
Kami masih berada di tower gedung PY,
melepaskan semua rasa kangen antara aku dan kakakku Gerald disaksikan Andro.
Sayang, sebentar ya kakak mau bicara sama Andro jadi kamu bisa menjadi pendengar dulu ya kata kak Gerald yang aku jawab dengan anggukan.
Ok bro jadi bagaimana kelanjutan nya,
apa kamu sudah memiliki rencana untuk menghancurkannya kata kak Gerald kepada Andro.
Sudah bro,
tadi sebelum kesini aku sudah menekannya untuk menanamkan modalnya di Andromeda Corp, tapi sepertinya tidak mudah bro karena dia harus ijin kepada orang tua nya dulu.
Kami sudah memberikan ancaman kan,
sudah ....
Bahkan aku mengancam nya dengan mempertaruhkan nyawa nya sebagai ganti kalau dia tidak mau mengucurkan dananya di proyek baruku ini,
Kita tunggu saja waktunya, dia pasti akan segera menemuimu bro kata kak Gerald memastikan.
Iya bro..... santai saja, lagian pengusaha yang lain juga sudah mengucurkan dananya jadi kita untuk besar bro....
Ha..ha....kerja bagus bro....
Mereka asyik dengan obrolan Berat yang membahas tentang penipuan kepada para pengusaha dan juga ancaman kepada Jordy.
Aku tidak bisa membiarkan masalah ini berjalan lambat karena aku juga harus mengurus Pernikahan ku.
Brak....
Aku menggebrak meja sehingga membuat dua orang laki - laki yang ada dihadapan ku terkejut dan melihat kearahku,
Andro dan kak Gerald kalian berdua jangan macam-macam dengan Jordy kataku dengan tatapan mengintimidasi.
What....๐คฌ๐คฌ๐คฌ Neta kamu mengejutkan kami kata Andro...
Kamu lupa siapa saya tuan Andro.....
Kaka anda lupa saya ingatkan bahwa anda yang sudah mengangkat bahwa saya adalah baby sitter nya Jordy,
Neta ini bisa kita bicarakan baik - baik kata Andro berusaha untuk menenangkan ku, yang sudah emosi.
Kak Gerald panggilku sambil menunjuk nya dengan jari manis ku,
Sekalipun kita lama terpisah tapi kalau kakak mengganggu klien ku kakak berhadapan dengan Anet kataku tegas dan dengan nada mengancam.
Kakak belum tahu siapa Anet sekarang,
Anet bisa melakukan tindakan diluar batas Anet sebagai seorang adik....
Sekalipun harus membunuh kakak kataku pelan dan tepat aku bisikkan ditelinga nya.
Anet..... !!!! teriak kak Gerald sambil berdiri menatapku,
Apa.... kakak tidak terima atau kakak takut berhadapan dengan Anet....
Aku harap lain kali kita dipertemukan dengan Pistol kita masing-masing kataku meremehkan kedua pria yang ada didepan ku.
Anet....kakak tidak bermaksud seperti itu,
kakak mohon kita bicarakan hal ini baik - baik sayang, kata kak Gerald sambil memegang tanganku yang akan meninggalkan jamuan makan malam ini.
Tidak ada kata baik - baik antara lawan kak kataku menatapnya.
__ADS_1
Jangan sampai kakak salah melangkah dan akhirnya membuat jarak diantara kita.
Kakak tidak mau Anet,
kakak mau kamu ada disisi kakak...
Kakak sudah dibutakan dengan keserakahan dan ambisi kataku penuh penekanan.
Kak Gerald diam tanpa bicara setelah aku mengatakan kalimat tersebut,
Apa yang kakak cari.....
Wanita....
Harta.....
Pengakuan.....
atau apa..... teriakku.....
Kak Gerald lagi - lagi diam tanpa menjawab,
Hei....ayolah jangan tegang begini kata Andro memecah suasana tegang diantara aku dan kak Gerald.
Diam kamu An kataku menunjuknya,
Kamu juga sama saja, kamu kira aku tidak tahu siapa kamu,
Manusia licik dan suka memancing diair keruh, aku heran kamu masih muda tapi kehidupan mu sudah tidak ada aturan,
seenaknya mengancam orang...
seenaknya memanfaatkan orang lain demi keuntungan pribadi....
seenaknya memaksa wanita mengangkang demi kepuasan mu dan masih banyak yang lainnya yang tidak perlu aku ungkapkan satu persatu kataku dengan tegas.
Andro..... !!!! ๐ก teriak kak Gerald sambil menunjuk muka Andro...
Jangan sekali - kali kamu menyentuh adikku, aku sendiri yang akan menghabisi mu kata kak Gerald dengan emosi.
Sorry bro aku terpancing karena adikmu memancing emosiku, sahut Andro membela dirinya.
Aku melihat mereka berdua mulai terpancing dengan provikasiku dan akupun memperhatikan mereka yang duduk kembali,
Kak aku ingatkan lepaskan wanitamu yang tidak berguna itu, masih banyak wanita baik diluar sana yang bisa mendampingi kak Gerald tegasku.
Kenapa kamu membahas wanitaku, Anet...
Kalau dia bisa melakukan perselingkuhan maka lain kali pasti akan ada perselingkuhan lagi yang dilakukannya kataku menasehati.
Kamu mafia tapi dibodohi dengan hal seperti itu kataku dengan nada mengejek nya,
Ha..ha.....
betul kata Neta bro.....
Lepaskan wanitamu itu, masak sekelas Geraldino mau bekas orang lain.....
Sadar bro...
Agh..... ๐คฌ๐คฌ๐คฌ, sekarang kalian berdua yang kompak menghinaku teriak kak Gerald frustasi.....
Aku ingatkan kepada kalian berdua, kalau kalian menjamah Jordy kalian berurusan dengan Janeta.....tegasku.
Selesai mengatakan hal itu aku melangkah pergi meninggalkan mereka berdua, dan tiba - tiba...
__ADS_1
Anet..... kamu mau kemana sayang, kata kak Gerald sambil menarik tanganku.
Mau pulang kak,
Boleh kakak main kerumah kamu,
Aku tinggal di mess sebuah perusahaan kak kataku berbohong, jadi Anet tidak punya rumah pribadi,
Kakak boleh minta no telepon mu,
aku mengangguk kan kepalaku dan meminta hp nya, kemudian mengetikkan angka pada kontak hp kak Gerald.
Terima kasih sayang, kata kak Gerald sambil memelukku.
Anet tinggallah bersama kakak,
Maaf kak, Anet belum bisa kataku pelan,
Kenapa....
Beri kakak alasan nya,
Kalau kakak sudah bersih Anet akan tinggal dengan kakak kataku sambil pergi meninggalkan kakak ku,
Kak Gerald diam tak menjawab apa yang aku sampaikan tadi.
Aku tahu ini dunianya yang sangat berat untuk dia tinggal kan, tapi akan lebih baik kalau dia memilih hidup bersih tanpa ada embel-embel mafia di kehidupan nya.
Aku turun dan masuk ke area parkiran dan masuk kedalam mobilku, aku melajukan mobilku dengan kecepatan tinggi menembus sepinya jalanan kota yang biasanya sangat padat oleh kendaraan.
Malam ini rasanya aku enggan pulang ke kerumah Jordy setelah obrolan berat yang baru saja terjadi antara aku, kak Gerald dan juga Andro.
Musuh-musuh ku ada di hadapanku malam hari ini, musuh yang harusnya bisa dengan segera aku hancurkan dengan mudah, tapi kenyataan nya aku harus mengubah rencanaku.
Aku harus memainkan peran baru dalam kasus ini, sebisa mungkin meminimalisir pertikaian, tapi rasanya itu mustahil karena lawan ku adalah mafia kelas kakap.
Aku masih berada di jalanan kota yang lengang karena memang waktu sudah menunjukkan pukul : 01.30,
Aku menghentikan mobilku disebuah cafe dan duduk dikursi paling pojok, sekalipun sudah larut tapi suasana cafe masih sangat ramai....
Mau pesan apa mbak....
Minta tolong buatkan coffelatte satu dan kentang goreng ya, kataku kepada seorang waiters cafe tersebut.
Baik ditunggu ya,
Tidak lama pesananku datang dan akupun menyesap kopi yang aku pesan tadi, aku pejamkan mataku seakan menikmati harumnya kopi yang ada dihadapan ku, padahal aku sedang menenangkan diriku akan kejadian yang baru saja aku alami.
Kenapa aku harus dipertemukan kembali dengan kakakku.... dan malah sekarang dialah yang menjadi target utama dari kasus yang aku kerjakan.
Kalau aku bisa memilih aku tidak akan mengambil misi ini, batinku.
Tapi aku Janeta aku dididik untuk mengutamakan kepentingan misi daripada kepentingan pribadi.
Aku harus kuat dan bersikap profesional didalam kasus ini sekalipun harus berhadapan dengan kakak ku sendiri.
Pilihan yang sulit.......
Oh god help me to get through all this,
Akankah aku melepaskan misi ini batinku bergejolak meminta jawaban.
Aku nikmati malam ini dengan secangkir kopi latte.
DALAM KEBIMBANGAN AKAN KAH JANETA MEMEGANG TEGUH KOMITMENNYA SEBAGAI AGEN ATAU JUSTRU DIA BERGABUNG DENGAN KAKAK NYA.....
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE
YA SAY ๐๐๐๐๐