THE ROYAL PALACE

THE ROYAL PALACE
BERLATIH


__ADS_3

Katakanlah jika semuanya memang benar-benar sebuah kenyataan. Lin xia telah berjalan di sebuah jalan yang telah dia pilih, dia bersumpah tidak akan pernah memberikan cintanya kepada Kaisar Tian mo.


Lin xia seolah telah menutup hatinya, dia telah menetapkan cinta itu hanyalah sebuah alasan. pagi itu Lin xia sudah berpakaian rapi dan memakai pakaian prajurit pria dengan wajah yang tersenyum. Lin xia pergi ke barak para pasukan karena Jendral Tian Ming telah berjanji akan melatih Lin xia memanah.


"Dengarkan aku ya komandan, kamu tidak boleh membohongiku dan kau jenderal tidak boleh bermain-main denganku. kalian berdua harus benar-benar mengajari aku ilmu pedang jika kalian berbohong lihat saja aku pasti akan membuat kalian merasakan apa yang namanya dikhianati." Lin xia berbicara sembari menunjukkan senyum yang begitu jahat.


"Tenang saja, selir Nana tidak usah khawatir kami berdua bukanlah orang-orang seperti itu. kami sudah berjanji Kalau kami akan mengajari Anda untuk belajar memanah. Jadi kami tidak akan menjilat ludah kami." jawab Jenderal Tian yang membuat Lin xia tersenyum sembari menunjukkan dua jempolnya.


"Kalian berdua tampan, menyenangkan juga menepati janji. aku suka." jawab Lin xia yang kemudian meninggalkan dua pria itu.


Seketika raut wajah jenderal dan komandannya bersemu merah ketika Lin xia mengatakan hal itu, mereka baru melihat seorang gadis yang terang-terangan memuji seorang pria tanpa Tedeng aling-aling sama sekali.


"Hufff..., selir Lin xia benar-benar sangat berbeda dengan wanita lain, dia memuji kita seperti dia itu tidak punya jabatan sama sekali." ucap komandan.


"Buat apa dia harus memikirkan hal itu, toh Kaisar tidak pernah menginginkan dia kan." jawab Jenderal Tian.


"Jenderal benar juga, tapi jika yang mulia Kaisar tidak menginginkan Gadis itu Lalu kenapa dia masih mempertahankannya?" tanya komandan yang membuat jenderal nampak menganggukkan kepalanya.


"Kamu benar juga, Entahlah apa yang ada di pikiran yang mulia Kaisar. tapi jika yang mulia melakukan kesalahan yang sangat fatal begitu banyak pria yang akan siap menerima selir Lin xia untuk menjadi istri mereka." ucap jenderal.


Sedangkan kebalikannya, ketika Lin xia akan melatih para prajurit untuk menggunakan ilmu menguasai pedang. karena zaman modern ilmu menguasai pedang lebih hebat dari era saat ini.


*KEDIAMAN NAGA*


"Lapor, Yang Mulia. hari ini Selir Lin xia sedang berada di barak para pasukan, karena Jendral Tian Ming berjanji akan melatih selir Lin xia memanah!" lapor salah satu prajurit yang telah melihat Lin xia sudah berada di barak para prajurit.


"Apalagi sih yang ingin dilakukan wanita itu, bahkan sudah berulang kali aku memintanya untuk tidak membuat lelucon lagi." ucap Kaisar Tian mo.


Terlihat prajurit itu hanya menatap sang Kaisar


"Katanya dia tidak mencintai selir Lin xia, namun saat mendengar kabar Kalau selir Lin xia bersama dengan para prajurit. malah sang Kaisar terlihat seperti orang yang cemburu." guman prajurit.


Hari ini Kaisar Tian mo mengadakan pesta ulang tahunnya, sebuah pesta yang sangat meriah yang tentunya dihadiri oleh beberapa Kerajaan. Sedangkan di tempat lain, nampak Lin xia tidak menghiraukan mengenai acara ulang tahun dari sang Kaisar. toh Karena Lin xia juga tidak diundang oleh Kaisar.


Karena hal itu Lin xia lebih memilih untuk berada di barak para pasukan, daripada dia main hati saat mendengar dirinya terus dicaci oleh pria itu.


"Apakah kau yakin akan belajar memanah?" tanya Jenderal Tian ming kepada Lin xia.


"Tentu saja, kau kira aku ini bercanda." jawab Lin xia.


Akhirnya Jenderal Tian ming Melatih Lin xia memakai anak panah.

__ADS_1


"Bagaimana caranya aku harus memakai anak panah ini, sedangkan kau malah cuma menatapku." ucap Lin xia yang kebingungan.


"Kalau begitu apa yang harus hamba lakukan?"tanya Jenderal Tian ming.


"Tentu saja kau harus perlihatkan cara memanah padaku, Nanti kalau aku memperlihatkan cara bermain pedang lalu apa aku harus cuma bilang kanan kiri kanan kiri." kesal Lin xia.


Terlihat sang Jenderal ragu-ragu untuk menyentuh selir Kaisar nya itu.


"Mengapa kau seperti itu, Apakah kau takut dengan Rajamu itu?" tanya Lin xia.


Jenderal Tian ming nampak ragu-ragu, karena benar apa yang dikatakan oleh selir Kaisar Tian mo itu.


"Sudah jangan hiraukan pria itu, lagian dia kan sudah bilang aku mau melakukan apapun dia tidak akan peduli. mati pun dia bilang tidak memperdulikanku." ucap Lin xia.


DEG


Jenderal Tian ming sangat tersentak hatinya, saat mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Nana. Bagaimana tidak seorang wanita yang sebaik nanah malah dibuang oleh sang Kaisar.


"Jenderal, kapan-kapan kalau kau pergi berperang ajak aku ya." pinta Lin xia tanpa ragu.


"Mana mungkin ada seorang wanita yang ikut maju di medan perang," guman jenderal Tian Ming.


"Tentu saja Anda tidak boleh melakukan hal itu, Yang Mulia." jawab Jenderal Tian ming.


"Kau ini pelit sekali sama seperti pimpinanmu." cibir Lin xia yang membuat Jenderal Tian Ming sedikit tersentak.


Karena pria itu tidak ingin disamakan dengan seorang Kaisar yang telah mencampakan istrinya.


"Mengapa selir Lin xia berada di sini, Apakah selir tidak ingin berdandan dan menghadiri pesta Yang Mulia Kaisar?" tanya Jenderal Tian ming.


"Ngapain juga aku ke sana, lagian aku juga tidak diundang oleh pria itu. kau ingin mempermalukan aku seperti seorang wanita yang tidak diundang." jawab Lin xia.


"Apa?!" Jendral terkejut karena tidak mungkin istri dari Kaisar nya malah tidak di undang oleh sang pemilik pesta.


"Mengapa Yang Mulia tidak menggundang Anda?" tanya Jendral Tian Ming.


"Mana aku tahu." jawab Lin xia.


"Kau kan tahu sendiri kalau Kaisarmu itu tidak pernah menyukaiku, bisa-bisa kalau aku datang ke sana Malah dia akan mempermainkanku." ucap Lin xia.


"Lalu, Apakah kalau selir Nana tidak datang malah tidak dijadikan bahan tertawaan?" tanya Jenderal Tian ming.

__ADS_1


"Benarkah?" Lin xia berpikir, sesaat kemudian wanita itu malah tersenyum. "Bagaimana kalau aku diam-diam mempermainkan dia saja." ucap Lin xia.


"Memangnya selir Lin xia mau apa?" tanya Jendral Tian Ming.


"Ya.., mau main-main." jawab Lin xia.


Akhirnya Lin xia memutuskan untuk pergi ke pesta setelah selesai berlatih ih di barak para pasukan,


"Nanti kalau Jenderal datang aku mau datang." ucap Lin xia.


DEG..


Jenderal Tian mukanya langsung merah.


"Apakah anda tidak datang bersama pangeran Lee Hyun?" tanya Jenderal Tian Ming.


"Entahlah, Sudah beberapa hari ini Pangeran tidak datang ke tempatku." jawab Lin xia.


"Tentu saja Yang Mulia, karena Pangeran Lee Hyun sedang melakukan perjalanan ke beberapa Kerajaan untuk melakukan perdamaian." jawab jenderal Tian Ming.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- The royal palace

__ADS_1


__ADS_2