THE NANNY ( Pengasuh )

THE NANNY ( Pengasuh )
Akhir Yang Melegakan


__ADS_3

Janeta POV


Sudah 2 bulan berlalu dari kejadian penembakan yang aku alami, membuat semua kembali pada kesibukan kami masing- masing.


Bahkan kasus dengan Aji juga sudah ditangani oleh pihak yang berwajib dan Safety X, bahkan kasusnya beberapa kali sudah disidangkan. Karena banyaknya kejahatan yang sudah dia lakukan maka Hakim memberikan putusan hukuman yang sangat berat, bahkan dia dibawa dipenjara di pulau khusus kejahatan tingkat tinggi dan seluruh harta kekayaan Aji juga disita oleh Negara.


Sedangkan Clarisa kembali kerumah orang tuanya sambil menanti kelahiran bayi yang dikandungnya.


sedangkan aku kembali di Markas Safety X kembali menjalankan tugas dan tanggungjawab ku sebagai agen, tetapi seminggu dua sampai tiga kali aku bolak balik ke rumah bang Arsen dikarenakan si kecil selalu merengek mencari ku, tapi aku senang bisa terus bersama Putra.


Bang Arsen juga makin mengembangkan proyek - proyeknya di beberapa kota besar, sehingga membuat nya harus keluar kota terus.


Seperti besok yang rencana nya bang Arsen akan melakukan perjalanan bisnis nya ke luar kota dan akan ditemani oleh asisten nya Darwin


Sekilas tentang Darwin : anak panti asuhan yang diambil dan dibesarkan oleh orang tua bang Arsen, usia 25 tahun --- lulusan S2 Bisnis dan Management disebuah Universitas ternama di ibu kota, masih kuliah dulu dia selalu ikut kerja part time di perusahaan orang tua bang Arsen. Masih muda tetapi otaknya tidak bisa di pandang remeh, cekatan dan sangat profesional melakukan pekerjaan nya dan mempunyai pacar yang sangat manja seorang gadis dengan usia yang masih muda tetapi memiliki pembawaan yang baik, usianya 20 tahun, masih kuliah. Anak seorang pengusaha retail bernama Nathasa tidak tahu persis dimana mereka bertemu.


Menurut ku sangat serasi dan lucu yang satu dewasa yang satu masih kelihatan kekanak-kanakan dan manja, ๐Ÿ˜œ


------------------++----------------------------


Net, abang bisa minta tolong


minta tolong apa bang,


Abang sama Erik mau mengadakan perjalanan bisnis diluar kota, apa kamu bisa nginap dirumah jaga Putra,


Bisa bang kataku,


tx sayang.....


apa sih bang.....


he..he..... bang Arsen malah terkekeh dengan godaannya kepadaku.


Aku masih duduk di sofa ruang keluarga rumah bang Arsen, memang sore tadi aku sudah dirumah bang Arsen karena Putra minta dibelikan es cream.


Non, ini teh nya kata mbak Siti sambil menyodorkan mug ke arahku,


makasih ya mbak Siti cantik kataku menggoda nya,


Sama - sama non cantik jawabnya sambil tersenyum,


Tuan, ini ada surat buat tuan .... kata mbak Siti sambil menyerahkan sepucuk surat kepada bang Arsen.


Bang Arsen menerima dan mengangguk kan kepalanya tanda berterimakasih kepada mbak Siti.


Bang Arsen fokus pada Surya yang ada di tangannya, membukanya dan membacanya.


Huft..... bang Arsen menghela nafas lega ... aku masih belum tahu apa isi surat itu tapi aku bisa melihat kalau ada kelegaan yang terpancar pada wajah bang Arsen.


Net, akhirnya penantian dan perjuangan abang tidak sia - sia kata bang Arsen kepadaku dengan senyum kemenangan,


Ada berita apa bang,


Akhir yang melegakan Net, sahutnya


Apa maksud bang Arsen tanyaku,


Aku melihat bang Arsen tidak menjawab tapi malah berdiri dan duduk disebelahku,


Baca...... kata bang Arsen sambil menyerahkan surat itu kepadaku dan aku menerima surat tersebut lalu membacanya.


Aku terperangah atas isi surat tersebut, surat itu menyatakan bahwa pengadilan sudah memutuskan perpisahan antara bang Arsen dan Clarisa, dan dua - duanya tidak ada tuntutan apapun.

__ADS_1


Aku tidak tahu bang apakah harus mengucapkan selamat atau harus berduka atas berita ini kataku pelan.


Aku lega Net, akhirnya bang Arsen bisa lega untuk menata masa depan ku dan Putra, sahut bang Arsen.


Semangat bang pasti kedepannya kehidupan bang Arsen dan Putra akan lebih baik,


Amin....


tapi akan lebih baik kalau ditambah kamu sahut bang Arsen sambil memandangku dan memposisikan duduknya menghadap ku,


Net, bagaimana tawaran abang waktu itu sahutnya ....


Aku bukan anak remaja yang tidak peka akan arah pembicaraan dan pertanyaan bang Arsen,


Bang kan baru saja surat nya abang terima, masak aku harus menjawabnya,


Suratnya baru abang terima tapi pernyataan perasaan dan hati Abang sudah berbulan-bulan Net, katanya sambil menarik daguku dengan jarinya dan memintaku untuk memandang nya,


Abang butuh jawabanmu malam ini, sahut bang Arsen, sambil berdiri dan meninggalkan ku sendiri.


Aku masih bingung apa yang harus aku lakukan, akankah aku menerima nya ataukah aku meminta waktu untuk menjawab pernyataan hati bang Arsen.


Antara ragu dan mau tidak bisa aku bedakan.


SKIP ๐Ÿ’ฎ


Pukul : 21.00


Semua sudah selesai makan dan Putra juga sudah tidur, aku melangkah keluar dan menuju ke arah kamar bang Arsen, sesuai dengan permintaan bang Arsen untuk aku memberikan jawaban di dalam kamar nya, aku tidak tahu mengapa mesti dikamar bang Arsen.


Mungkin bang Arsen tidak mau ada orang yang tahu, batinku.


tok.....๐Ÿšช


tok.....๐Ÿšช


Masuk, kata bang Arsen dari dalam kamar.


Bang, panggilku....


Masuk Net, gak usah ketuk pintu kalau mau masuk kekamar abang,


Gak sopan bang, sahutku


Terlalu formal, kata bang Arsen gemes.


Janeta duduk ya bang, kataku sambil menunggu bang Arsen yang masih mengambil sesuatu,


Iya Net, gak perlu sungkan....


Suasana sangat hening sampai aku sayup - sayup mendengar alunan musik didalam kamar bang Arsen, dan suasana sudah mulai terkesan romantis.....


Aku melihat bang Arsen mendekatiku, dengan dandanan yang membuatnya makin tampan dimataku, kaos putih berkerah dan celana jeans, sederhana tapi berwibawa.


Net,..... kata bang Arsen yang sudah duduk di sampingku sambil menghadap kearahku.


Iya bang,


Maukah kamu menikah dengan abang dan menjadi bunda buat Putra, kata bang Arsen mantap.


Bang,..... sahutku terkejut


Abang gak main - main Net,

__ADS_1


perasaan dan hati abang sudah bulat dan tidak akan mundur.


kami berdua diam dalam hening,


aku dengan pikiranku sendiri untuk menjawab nya sedangkan bang Arsen juga diam dalam kenekatan nya melamar ku.


Akhirnya, .......


Bang, Janeta mau.... kataku sambil menatapnya.


Janeta mau menjadi istri bang Arsen dan menjadi bunda buat Putra sahutku,


Tx Net, kata bang Arsen sambil memeluk ku erat dan sesekali mencium keningku.


Tiba - tiba bang Arsen menarik jemariku dan memasangkan sebuah cincin bertahta batu berlian dijari manis ku, aku melihat cincin itu tanpa bisa mengucapkan kalimat apapun, hanya bisa meneteskan air mata kebahagiaan.


Aku tidak menduga akan menerima lamaran dari seorang duda yang menjadi klien ku,


Terima kasih bang mau menerima Janeta kataku pelan,


Harusnya abang yang mengucapkan banyak terima kasih kepadamu karena kamu sudah mau menerima abang yang banyak kekurangan ini,


Jangan tinggalkan kami ya Net, kami butuh kamu..... kata bang Arsen yang sudah menautkan ciumannya di bibirku....


Aku menutup mata menikmati rasa dan kehangatan yang disalurkan boleh bang Arsen kepadaku.


Dari beberapa kali ciuman yang bang Arsen lakukan, malam ini adalah ciuman yang sangat berkesan dalam diriku karena sudah diikrarkan resminya hubungan yang terhalang dan tertunda karena banyak hal.


Kami hanyut dalam kebersamaan karena dia hati sudah berkomitmen untuk saling menjaga dan berbagi rasa dikemudian hari.


Jangan ada pengkhianatan.....


Jangan ada hal yang disembunyikan.....


Jangan mendua hati dan rasa.......


Kami masing-masing tenggelam dalam komitmen yang tak terucapkan,


Kami tahu jalan yang akan kami lalui kedepan tidaklah mudah tapi komitmen kami yang akan membantu dan mengingatkan kami.


Bang, kataku memutus ciumannya...


Belum menjawab bang Arsen mengusap bibirku yang basah karena Slavina kami berdua,


Iya sayang,


Bantu Janeta dalam menjalin hubungan ini, kataku pelan.


Kita saling membantu dan mengingatkan,


Kalau abang lalai Janeta yang mengingat,


kata bang Arsen sambil mencium bibir ku sekilas tanpa nafsu,


Bantu bang Arsen mendidik Putra ya, kata bang Arsen sambil tersenyum manis.


Iya bang, Janeta akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendidik Putra, sahutku.


Kamipun saling berpelukan untuk saling mendukung dan menguatkan dalam membangun hubungan ini.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE


YA SAY ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2