
Janeta POV
Aku sudah meluncur ke alamat yang diberikan X kepadaku, alamat dimana akan Dimulainya Tugas Baru bagiku.
Tidak sulit menemukan rumah yang berada di sebuah perumahan elit di kota J, hunian yang di miliki oleh orang - orang berduit.
Tin....tin.... ( suara klakson mobilku )
Gerbang besar rumah yang dihadapan ku terbuka, dan seorang satpam rumah mempersilahkan mobilku masuk.
Silahkan Bu, sudah ditunggu bapak di dalam kata satpam tersebut, ketika aku baru saja membuka pintu mobilku.
Iya pak, terima kasih kataku sambil keluar dari mobil dan melangkah menuju ke arah pintu masuk rumah besar ini.
Ting....tong..... ( bel rumah ) ๐
Ceklek.....
Silahkan masuk nona, kata maid mengantar ku ke sebuah ruangan besar yang terlihat elegan dan sangat nyaman, aku melihat ada seorang pria sedang duduk sambil memainkan HP nya.
Tuan nona Janeta sudah datang,
Pria itu melihat ke arah suara maid dan otomatis melihatku juga,
Silahkan duduk, kata pria tersebut mempersilahkan ku duduk, aku pun memilih tempat duduk yang bisa langsung berhadapan dengan pria tersebut.
Terima kasih anda sudah mau datang di rumah saya, dan saya berharap anda bisa menjaga dan melindungi putra saya sesuai kesepakatan dengan pihak Safety X, kata pria tersebut.
Baik saya akan melaksanakan tugas sesuai dengan kapasitas saya secara profesional dan mohon ijin saya tidak bisa mengenakan pakaian seragam yang anda minta, karena membuat saya tidak nyaman dalam menjalankan tugas, kata ku tegas
baiklah tidak apa - apa buat diri anda nyaman selama bertugas,
Bik ..... panggil pria tersebut
iya tuan..... kata seorang wanita setengah baya kepada pria tersebut.
tolong panggilkan Arsen dan juga Santi,
Baik tuan,
Sambil menunggu aku masih duduk dengan santai, dan sesekali aku melihat situasi ruang tamu yang besar ini, sambil menyusun rencana dan tindakan ke depan selama berada di rumah ini, batinku.
tiba - tiba datang seorang baby sitter dan seorang anak laki-laki yang sangat imut dan sangat ganteng, aku tersenyum manis menatap anak kecil itu yang tak lain adalah Arsen putra tuan rumah.
Daddy, ...... teriak Arsen sambil berlari kearah tuan Arsenio.
Santi, kenalkan ini bu Janeta yang akan menggantikan tugasmu kata pria tersebut
__ADS_1
Bu, kenalkan saya Santi baby sitter nya tuan muda Arsen, minta tolong sayangi tuan muda Arsen ya Bu, saya harus pulang kampung karena bunda saya sakit dan saya adalah putri satu-satunya..... katanya sedih.
Aku berdiri dan memeluk nya dengan penuh kasih, dan mengelus punggung nya...
Saya akan menjaga tuan muda Arsen dengan nyawa saya, jawabku kepada Santi
Santi sangat senang dengan jawaban dan juga pelukan ku, terbukti dengan senyuman manisnya kepadaku.
Baiklah Arsen sayang kenalkan ini aunty Janeta yang akan menjaga Arsen, kata pak Arsenio kepada putranya.
Ayo kasih salam kepada aunty Janeta....
Perlahan Arsen berdiri dan aku pun berdiri mendekati nya, dan tiba didepannya aku menyejajarkan tinggi ku dihadapan nya dengan berjongkok dan mengarahkan jariku membentuk โค๏ธ ( sarang ) alias sayang, kearah Arsen, dan tidak aku duga dia tertawa dan langsung memelukku sampai aku sedikit terhuyung karena pelukan nya yang sedikit mendorong ku.
Aku pun memeluk nya dan menggendong nya sambil menciumi pipinya yang gembul,
Santi dan pak Arsenio yang melihat kami sangat terkejut, karena Arsen merupakan anak yang tidak mau menerima keberadaan orang asing didekat nya tapi apa yang mereka lihat sekarang merupakan hal yang langka.
Barangkali hanya satu kata yang bisa mengungkapkan penerimaan Arsen terhadap ku, yang nyata - nyata orang asing baginya yaitu : Awesome.....๐ฎ๐ฎ
alsen dak au panggil aunty, alsen mau panggil bunda, katanya dengan nada pelo ( belum jelas karena aksen anak kecil ).
Bunda senang Arsen mau panggil dengan panggilan itu, tapi kenapa Arsen panggil dengan panggilan bunda.... kataku...
Mbak Santi talau panggil ibu nya pake panggilan bunda katanya polos.
SKIP.....๐ฎ
Santi sudah berangkat pulang diantar Pak Teguh, salah satu sopir Tuan Arsenio, dan sekarang aku mempersiapkan diri untuk tugas baru ini.
Kami sudah berada di meja makan untuk makan malam, dan aku duduk disebelah Arsen dan didepan ku sudah anda tuan Arsenio,
Alsen mau dicuap bunda, katanya merajuk kepadaku.
Baik bunda siap menyuapi anak ganteng ini, kata ku sambil menoel pipinya ...dan dia tertawa lucu ...
Tuan Arsenio tersenyum melihat interaksi kami yang sudah sangat akrab seolah - olah kami sudah saling kenal lama, padahal baru hitungan jam.
Aku juga tidak tahu kenapa Arsen sangat nyaman dengan ku, apa karena dia tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ibu batinku.
Tapi toh aku juga senang berada didekat Arsen, sense keibuan ku rasanya muncul dengan cepat ..... โบ๏ธโบ๏ธโบ๏ธ
Selesai menyuapi Arsen, giliran aku mengambil makan tapi belum aku menyendok kan nasi kemulutku Arsen sudah merengek minta di gendong, aku pun meletakkan sendok dan segera mengangkat tubuh nya,
Bunda, katanya merengek kepadaku, dan menenggelamkan kepalanya di ceruk leherku.
Iya bunda disini kataku sambi mengelus kepalanya....
__ADS_1
Alsen ngantuk, katanya....
Ok, kita tidur tapi sebelumnya ganti baju dulu ya....kataku yang di iyakan hanya dengan anggukan kepalanya.
SKIP ๐ฎ
Setelah menidurkan Arsen aku kembali kemeja makan tapi ternyata nasi ku sudah dibereskan sama maid, tak ayal aku pun membuat mie instan dan teh manis.
Aku menikmati mie instan ku dengan tersenyum membayangkan tingkah Arsen yang lucu, belum lama aku menikmati makanan ku,
Baru makan Net....
Eh.... iya pak sahutku...
Maaf ya Net Arsen merepotkan kamu, aku jadi gak enak kamu harus menunda makan mu dan malah hanya makan mie instan saja,
tidak apa - apa pak, santai saja....
bapak belum tidur, tanyaku
belum...aku biasa tidur larut malam, sambil menyelesaikan pekerjaan ku,
Mau saya buatkan kopi pak, sahutku
boleh kalau tidak merepotkan kamu, kata pak Arsenio pelan.
Akupun beranjak dari duduk ku dan membuatkan kopi untuk pak Arsenio.
Sudah berapa lama kamu bergabung dengan Safety X, Net ? tanya pak Arsenio kepada ku.
Maaf pak saya tidak bisa menjawab pertanyaan bapak yang masuk ranah pribadi saya dan agensi kataku tegas.
Maaf..... kata pak Arsenio
ini pak kopinya, kata ku sambil menyodorkan cangkir kopi ke arahnya dan kami pun menikmati minuman kami masing-masing, dengan keheningan.
Aku berharap misi ini bisa Berhasil dan menemukan pelaku penyerangan terhadap Arsen, kata pak Arsenio memecah keheningan.
Amin, saya jamin pasti bisa diatasi pak sahutku meyakinkan nya kepada pak Arsenio.
Pria didepan ku sungguh mencemaskan putranya dan aku bisa memaklumi nya karena Arsen adalah hartanya yang sangat berharga,
Ayah siapa yang tidak memperjuangkan putranya yang sedang dalam ancaman.
setelah kami berbincang sejenak, kami pun menuju kekamar masing-masing.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE
__ADS_1
YA SAYA ๐๐๐