
Hallo Net,
Iya Jer, bagaimana apa ada informasi baru yang kamu dapatkan, kataku kepada Jery.
Iya Net, informasi spektakuler,
bahkan kamu mungkin tidak menduganya,
ceritakan Jer,
Ok.....
Mobil putih yang diseberang rumah tuan Arsenio dengan mobil putih yang dibawa nyonya Clarisa pemiliknya satu nama dan dia adalah tuan Aji Danutirta bos Properti kota J kata Jery,
dan yang lebih mengejutkan adalah Nyonya Clarisa merupakan wanita pemuas S** tuan Aji, sebenarnya sama - sama saling membutuhkan dan hubungan terlarang mereka sudah berjalan hampir 1 tahun ini.
Semua kebutuhan dan keperluan nyonya Clarisa di cover oleh tuan Aji.
Net, kamu masih disitu..
Iya lanjutkan Jer,
Ok....
Tapi kecurigaan terbesarku mengarah pada tuan Aji, sebab perusahaan ayahnya nyonya Clarisa sudah Colaps 1 tahun ini akibat scandal yang dilakukan nyonya Clarisa yang menjalin hubungan terlarang dengn tuan Aji.
Sehingga membuat Tuan Aji mengancam Nyonya Clarisa kalau dia tidak menyuntikkan dana kepada perusahaan tuan Aji maka tuan Aji akan menyebarkan scandal tersebut dan hal tersebut bisa mencoreng nama baik nyonya Clarisa dalam dunia ke artisan dan juga bisa membuat saham perusahaan ayahnya nyonya Clarisa jatuh.
Untuk melindungi perusahaan itu nyonya Clarisa dan ayahnya bersedia menyuntikkan dana dan nyonya Clarisa terus melanjutkan hubungan terlarang dengan tuan Aji, sesuai permintaan tuan Aji sampai tuan Aji puas atas tubuh nyonya Clarisa.
Dan untuk menyempurnakan rencananya menguasai perusahaan tersebut tuan Aji harus melenyapkan ahli waris dari perusahaan ayahnya Nyonya Clarisa yang tak lain adalah tuan muda Putra.
Makanya dengan segala macam cara tuan Aji akan menyingkirkan tuan muda Putra, dan akan membuat nyonya Clarisa hamil agar anak mereka lah yang nanti akan menjadi ahli waris perusahaan tersebut.
Bagaimana Net,
Apakah informasi yang aku dapatkan sudah membuat mu puas...
Ingat Net, jangan remehkan keahlian ku memecahkan teka teki ini kata Jery bangga.
Iya kamu memang yang terbaik, kata ku memuji Jery.
Tx ya Jer, selesai misi ini aku akan traktir kamu sepuasnya kataku.
Aku tunggu waktu itu, dan kamu akan menyesal sudah menawari traktiran kepada ku, kata Jery.
Ha....ha.... siap pak Jery, sahutku sambil tertawa.
Selamat berjuang Net, aku akan terus memantau.... bye.
Aku mengakhiri pembicaraan dengan Jery.
__ADS_1
Aku menyandar kan tubuhku dikursi dan menghembuskan nafas berat ku, karena tidak menyangka bahwa permasalahan ini sangat rumit dan hatiku juga bergejolak karena memendam amarah, bagaimana bisa demi pengakuan dan keserakahan mereka mau mengorbankan seorang anak kecil yang tidak tahu permasalahan orang dewasa, batinku geram.
Bagaimana pun caranya aku akan melindungi Putra sekalipun nyawaku yang menjadi taruhannya kataku pelan.
Aku juga masih bingung bagaimana cara menyampaikan masalah ini kepada bang Arsen, aku takut kalau aku menyampaikan informasi ini justru membuat bang Arsen emosi dan mengambil langkah yang akan merugikan rencanaku, tapi kalau tidak aku sampaikan aku juga menyalahi aturan kontrak yang sudah disepakati bersama antara bang Arsen dan safety X dan lebih parahnya lagi aku akan menerima sangsi disiplin dari Safety X.
Akh...... aku mengerang karena amarah kepada mereka.
Aku harus mencari waktu yang tepat untuk menyampaikan kepada bang Arsen, batinku.
Perlahan aku berdiri dan duduk ditepi tempat tidur melihat Putra yang tengah tertidur lelap,
aku tersenyum melihatnya.....
Andai dia anakku aku akan menjadi ibu yang paling bahagia karena ada seorang malaikat yang Tuhan kasih dalam hidup ku.
Informasi yang aku terima dari Jery akan aku sempurnakan dengan rencanaku, aku akan melindungi Putra dan kebahagiaan keluarga ini, dan aku akan menghabisi siapapun yang mengancam nyawa Putra.
Perlahan aku membaringkan tubuhku dan memeluk erat tubuh mungil yang ada di sebelahku, aku menciumi kepalanya dan keningnya, dan perlahan aku mengucapkan kata doa untuk malaikat yang aku peluk ini,
"Tuhan lindungilah anak ini, dan bantu aku untuk menyelesaikan semua permasalahan ini, amin."
Aku pejamkan mataku menyesuaikan dengan Putra yang sudah masuk alam mimpi.
๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ
Arsenio POV
Aku keluar dari mobil dan menuju ke dalam rumah, ku melewati kamar Putra, tapi aku ragu untuk membuka nya dan aku putuskan untuk melewati nya dan melangkah menuju ke kamar ku.
masih mengenakan pakaian kantor aku hempaskan tubuhku diatas tempat tidur dan meregangkan otot-otot tubuhku yang terasa kaku.
Mau sampai kapan aku membiarkan masalah RT seperti ini terus, aku harus mengambil keputusan besar untuk menyudahi semuanya ini, aku butuh bahagia dan terlebih Putra juga butuh figur ibu.
Aku memikirkan informasi yang aku dapat dari sahabatku " Dicky " dia menceritakan apa yang dia lihat di resto Cempaka tadi siang ketika dia bersama dengan klien dan tanpa sengaja dia juga melihat Clarisa bersama dengan seorang pengusaha yaitu Aji.
Dicky cerita kalau sesekali Aji menunjukan sikap mesranya dengan Clarisa dengan mencium Clarisa dan itu dilihat oleh pengunjung resto, tanpa malu mereka mulai mengikrarkan hubungan terlarang mereka dan mengibarkan bendera peperangan dengan ku.
Dicky memberikan masukan kepada ku untuk mempertimbangkan hubungan ku dengan Clarisa agar disudahi saja, dia tidak tega melihat ku di khianati seperti ini, apalagi ada Putra yang harusnya mendapatkan kasih sayang seorang ibu tapi justru ibunya memiliki attitude yang tidak bagus.
Menurut Dicky itu akan mempengaruhi psikis Putra dikemudian hari ketika dia melihat bahwa ibunya melakukan scandal dan memberikan contoh buruk.
Aku pusing memikirkan semua ini,
Agh..... aku meremas rambutku dan mengerang frustrasi.
Sambil duduk aku membuka kancing bajuku dan semua pakaian ku, aku seperti orang yang tidak memiliki tenaga, melangkah ke arah kamar mandi tanpa daya .... karena rasa lelah hati yang aku alami.
Tubuhku menerima guyuran air dishower dan perlahan aku sandarkan tubuhku di dinding, aku hanya bisa memejamkan mata dan meratapi perjalanan hidupku yang penuh onak dan duri.
"Oh..... Tuhan beri aku kekuatan untuk menghadapi dan menjalani semua proses hidup yang Engkau ijinkan terjadi dalam hidupku ini."
__ADS_1
Dalam hatiku kupanjatkan doa tanda aku sudah menyerah atas daya dan upaya yang sudah aku lakukan, aku butuh pertolongan dari yang Kuasa, seperti saran Janeta ( berdoa ).
Aku melangkah keluar dari kamar mandi dan mengenakan training dan kaos putih, aku keluar kearah dapur.....
Aku duduk dan mengarahkan pandangan ku ke arah Aquarium di depan jendela.
Aku membayangkan betapa senangnya ikan - ikan itu bisa berenang tanpa ada gangguan dan masalah, bahkan sesekali mereka berkejaran satu dengan yang lain menunjukkan expresi kebahagiaan.
Betapa ironisnya kehidupanku ini, apakah lebih berharga ikan daripada diriku, batinku.
ditengah lamunanku aku mendengar langkah kaki seseorang menuju ke arah dapur,
Bang, ...... belum tidur...
Hai Net,
belum bisa tidur kataku
Apa ada masalah bang, kata Janeta.
Banyak Net..... kataku singkat sambil tersenyum ke arah nya,
Mau Janeta buatkan minuman hangat bang, tawarnya kepadaku.
Yang aku butuhkan bukan minuman hangat tapi pelukan hangat kataku bercanda,
Apa sih bang, gak jelas banget.....
Aku buatin wedang jahe ya bang,
Boleh, tx ya....
Aku memperhatikan setiap gerakan Janeta di dapur, ada perasaan hangat dalam hatiku saat melihatnya memberikan perhatian kepadaku.
Andai wanita didepan ku ini adalah ibu dari Putra ku alangkah sempurna nya hidupku,
Andai wanita didepan ku ini bertemu dengan ku beberapa tahun yang lalu mungkin aku tidak akan seperti sekarang ini,
Andai wanita yang ada di depan ku ini adalah tau di rumah ini alangkah bahagianya aku,
banyak andai - andai yang muncul di pikiranku.... mengenai Janeta.
Tapi rasanya aku tak bisa menyentuh nya.....
suatu kemustahilan.......
end POV
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE
YA SAY ๐๐๐๐๐
__ADS_1