
Kaisar Tian mo terus menatap Lin xia, pria itu tidak ingin melepaskan wanita itu lagi.
"Yang mulia, ini semuanya bukanlah ilusi. ini semuanya kenyataan, yang mulia harus terbangun, yang mulia tidak boleh seperti ini." ucap Lin xia.
"Aku hancur, aku hancur karena ulah ku sendiri." jawab Kaisar Tian mo.
"Jangan seperti itu, yang mulia. yang mulia harus menjadi pria luar biasa." pinta Lin xia.
Kaisar Tian mo nampak mendongakkan kepalanya. pria itu tetap sama dia tidak ingin melepaskan wanita yang ada di depannya. tak berselang lama kaisar Yun Fang juga masuk ke dalam ruangan itu, pria itu tidak akan membiarkan istrinya berlama-lama dengan pria lain.
Tatapan mata Kaisar Tian mo menatap Kaisar Yun Fang yang berada di ruangannya. "Kenapa walau dalam mimpi dia selalu mengikutimu, tidak bisakah dia membiarkanmu bersamaku?" tanya kaisar Tian mo.
"Yang mulia, ini bukanlah mimpi. ini adalah kenyataan, Kamu harus keluar dari rasa frustasimu." ucap Kaisar Yun Fang.
Seketika langkah kaki kasar Tian mo mundur saat Kaisar Yun Fang mengatakan hal itu.
"Aku tidak ingin terbangun dari mimpi buruk ini, aku tidak ingin merasakan kesakitan terus-menerus." ucap Kaisar Tian mo.
"Jika yang mulia seperti ini terus Apakah semuanya akan lebih baik, yang mulia? wanita ini sudah menjadi istriku, Dia sudah mengandung benihku. Aku tidak akan melepaskan dia untuk siapapun, Aku tidak akan membiarkan dia dimiliki oleh siapapun." jawab Kaisar Yun Fang.
Tatapan mata Kaisar Tian mo menatap Lin xia yang terlihat begitu bahagia.
"Yang mulia, Kamu harus memaafkan dirimu, kamu tidak boleh seperti ini. Lihatlah ada seorang wanita yang menunggumu dengan begitu sabar, seorang wanita yang begitu mencintaimu dengan tulus." Lin xia yang kemudian menggandeng tangan Kaisar Tian mo keluar dari ruang yang selalu menyiksa dirinya.
Sinar matahari siang itu menerpa wajah sang Kaisar, selir Rui na yang berada di luar ruang kerja sang Kaisar nampak Wanita itu benar-benar sangat bahagia.
"Yang mulia." Panggil selir Rui na.
__ADS_1
"Lihatlah, Lihatlah wanita yang begitu mencintaimu itu. Lihatlah wanita itu, Dia menunggumu dia mengharapkan cinta yang seharusnya kau berikan untuknya." ucap Lin xia.
Kaisar Tian mo menatap Lin xia dengan tatapan mata yang begitu sendu. "Maaf..., apakah kamu memaafkanku?" tanya sang Kaisar.
Lin xia menganggukkan kepalanya. "Sebenarnya akulah yang harus berterima kasih padamu, akulah yang harus meminta maaf padamu. bukan karena aku ingin menghinamu, tapi..., Terima kasih karena kau melepaskanku, terima kasih karena kau telah memberikan aku kebahagiaan, yang mulia. sekarang berikan kebahagiaan untuk dirimu dan wanita itu. Lihatlah takdir kita sudah menunggu, takdir kita sudah menjemput kita." ucap Lin xia.
Seketika Kaisar Tian mo tersenyum sembari menatap Lin xia. "Inilah yang selalu aku cari, inilah yang selalu aku tunggu-tunggu. maaf darimu pengampunan darimu agar hatiku benar-benar bisa terlepas." ucap Kaisar Tian mo.
Lin xia tersenyum, wanita itu menarik tangan Kaisar Tian mo kemudian meletakkan di atas tangan selir Rui na.
"Seperti inilah cinta, kamu harus melihatku. Jika kamu ingin aku maafkan kamu harus membahagiakan wanita ini, kamu sudah membawanya dari tempat jauh maka kamu harus membahagiakan dia." pinta Lin xia.
Seketika kegelapan itu meninggalkan Kaisar Tian mo, ada gurat kebebasan luar biasa di wajah kaisar. kasim yang melihat hal itu nampak pria itu ingin menangis, sedangkan Jenderal Tian ming tentu saja Dia hanya bisa bersyukur karena saudara kembarnya itu bisa menerima kenyataan ini.
"Baiklah kalau begitu, selir. Bisakah kamu menunjukkan tempatku untuk menginap di sini? tidak mungkin kan aku langsung kembali ke kerajaan ku, butuh waktu 2 hari untuk berkuda." ucap Lin xia yang membuat selir Rui na nampak tersenyum menatap Kaisar Tian mo.
Kaisar Yun Fang menepuk punggung Kaisar Tian mo berulang kali. "Aku tidak akan mengatakan apapun, yang mulia. tapi seperti kata istriku berikan maaf untuk dirimu, mulailah hidup baru. tatalah kerajaanmu ini." ucap Kaisar Yun Fang.
"Tentu, mulai sekarang kita adalah saudara kita akan selalu membantu sama satu sama lain." ucap kaisar Yun Fang.
Kaisar Tian mo mengajak Kaisar Yun fang untuk berbicara santai di salah satu gazebo yang ada di taman.
"Kaisar Tian mo, Apakah kau sudah mendengar mengenai kabar para pasukan lembah kegelapan?" tanya Kaisar Yun Fang.
Kaisar Tian mo menggelengkan kepalanya. "Kamu harus bersiap-siap untuk sesuatu yang mungkin tidak akan kita inginkan. aku sudah memeriksa beberapa tempat, Kamu mintalah anak buahmu untuk mencari sebuah tempat yang bernama lembah kegelapan. yang aku dengar di sana dibangun sebuah kerajaan kegelapan yang selalu mengambil para prajurit untuk dijadikan prajurit mereka." ucap kaisar Yun Fang.
Entah sudah berapa lama Kaisar Tian mo tenggelam dalam kesedihannya, namun setelah mendengarkan kabar yang diberikan oleh kaisar Yun Fang seketika pria itu menatap sang Kaisar dengan tatapan mata yang sangat terkejut.
__ADS_1
"Lalu, Seperti apa mereka yang mulia?" tanya Kaisar Tian mo.
"Dari beberapa prajurit bayangan yang aku utus, katanya mereka belum mampu menemukan lembah kegelapan." jawab Kaisar Yun Fang.
"Kalau begitu hal ini akan membahayakan seluruh kerajaan." ucap Kaisar Tian mo.
"Tentu saja, Kaisar. karena itu beberapa kerajaan sudah mengerahkan para prajuritnya untuk mencari keberadaan lembah kegelapan, yang aku dengar lembah itu memiliki kekuatan besar atau kekuatan iblis. apalagi yang aku dengar dari istriku kemungkinan pemimpin dari lembah kegelapan adalah makhluk yang sama dengan istriku. menurut istriku mungkin dia melakukan perjalanan waktu ke masa ini." jawab Kaisar Yun Fang.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
__ADS_1
- Crazy love 18+
- Ketika cinta berbicara