt atau sabuk pengaman.


( Sabuk pengaman adalah sebuah alat yang dirancang untuk menahan seorang penumpang mobil atau kendaraan lainnya agar tetap di tempat apabila terjadi tabrakan, atau, yang lebih lazim terjadi, bila kendaraan itu berhenti mendadak ).


Apa ada hal yang tidak aku ketahui Net, tanya bang Arsen dengan ekspresi wajah tegang.


Banyak bang sahutku sambil melakukan mobilku dan aku langsung memasang earphone dan menghubungi seseorang,


Jer, ready.... kataku tegas.


Yes ready Net and becareful, kata Jery.


Net Miki dan Miko sudah ready mengikutimu, dan kamu bisa lihat dilayar monitor mobilmu bahwa pergerakan mobil dengan warna biru adalah miliki Miki dan Miko sedangkan mobil dengan warna merah milik penguntit kata Jery menjelaskan.


Ok, aku paham.


Bang apapun yang terjadi jangan keluar dari mobil, sekalipun ada tembakan Abang jangan takut body dan kaca mobilku sudah didesain anti peluru kecuali tidak Anto rudal kataku sambil sedikit membuat joke agar bang Arsen tidak tegang.


Iya Net,


Tugas bang Arsen hanya satu memeluk dan menenangkan Putra,


Baik Net,


Hei sayang, lihat bunda kataku kepada Putra.


Bunda.....


Mau jadi jagoan malam ini, kataku sambil tersenyum.


Au bunda, sahut Putra pendek dan sepertinya dia ikut merasakan aura ketegangan Daddy nya.


Kalau mau jadi jagoan tidak boleh takut dan harus berani, Ok.....


Iya bun,

__ADS_1


Anak pintar kataku sambil mengelus kepala nya dengan pelan.


Net, stand by dan perhatikan pergerakan mobil dilayar monitor mu, sepertinya mereka melakukan pergerakan dengan memepet mobilmu dari dua sisi.... kata Jery.


Ok siap Jer,


Aku buka dua sisi Lumi nya sekarang, kataku


( Lumi : Lubang Amunisi ).


Bang siap ya,


tolong tutup telinga Putra pake earplug ini bang kataku sambil menyerahkan earplug kepada bang Arsen.


Cit..... cit..... brak.....


( suara mobil yang saling berbenturan )


Aku mengendalikan laju mobilku yang sudah dihantam dari dua sisi,


masih bisa kuasai kondisi ini dan tunggu kejutan dari ku gumamku.


Aku kemudian menekan tombol no. 4 dan dengan cepat aku mulai memuntahkan amunisi di kedua sisi mobilku ....


Dua mobil itu masih tetap melajukan mobil mereka dengan terus menyejajarkan dengan laju mobilku dan dari sisi kanan ku aku melihat kaca mobil mereka dibuka dan keluar moncong senapan ke arah ku, dan


Tret....tret.....dor....dor....


Suara tembakan terus mengarah kepada ku tetapi peluru - peluru itu tidak bisa menjamah body mobil ku apalagi mengenai tubuhku karena body dan kaca mobilku yang anti peluru.


Aku menekan lagi tombol no 4 dan kali ini benar - benar mengenai kedua mobil tersebut hingga kedua nya tetapi dak bisa lagi mengejar laju mobilku karena ban mobil mereka kempes karena peluru dariku, terlebih salah satu dari mereka yang tadi menembaki mobilku juga terkena tembakan.


Cit.....cit.... aku mengerem mobilku karena melihat dari monitor tidak ada lagi dua mobil tadi yang mengikuti ku.


Siap Ndan,


Akupun memutar balik dan melajukan mobilku ke posisi kejadian.


Bang, jangan keluar kataku tegas kepada bang Arsen.


Iya Net, jawab bang Arsen dengan nada sedikit takut.


Aku keluar dan melangkah menuju ke arah Miki dan Miko yang sedang menodongkan senjata mereka kepada para tersangka.


Mik, borgol mereka dan bawa langsung ke Markas Kepolisian, biar nanti aku yang menghubungi Jenderal Bayu untuk memproses mereka kataku.


Siap Net, kata mereka berdua sambil memborgol.mereka dan menyeret mereka ke dalam mobil Miki dan Miko.


Jer, kirim orang untuk membersihkan TKP dan jangan lupa seperti biasa ambil barang bukti dan simpan sebagai pelengkap kataku kepada Jery.


Ok Net,


Insiden malam ini clear kara Jery.


Tx .... jawabku singkat sambil melangkah kembali ke mobilku.


Aku membuka pintu mobil dan masuk kedalam sambil melihat ke arah bang Arsen,


Tenang bang, sudah aman kataku.

__ADS_1


Bang..... bagaimana pengalaman pertama.menjadi jagoan kataku sambil tersenyum kepada bang Arsen yang masih dengan wajah tegang nya.


Kamu Net, orang lagi shock kamu malah santai tambah senyum - senyum lagi, kata bang Arsen.


Maaf bang, lha memang begini ini kalau lagi dilapangan kataku.


Malam X, kataku kepada Angel X


Hei ...apa kabar mu Janeta ku..... sahut Angel


Halah, alay lu.....


X tolong kamu hubungi Jenderal Bayu minta tolong kepada beliau untuk menerima dan memproses beberapa tikus yang aku kirim malam ini ke Markas Kepolisian kataku,


Ok,


Sukses dan jaga diri kamu kata Angel menutup pembicaraan kami.


Bang kita pulang ya kataku memecah lamunan bang Arsen.


Kamu harus menjelaskan semua nya Net, kata bang Arsen penasaran dengan Insiden malam ini.


Siap bos sahutku sambil terkekeh agar suasana tidak tegang batinku.


Putra tidur ya bang, kataku sambil menyetir.


Iya, syukur dia tidak melihat kejadian tadi,


Dia anak yang kuat bang jadi jangan terlalu cemas kataku,


kamu pikir aku tidak kuat begitu ....


Ha..ha... Abang lihat sendiri dong, sindirku


Awas kamu Net, kata bang Arsen geram karena aku goda.


Ampun bang, gak lagi sahutku becanda.


Aku melirik kearah bang Arsen....kulihat dia menghembuskan nafas dengan berat, aku tahu ini pengalaman pertama buat dia melihat baku tembak didepan matanya.


Kamu ya Net gak ada takut - takutnya, aku saja yang cowok keder melihat insiden tadi kata bang Arsen.


Sudah kerjaan ku bang,


bahkan sudah menjadi makanan harian ku, sahutku.


Net, tx ya......


kata bang Arsen dengan wajah sendunya.


ehm.... sahutku singkat, sambil fokus ke arah depan.


Di sebuah rumah, ๐Ÿ 


Bruak...... !!!


Apa gagal teriaknya sambil menggebrak meja,


Kalian memang tidak becus .... katanya dengan penuh amarah.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE


YA SAY ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2