
Suasana arena kombat benar - benar mencekam, langkah kaki Janeta menjadi penentu hidup matinya petarung andalan Kombat Fighter, .....
Semua mata mengarah kepada dua wanita didalam ring kombat yang tertutup dengan rangkaian besi yang tinggi,
Tiba - tiba tangan Janeta mengangkat dan memapah Engeline, untuk di bawa keluar arena ring.
Engeline pun tidak menyangka bahwa Janeta akan menolongnya bukan menghabisinya sesuai dengan peraturan Kombat fighter.
Belum sampai mereka di pintu besi arena, tiba - tiba,
BERHENTI..... !!!!
Kalian berdua jangan bergerak dan cepat selesai kan permainan kalian, teriak seseorang dengan nada tinggi yang membuat suasana menjadi lebih mencekam karena yang berteriak adalah Aji.
Dengan tidak takut akan ancaman dan teriakan Aji, Janeta tetap memapah Engeline sekalipun harus dengan jalan perlahan karena kondisi Engeline yang sudah tidak memiliki kekuatan lagi karena tulang pahanya yang patah.
SAYA KATAKAN BERHENTI !!!!
KALAU TIDAK MENYELESAIKAN PERTARUNGAN KALIAN, SAYA YANG AKAN MENGEKSEKUSI KALIAN, teriak Aji.....
Masih dengan kenekatan Janeta tetap melanjutkan memapah Engeline, dan terdengar suara.....
DOR.....
agh.....
bugh.....
Janet...... teriak Jery dan Billy yang melihat Janeta tertembak karena melindungi Engeline dari muntahan peluru pistol milik Aji,
Janet.....bangun......Janet..... teriak Engeline sambil merangkak kearah Janeta yang sudah ambruk karena peluru yang menembus dadanya, darah sudah mengalir banyak dari area dada Janeta dan itu makin membuat semua orang yang ada di ruangan itu tercengang dan berhamburan.....
BERHENTI..... ANGKAT TANGAN.... !!!
Pasukan Elit Kepolisian menyergap semua orang yang ada di ruangan itu,
Semua panik dan ingin menyelamatkan diri dan tiba - tiba ...
Dor..... Tiarap semua teriak salah satu anggota elit kepolisian kepada semua orang,
akhirnya dengan rasa takut semua orang yang ada di ruangan meniarapkan diri.
Billy bawa Janeta ke Klinik pribadi milik Safety X, kata Jery.... aku akan menyelesaikan urusan dengan Aji kata Jery.
Ok, siap
Billy berlari kedalam arena dan mengangkat tubuh Janeta dan membopongnya keluar ruangan diikuti salah satu anggota elit yang juga membopong tubuh Engeline,
keduanya langsung dibawa ke Klinik pribadi Safety X dengan ambulance yang sudah distand by kan oleh pasukan elit sebelum penggrebekan.
Jery masih menelisik kan pandangan nya keseluruh penjuru mencari keberadaan Aji,
Ndan, sepertinya ada pintu rahasia di ruangan ini sehingga Aji tidak kelihatan.lagi kata Jery kepada komandan Garuda.
iya betul,
hei..kamu teriak komandan Garuda kepada anak buahnya.
siap komandan....
Teliti setiap sisi ruangan ini dan temukan pintu rahasia kata komandan Garuda.
__ADS_1
Siap,.... laksanakan.
Setelah menunggu sambil melihat para penonton digiring keluar oleh para pasukan elit, tidak berapa lama mereka mendapatkan laporan kalau ada pintu dibawah podium ring yang ternyata ada tangga ke bawah.
Jery, komandan Garuda dan beberapa pasukan elit mengikuti jalan rahasia tersebut sampai akhirnya mereka berada disebuah ruangan yang cukup mewah yang adalah ruangan tempat pertemuan Aji dengan Jery, Billy dan Janeta sebelum bertarung.
Ternyata ruangan tersebut sudah kosong dan dengan segera kami berlari mengejar keberadaan Aji dan antek - anteknya, dan beberapa masih tinggal diruangan tersebut untuk mencari beberapa barang bukti.
Hallo Mel, tolong lacak keberadaan Aji kata Jery kepada Mella agen bagian IT dimarkas Safety X.
Ok siap Jer,
Tidak berapa lama ketika aku dan Komandan Garuda juga pasukan elit meluncur dijalan,
Hallo Jer,
posisi Aji sekarang ada di daerah Perumahan Cempaka Putih, kata Mella.
Ok, tx Mel
Ndan, Aji dan antek - anteknya menuju ke Cempaka Putih kataku tegas kepada komandan Garuda.
Ok, sekarang kita kesana,
siap....
semua meluncur ke Cempaka Putih kataku di radio panggilan kepada mobil satunya,
kami mengarahkan laju kendaraan kami kearah perumahan Cempaka Putih yang merupakan tempat tinggal Aji.
SKIP ๐ฎ
Semua keposisi masing-masing kata komandan Garuda kepada pasukannya,
Ayo Jer, kita masuk lewat pintu utama kata komandan Garuda kepadaku, dan didepan kami sudah ada dua orang anggota elit yang membuka jalan buat kami berdua setelah kami keluar dari mobil.
Kami semua mengendap - endap dan aku melihat beberapa pasukan elit sudah melumpuhkan anak buah Aji yang ada di pintu gerbang dan di beberapa titik di sekitar rumah, kemudian oleh arahan pasukan elit ( memberi tanda aman ) mempersilahkan kami berdua masuk dengan perlahan ke arah pintu utama rumah Aji.
Salah satu anggota elit langsung mendobrak pintu utama,
Angkat tangan tempat ini sudah dikepung ....!!
Tetapi baru saja selesai mengatakan kalimat itu, ada serangan ke arah kami...
Dor....dor...dor....
Aku dan Komandan Garuda segera bersembunyi dibalik pintu yang mengarah keluar, tetapi salah satu anggota yang mendobrak pertama kali terkena peluru pada bagian kakinya, sehingga dengan refleks aku keluar dari balik pintu dan menariknya keluar agar tidak terkena terjangan peluru lagi.
Akh.....
Hei, bawa ke mobil kataku kepada salah satu anggota,
siap....
Aku menarik pistolku yang aku sembunyikan dibelakang bajuku, dan mengokangnya dengan cepat dan dengan menelisik ke dalam rumah aku dan beberapa pasukan elit masuk dengan memberondongkan peluru kami ke arah dalam rumah.
Dret.....dret.....
dor...dor....dor....
sambil menembak kami masuk dengan cara berguling dan mencari posisi yang aman dari balasan peluru pihak lawan.
__ADS_1
Aku bersembunyi di belakang sofa besar, dan aku memperhatikan ada kira - kira 6 orang yang bisa aku lihat, tapi dari 6 orang itu tidak ada wajah Aji,
Aku perhatikan dengan tajam posisi orangnya Aji yang berada di belakang pilar atas, begitu dia memunculkan setengah badannya aku langsung memuntahkan peluruku dan,
Dor....
Akh.....
Tumbang 1,
Dan belum selesai aku bernafas sudah ada suara tembakan,
Dor, .....
Akh...... ...
Tumbang 2, ternyata salah satu pasukan elit sudah menembak seseorang dari balik pintu yang baru saja dibuka,
Aku mengarahkan pistolku ke arah seseorang,
Dor.....,
akh......
Tumbang 3, batinku
Bugh....
bugh.....
krak.....
akh....... teriak orangnya Aji yang sudah dilumpuhkan oleh salah satu pasukan elit dengan tendangan dan mematahkan salah satu lengan orang itu, kemudian memborgol nya.
Tumbang 4,
Letakkan senjata kalian dan menyerahlah kata salah satu orang yang sedang mengarahkan pistolnya dikening salah satu pasukan elit yang sudah ditangkap oleh dua orang,
Semua pasukan elit memperlihatkan dirinya tetapi tidak denganku, aku masih diam dibelakang sofa,
Aku memberi kode kepada salah satu pasukan elit yang masih bisa melihat posisiku, dan dengan gerakan cepat aku memuntahkan peluruku ke arah orang yang menodongkan pistolnya kepada salah satu pasukan elit dan kena bahu kanannya yang memegang pistol,
Dor....
Akh......
Dan salah satu pasukan elit yang aku kasih kode melumpuhkan orang nya Aji yang satunya lagi, dan memborgolnya.
Begitu juga dengan orang yang aku tembak bahunya tadi oleh pasukan elit juga di borgol.
tumbang 5, 6 ....
Clear batinku.
Tapi belum termasuk Aji.....
Akankah Aji ada didalam rumah itu.....
Ataukah Aji sudah sudah melarikan diri....
Next episode ya, TBC....
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE
YA SAY ๐๐๐๐๐