
Hallo, kalian harus siap di lokasi jam 20.00 on time, kata seseorang kepada Jery.
Ok, tapi sebelumnya kami harus ketemu dengan tuan Aji dulu untuk menyelesaikan surat perjanjian yang sudah kami sepakati,
Ok..ok...tuan Aji juga sudah bilang ke aku untuk ketemu kalian dulu sebelum tanding,
klik..... sambungan dimatikan.
Net, kamu sudah siap kan...
Iya, jemput aku di rumah bang Arsen ya....
Ok akan akan jemput kamu jam 18.00,
Siapa saja yang ikut,
Aku dan Billy,
Ok, sampai nanti ya...bye
Klik, sambungan dimatikan.
---------- ๐ฎ
Net, maaf ya.... beberapa hari kamu tidak ada di rumah ini Putra mencari kamu seperti anak ayam kehilangan induknya, sampai - sampai tidurpun memanggil kamu, kata bang Arsen menjelaskan nya kepada ku.
jadi aku terpaksa menelpon kamu untuk datang, maaf ya Net kata bang Arsen dengan sendu.
Aku mendekati Putra yang tertidur karena selesai minum obat penurun panas,
ya sejak aku ada di tempat pelatihan, aku memang tidak menengok dan tidak menghubungi Putra karena fokus latihan dan dia terus mencari ku alhasil dua hari ini dia demam karena menginginkan ketemu dengan ku.
Aku membaringkan tubuhku disebelah Putra dan memeluk nya pelan agar tidak menggangu nya,
Cepat sembuh kesayangan bunda,
kesayangan bunda harus kuat, bisikku
Dan dia seakan terusik dengan bisikkan ku,
Bunda,......
hiks...hiks.....tenapa ( kenapa ) bunda pelgi ( pergi ) Putla tangen ( Putra kangen ), katanya sambil menenggelamkan wajahnya didadaku,
Maaf bunda ada urusan kerjaan sayang,
Putra harus kuat kalau tidak ada bunda Putra tidak boleh sakit ya kataku pelan sambil mencium puncak kepalanya.
Iya bunda, sahutnya pelan
Janji ya sama bunda,
__ADS_1
Ehm....jawab Putra sambil mengangguk kan kepalanya.
Anak pintar, sahutku yang masih memeluk nya, dan memberikan rasa sayang dan kangen ku pada pria kecilku ini.
Aku masih punya waktu untuk bersama pria kecil ku ini, batinku.
Tx ya Net, kata seseorang yang ada disebelahku....
Aku menoleh sebentar dan aku melihat bang Arsen sedang duduk dipinggir tempat tidur, aku tersenyum menjawab ucapan terima kasih nya.
Aku sudah pernah bilang sama kamu kan Net, bagaimana jadinya nanti kalau kamu sudah tidak lagi menjaga Putra, seandainya tugas kamu sudah selesai..... tanya bang Arsen.
Aku hanya diam tidak menjawab pertanyaan bang Arsen yang saat ini bagiku itu adalah pertanyaan yang menohok ku,
Kamu mau pergi lagi Net, kata bang Arsen
Iya bang, hari ini acaranya sahutku....
Nanti Jery yang akan jemput aku disini, sahutku pelan takut membangun kan putra.
Sambil aku merenggangkan pelukanku dan duduk menyandar,
Titip Putra bang sahutku sambil menatap nya, aku tidak tahu kapan akan pulang.....
jaga diri bang Arsen baik - baik ya, kataku pelan
Net kamu bicara apa, kata bang Arsen sedikit marah....
Kami berdua diam hanya tatapan mata kami yang berbicara seolah mengatakan "jangan pergi tetaplah disini"....
Aku merasakan tanganku dipegang oleh bang Arsen, dan menciumnya.... aku hanya bisa tersenyum melihat sikap bang Arsen yang seakan enggan untuk ditinggal.
Bang.....
Aku tidak melihat bang Arsen menanggapi panggilanku, dia masih tenggelam dalam lamunan nya yang terus memegang dan mencium tangan ku,
aku menarik salah satu tanganku dan aku gunakan untuk mengelus kepala bang Arsen yang sudah menelusup di pangkuanku,
Bang, aku baru bilang sama Putra kalau dia harus jadi anak yang kuat, sekalipun aku tidak ada di sampingnya, kenapa sekarang bang Arsen yang seperti ini...
Aku jadi berat mau berangkat bang.....
Bang Arsen masih tetap tidak bergeming, dia seakan enggan untuk berpisah,
Aku sebenarnya juga tidak mau pamit,. tapi karena aku harus menjenguk Putra akhirnya aku sekalian pamit, aku tidak tahu apakah misi ku kali ini bisa aku lewati atau aku yang harus selesai sampai disini, batinku.
Tiba - tiba bang Arsen bangun dan langsung mencium ku dengan sedikit kasar, seakan ingin melampiaskan rasa kecewa dihatinya, untuk kali ini aku tidak menolak ciumannya, aku biar kan apa yang dimau bang Arsen.
Barangkali ini ciuman terakhir kami .... batinku pilu.
Aku menikmati apa yang menjadi luapan hati bang Arsen, kami terpejam seakan waktu dan suasana berkompromi dengan apa yang kami lakukan saat ini, tidak bisa aku hindari perasaan kami yang saling menuntut untuk dipuaskan.....
__ADS_1
Akankah ini menjadi kenangan terakhir bagi kami, aku tidak bisa memberikan jawaban... aku akan mengikuti kemana alur hidupku mengalir, seandainya rasa ini menjadi yang terakhir yang kami nikmati maka aku akan menerima nya dengan ikhlas.
Aku hanya bisa berdoa "ya Tuhan jagailah mereka berdua dan kuatkan lah mereka kedepannya"
Tak terasa air mataku menetes disela - sela ciuman kami, dan aku segera menghapus agar tidak terlihat oleh bang Arsen yang masih memejamkan mata nya,
....agh....ehm...........agh....
Bahkan aku bisa merasakan tangan bang Arsen menuntut lebih dengan menelusup kan tangan kekarnya kedalam bajuku, mengelus dan meraba setiap centi dari kulit tubuhku, aku merasakan sensasi yang belum pernah aku rasakan selama ini dan itu makin membuat badanku panas....
Bang Arsen mengurai aktivitas kami dengan menyatukan kening kami, dan sesekali mencium bibir ku sekilas.
Abang tidak mau kamu bicara seolah - olah ini adalah pertemuan kita yang terakhir,
abang tahu resikonya ketika memilih mu, kalau abang egois abang tidak kan mengijinkanmu pergi, kata bang Arsen yang masih menautkan kening kami.
Abang akan berdoa kamu pulang kembali kepada kami dengan selamat, dan abang akan menepati janji abang untuk memenuhi semua syarat mu jadi berjanjilah untuk pulang kata bang Arsen sambil mencium ku sekilas,
Aku hanya mengangguk untuk menjawab semua perkataan bang Arsen.
Sedalam inikah aku melibatkan perasaan dan hatiku pada pria di depanku ini.
Bertahun-tahun aku menjadi agen baru kali ini aku menjalankan tugasku dengan melibatkan perasaan ku.
I LOVE You Net..... bisik bang Arsen ditelinga ku, ingat aku dan Putra menunggu mu pulang.
Bang....panggilku pelan dan sendu,
Peluk Janeta bang pintaku....
Aku merasakan pelukan hangat dari seorang pria yang aku cintai, aku melabuhkan hatiku di dermaga cintanya.
sesekali dia mencium keningku......
Kami yang ada di rumah ini menanti kan mu pulang dan kami menyayangimu kata bang Arsen pelan.
Abang tidak tahu seberapa beratnya tugasmu kali ini tapi abang minta jaga dirimu dan berjuanglah katanya sambil memberi semangat kepada ku.
Iya bang, terima kasih sahutku.
Hapus air matamu dan abang tidak menerima kamu pamit seperti ini, kata bang Arsen sambil menangkupkan kedua tangannya di wajahku.
Ayo senyum..... kata bang Arsen yang sudah lebih dahulu memberiku senyuman manisnya dan akupun membalas dengan tersenyum kepadanya.
Wanita abang harus kuat.....
Wanita abang pasti bisa.... kata bang Arsen memberikan semangat kepadaku.
tx bang, ....
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE
__ADS_1
YA SAY ๐๐๐๐๐