THE NANNY ( Pengasuh )

THE NANNY ( Pengasuh )
Ujian Kesetiaan 1


__ADS_3

Arsenio POV


Saat ini aku dan Darwin sudah berada di kota KL untuk mengadakan kontrak kerja dengan sebuah perusahaan property yang cukup besar di kota ini, Berlian Corp pemiliknya adalah seorang wanita cantik dan tidak sedikit para pengusaha ingin memperistri nya, namanya Berlian Diani, dia seorang janda tanpa anak dengan kekayaan warisan dari mendiang suaminya yang sangat banyak, suaminya meninggal karena serangan jantung berita yang beredar dikalangan pebisnis seperti itu.


Aku sih gak terlalu mempedulikan kabar burung dikalangan pengusaha.


Mega proyek yang akan kami kerjakan adalah sebuah Mall Elit dengan menelan dana yang sangat fantastik.


Kerjasama yang ditawarkan pihak Berlian Corp kepada kami para pengusaha adalah sebagai pihak pengembang dan pemborong dari pembangunan Mall tersebut dan otomatis ada beberapa kompetitor yang bersaing memenangkan tender proyek tersebut dengan berbagai macam cara.


Malam pertama kami di kota KL ini, kami para pengusaha dijamu makan malam di ruang VVIP sebuah resto di salah satu hotel berbintang dikota KL, aku dan Darwin dan juga para pengusaha lain nya sudah duduk manis menunggu ibu Berlian yang masih dalam perjalanan. Aku tidak begitu kenal dengan pengusaha yang diundang malam ini jadi aku dan Darwin lebih memilih meja yang ada di bagian pojok ruangan.


Tetapi dari pengamatan ku aku bisa melihat beberapa pengusaha sudah berbincang dan mengakrabkan satu sama lain.


Tiba - tiba seorang wanita yang sangat anggun dan cantik memasuki ruang VVIP sebuah resto hotel dan semua yang ada di ruangan tersebut berdiri menyambut wanita tersebut, termasuk aku dan Darwin.


Ya, wanita itu adalah ibu Berlian Diani pemilik mega proyek Cakrawala Gemilang.


Dia berjalan dengan sangat anggun dan semua mata memandang nya dengan tatapan kagum dan ingin melahap wanita itu, aku sedikit risih dengan suasana di dalam ruang VVIP ini.


Bos, bu Berlian cantik ya....kata Darwin


Cantik itu relatif dan setiap wanita juga pada dasarnya cantik Win, sahutku


Iya juga sih bos,


Aku melihat bu Berlian sudah berada didepan dan berdiri dengan anggunnya kemudian menyapa kami semua,


Selamat malam semua, terima kasih atas kedatangan dan kehadirannya di tempat ini, malam ini sebagai CEO dari berlian Corp saya menawarkan kerjasama yang menguntungkan dalam Mega proyek Cakrawala Gemilang di kota KL ini, oleh karena itu saya memberikan kesempatan kepada masing-masing bapak - bapak pengusaha disini untuk bertemu dengan saya secara pribadi, dan asisten saya akan mengirimkan email yang berisi undangan pertemuan secara pribadi dengan saya, kata bu Berlian panjang lebar.


Wow..... ada sistem lain bos kata Darwin curiga,


Ehm.... sahutku pendek


Malam ini hanya undangan makan malam saja jadi silahkan nikmati makanan dan acara nya sahut bu Berlian, dan tak lama menu makan sudah mulai dihidangkan dimeja kami masing-masing.


Bos, email sudah masuk kata Darwin sambil menggeser kan laptop nya ke arahku dan akupun segera membacanya dan memperhatikan setiap picture yang dikirim pihak ibu Berlian.


Yang menjadi pertanyaan kenapa bukan email perusahaan Berlian Corp tetapi email pribadi ibu Berlian yang masuk ke email kami dan ditambah foto - foto yang tidak layak untuk dilihat.


Aku tersenyum simpul, aku paham maksud dari email tersebut....


Bukan hal yang tabu di dunia bisnis, tentang istilah simbiosis mutualisme, tapi bagiku pribadi aku bukan pemain dalam hal ini batinku.


Bagaimana bos, lanjut atau pulang....kata Darwin yang sudah paham isi email tersebut.


Pulang saja Win,


kita kerja yang halal saja..... jangan main - main dengan hidup ini, nikmatnya sebentar tapi sengsara dan dosanya selamanya sahutku.


Siap bos.... SIP kata Darwin menyetujui keputusan ku.


( Darwin memang lebih senang memanggilku dengan panggilan bos ketimbang memanggilku dengan bang Nio seperti mama dan papa, tapi aku tidak protes selama dia nyaman ).


Selesai acara makan malam kami berdua menuju ke hotel tempat kami menginap dan kami mulai packing pakaian dan siap - siap meninggalkan kota KL, belum selesai kami mengemasi barang-barang kami tiba - tiba ada yang memencet bel kamar kami.


Win tolong bukain pintu nya kataku,


siap bos....kata Darwin sambil berjalan menuju ke arah pintu,


Ada perlu apa ya pak kata Darwin kepada seorang pria yang ada didepan kamar kami.

__ADS_1


Maaf apakah benar ini kamar pak Arsenio kata pria tersebut


iya betul sahut Darwin.


Saya Hamid asisten ibu Berlian maksud kedatangan saya kesini mau bertemu dengan pak Arsenio sahutnya.


Silahkan masuk pak, kata Darwin mempersilahkan pak Hamid.


Bos, ada asisten bu Berlian mau ketemu bos kata Darwin sambil mengedipkan mata nya tanda ada sesuatu yang bakal terjadi.


Selamat malam pak, saya Hamid asisten ibu Berlian,


O..iya, saya Arsenio....kataku sambil menjabat tangannya dan mempersilahkan pak Hamid duduk,


Ada perlu apa pak Hamid ketemu saya,


Maaf pak sebelumnya kami tidak konfirmasi dulu sebelum datang, sebab bu Berlian menginginkan pertemuan empat mata dengan pak Arsenio malam ini.


Kalau saya boleh tahu mengenai apa pak,


Maaf pak kata bu Berlian ini masalah pribadi dengan pak Arsenio kata pak Hamid,


Baiklah kalau begitu, saya akan menemui beliau dan dimana saya harus bertemu dengan beliau kataku,


Masih di hotel ini juga pak tapi di kamar suite room kata pak Hamid, sambil berdiri dan berpamitan.


Setelah kepergian pak Hamid aku kemudian memanggil Darwin untuk menemaniku ketemu dengan ibu Berlian.


Kenapa bos gak sendiri saja kata Darwin


Kamu mau ditembak sama kakak mu Janeta kalau aku ketemu wanita disebuah hotel sendirian jawabku sambil mengetok kepalanya,


Aduh bos...sakit tau....


Bos, yang ada kalau bos ketemu wanita sendirian bukan aku yang ditembak tapi bos yang akan ditembak kata Darwin sambil mengejek ku,


sudah ayo berangkat kataku,


Ada - ada saja ya bos bu Berlian, ngapain minta ketemuan...bukannya aku tadi sudah balas email-nya bahwa kita mundur dari proyek tersebut, kata Darwin penuh tanya.


Aku juga gak tahu Win, makanya kita saling menjaga dengan mengajakmu ketemu beliau jawabku, sambil berjalan ke arah lift untuk menuju ke kamar suite room.


Kami berdua sudah berada didepan kamar suite room tempat bu Berlian menginap, entah apa maksudnya kan rumahnya juga dikota ini, batinku.


Ting..... tong....


Ceklek....


Silahkan masuk pak Arsenio kata bu Berlian,


Baik Bu terima kasih sahutku sambil masuk dan memberi kode kepada Darwin untuk ikut masuk juga.


Lho ..... pak Arsenio kok sama asisten nya, kan saya mintanya sendiri saja ketemu saya,


kata nya dengan sedikit aura tidak suka karena ada Darwin.


Maaf bu saya harus mengajak asisten saya karena pertemuan ini diluar kesepakatan kita sahutku,


Wah.... kalau begitu saya serba salah kalau mau menyampaikan sesuatu kepada pak Arsenio karena ada orang ketiga sahutnya,


Maksud ibu apa ya, kataku sambil melirik ke arah Darwin yang dengan santai nya duduk manis di sofa kamar,

__ADS_1


Ehm....


gak apa - apa ya kalau saya langsung bicara .....


Tidak apa-apa bu sampaikan aja, sahutku


Saya suka dengan pak Arsenio katanya santai, saya ingin proyek ini pak Arsenio yang pegang biar kita sering ketemu katanya, sambil tersenyum.


Saya sudah suka sama pak Arsenio sejak saya melihat profil bapak saat pengajuan kerjasama katanya terus terang.


Saya akan memberikan proyek ini asal pak Arsenio memuaskan saya malam ini, katanya tanpa basa basi dan sambil duduk dekat dengan ku,


Aku menghela nafas, dan sedikit melihat ke arah Darwin yang seolah - olah tidak tahu menahu tentang pernyataan perasaan bu Berlian kepadaku.


Maaf bu, saya tidak bisa menerima perasaan ibu sahutku dengan pelan agar tidak melukai perasaan nya.


Saya bersedia melakukan apa saja asal pak Arsenio mau menerima cinta saya.


Semua yang pak Arsenio minta akan saya penuhi,


Maaf bu, saya tidak membutuhkan semua itu sahutku tanpa menghina permohonan nya.


( untung aku ajak Darwin, batinku ).


Saya akan menyerahkan tubuh saya saat ini kalau pak Arsenio mau..... katanya sambil membuka kancing kemejanya satu persatu, dan sudah memperlihatkan sedikit gundukan yang sangat mulus.


Aku tidak menyangka dia akan senekat ini.... batinku.


Maaf bu, jangan merendahkan diri ibu sampai seperti ini kataku sambil berdiri,


Tapi saya sudah sangat jatuh cinta sama pak Arsenio katanya sambil matanya berkaca - kaca dan memohon dengan memegang tanganku.


Mari duduk dulu bu kataku sambil melepaskan tangannya yang memegang tanganku.


Begini bu Berlian.....


aku menghembuskan nafas ku .....


Saya harus jujur kepada ibu bahwa saya sudah berkeluarga kataku, saya memang seorang duda dengan satu putra, dan saya juga sedang menjalin hubungan serius dengan seorang wanita yang saya cintai, jadi mohon maaf saya tidak bisa menerima perasaan ibu sahutku.


Saya mau dijadian yang kedua, sahutnya dengan wajah memohon.


Aku terperanjat dengan pengakuannya,


( ini wanita...... akh..... bagaimana menjelaskan nya ya, batinku )


Begini bu, saya bukan pria yang suka mendua hati, dan saya type pria yang setia dengan pasangan saya sahutku.


Dengan tidak bekerjasama dengan Berlian Corp akan memudahkan saya untuk tidak ada pada hal seperti ini sahutku tegas.


Pak Arsenio sungguh pak, saya mau seandainya hanya menjadi simpanan bapak, sahutnya.


Oh...my God..... !!!! ๐Ÿ˜ฑ Ngeri kali..... batinku.


Ujian apa ini ya Tuhan..... apakah ini yang namanya Ujian Kesetiaan, batinku


Apakah Arsenio akan menerima permintaan Bu Berlian..... ????


Ikuti terus ya lanjutannya...... TBC


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE

__ADS_1


YA SAY ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2