THE NANNY ( Pengasuh )

THE NANNY ( Pengasuh )
Kangen Kamu


__ADS_3

Kami berdua sudah kembali dari perjalanan bisnis, dan sudah ada deal kesepakatan kontrak dengan pihak Berlian Corp mengenai proyek Cakrawala Gemilang, dan aku menunjuk Darwin yang akan bertanggungjawab terhadap proyek tersebut, sekalipun awalnya Darwin menolak tapi aku paksa dengan memberikan penjelasan bahwa ini merupakan batu loncatan untuk dia berkembang dibawah bimbingan ku.


Sesuai dengan prediksi ku sekalipun terpaksa akhirnya dia menyetujui & menyanggupinya.


Akh.... akhirnya sampai juga Wn, kataku sambil tersenyum kepadanya.


Iya bos kita sudah sampai,


Aku mau cuti dua hari bos mau melepaskan kangen ku sama kekasihku,


Iya, ambillah cuti tapi setelah itu kamu harus balik lagi ke kota KL untuk memulai proyek mu kataku tegas.


iya aku tahu katanya sinis.


Aku hanya terkekeh mendengar jawaban nya.


Salam buat kak Janeta dan keponakan ganteng ku, kata Darwin.


SKIP ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ


Hallo, sayang kamu dimana....


Abang pulang kok gak ada kamu dan Putra,


Lho kok sudah pulang bang, katanya satu minggu di kota KL,


ini aku sama Putra lagii di mall diarena bermain kataku


Abang susul kalian ya,


gak usah bang bentar lagi kami pulang kok lagian abang baru pulang pasti capek.


Maaf ya abang pulang kami tidak ada di rumah kataku.


iya gpp, abang kangen kamu Net....


Sama bang, Janeta juga kangen abang....


Bye bang ILU.... โค๏ธ


ILU too sayang โค๏ธ๐Ÿ˜˜


Aku dan Putra segera bergegas pulang dan meninggalkan arena bermain karena kami berdua sudah sangat kangen.


Mobil yang aku kendarai melaju di jalanan besar kota JK, kota besar yang menjadi rebutan para perantau untuk meraih kesuksesan.


Kami berdua sudah berada di rumah dan berlari menuju kekamar bang Arsen,


Daddy.....


Daddy.... teriak Putra sambil membuka pintu kamar bang Arsen.


Hallo jagoannya Daddy, wah.... baru beberapa hari Daddy tinggal sudah tambah berat ya .... kata bang Arsen sambil menggendong Putra dan menciumi pipinya,


Hallo bang apa kabar kataku sambil memeluknya...


Kabar baik sayang,


kamu juga abang tinggal kok tambah cantik,


Ha..ha... rayuan anda tidak akan berhasil tuan kataku menggoda bang Arsen.


Ha..ha... tambah pintar ya, kata bang Arsen sambil menggandeng tanganku dan kamipun duduk bersama di sofa kamar.


Dad, Putla tadi cama bunda habis main....


selu ( seru ) dad....

__ADS_1


Wah kenapa Daddy tidak diajak, kata bang Arsen sambil memasang wajah cemberut.


Uh.... jangan ngambek ya dad, lain kali kita main baleng ( bareng ) kata Putra sambil menghibur Daddy nya.


Aku tersenyum melihat interaksi bapak dan anak yang lucu.


Ayo sekarang Putra ganti baju terus tidur siang, biar Daddy juga istirahat ya kataku


Bun, Putla mau tidul di kamal Daddy,


Ok sayang, sekarang kekamar Putra dulu ganti baju ya,


Ok bun....


Bentar ya bang,


Aku melihat bang Arsen menjawab dengan senyuman,


Beberapa saat setelah mengganti baju Putra aku juga sekalian ganti baju rumahan dengan mengenakan celana pendek dan kaos warna putih, kami berdua menuju kekamar bang Arsen....


Aku melihat bang Arsen sudahl membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur,


Capek bang kataku sambil duduk dipinggir tempat tidur,


Daddy Putla mau bobok cebelah sana tunjuk putra yang minta di pinggir dekat tembok,


Iya sini Daddy atur bantalnya buat Putra,


Capek sedikit sayang..... kata bang Arsen yang masih sibuk menata bantal buat Putra, dan kemudian dia menarik tanganku untuk ikut istirahat juga disebelahnya dan akupun ikut berbaring di sebelah bang Arsen.


Abang kangen kamu, katanya ditelinga ku sehingga membuatku malu.


Kamu kangen bang Arsen gak,....


Kangen bang, kataku pelan...


Sukses yank, semua berkat doa mu kata bang Arsen sambil memiringkan badannya untuk menatapku.


Kenapa bang, kok lihat Janeta segitunya


Seperti nya kalau abang keluar kota kamu harus ikut ya, abang gak bisa jauh dari kamu.


Wah gombalnya kece badai bang,


Bener Net, kata bang Arsen sambil menggenggam tanganku dan menciumnya,


Kamu itu mood booster bang Arsen....


Janeta gak janji bang, kalau jadwal Janeta kosong Janeta bisa ikut sama Putra, kataku.


Net, surat - surat pernikahan sudah diurus sama Darwin, sepertinya bulan depan kita akan melaksanakan pernikahan kita, kata bang Arsen.


Iya bang,


Minta tolong kamu siapkan semua keperluan kita ya atau kamu mau pake jasa WO,


Janeta saja yang nyiapin bang, nanti Janeta akan minta tolong mbak Siti dan Engeline,


Siapa Engeline ?? tanya bang Arsen


Dia lawan tanding ku di Kombat Fighter yang pernah Janeta selamatkan dari peluru nya Aji.


Dia sekarang ikut Janeta bang, katanya mau mengabdikan hidupnya sama Janeta.


Sebenarnya Janeta menolak, tapi beberapa hari ini dia terus datang didepan rumah, minta supaya Janeta menerima dia kataku menjelaskan kepada bang Arsen.


O...begitu ya,

__ADS_1


terus dia sekarang dimana...


Sekarang Janeta suruh dia tinggal dan tidur di paviliun sama mbak Siti dan bu subur.


Gpp kan bang....


Gpp Net, yang penting kamu bisa atur semua nya, kan abang sudah serahkanvdan percayakan semua isi rumah ini sama kamu,


Tx ya bang,


Abang yang harusnya berterima kasih sama kamu sayang.... kata bang Arsen sambil memelukku dan mencium keningku.


Aku melihat kearah Putra yang sudah nyenyak tidurnya, dan aku kembali merebahkan tubuhku di tempat tidur.


Net,


iya bang....


Nanti untuk belanja kebutuhan persiapan pernikahan kita abang kasih kamu kartu debit abang ya, kamu pake untuk keperluan rumah juga ya,


Ya bang, sahutku


Tiba - tiba bang Arsen sudah berada di atas ku dan dengan cepat me****t bibirku dengan intens dan dalam.


Kerinduan yang terpendam serasa disalurkan lewat lu****n yang dilakukan bang Arsen, aku tidak menolak ciumannya, dan kamipun sama - sama menikmati rasa yang kami bagikan.


Tangannya pun sudah mulai bergerilya mencari sesuatu untuk menggapai kenikmatan,


Abang kangen kamu โค๏ธ, katanya pelan disela - sela ciumannya kepadaku dan melanjutkan nya kembali dengan lebih bernafsu.


Bang,....agh......


Aku merasakan sensasi geli dan ada rasa yang mendesir membuat tubuhku bergelora karena ciumannya sudah menjalar kearah leher dan telingaku,


agh......ehm.....agh..... bhang......


Nikmati sayang, kata bang Arsen pelan.


Makin lama bang Arsen memanjakan ku dengan pengalaman baru yang disalurkan kepadaku. Aku tahu dia sedang butuh menyalurkan hasrat nya yang terpendam selama ini tapi aku berusaha untuk mengontrol nya agar apa yang kami lakukan tidak kebablasan.


Buatku akan lebih nikmat dilakukan bila sudah SAH sebagai suami - istri.


Bang sudah ya, kataku sambil menghentikan pergerakan tangannya yang sudah dipahaku,


Akh.... Net.... abang sudah ON fire Net.... katanya sendu dan frustasi karena hasratnya tidak tersampaikan.


Sabar ya bang, kataku sambil mengelus pipinya.


Net kamu menggoda abang katanya,


Sudah ayo abang istirahat saja kataku menenangkannya.


Kasihan...... batinku. ๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜œ


akhirnya aku bisa menetralkan hasrat bang Arsen dengan memeluknya erat, dan mencium pipinya pelan.


Maaf ya bang,


Gpp Net, abang saja yang terlalu bernafsu kalau dekat sama kamu katanya,


Ayo pejamkan matanya bang.....


ehm.....


Akhirnya kami memutuskan untuk istirahat bersama.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE YA SAY ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2