
"Mereka harus menerima semua titah ku dan mereka harus menerima semua perintah yang aku keluarkan." ucap Kaisar Yun Fang.
Lin xia menatap pria itu, sesaat kemudian gadis itu memegang tangan kaisar.
"Berikan aku waktu 2 sampai 3 hari. aku ingin seluruh menteri dan yang lain menerimaku, dengan begitu mereka yakin kalau aku bukanlah sampah yang telah dibuang oleh Kaisar Tian mo." ucap Lin xia.
Sang Kaisar melihat tatapan mata Lin xia, karena benar yang dikatakan Lin xia karena selama ini. Kaisar Tian mo selalu menganggap Lin xia sampah.
"Apakah kau yakin?" tanya Kaisar Yun Fang.
"Tentu." Lin xia menganggukkan kepalanya.
"Berikan aku waktu 3 hari, akan kubuat seluruh menteri dan pejabat yang ada di kerajaan ini mau menerimaku." jawab Lin xia.
"Kau adalah wanita yang terhebat yang pernah kukenal." ucap Kaisar Yun Fang yang kemudian mengajak Lin xia berjalan-jalan di sekitar Kerajaannya.
Lin xia terlihat sangat gembira hingga membuat sang Kaisar juga tertawa melihat kelakuan gadis itu.
"Cepat Yang Mulia ke sini!" seru Lin xia yang menarik tangan Kaisar Yun Fang.
"Ada apa?" tanya Kaisar Yun Fang.
"Sini sini cepat gendong aku, aku mau mengambil buah itu!" seru Lin xia kepada sang Kaisar.
Sedangkan di tempat lain, nampak salah satu pejabat menatap seorang wanita yang begitu berani menyuruh Kaisarnya untuk menggendongnya.
"Lancang!" seru seorang jenderal kepada Lin xia.
"Ha..," Lin xia menatap pria yang berseru padanya, seorang pria tua dengan wajah yang sangat menyeramkan. "Siapa kau?" tanya Lin xia kepada seorang pria yang memakai pakaian perang.
"Lancang sekali kau, menyuruh Yang Mulia Kaisar untuk menggendong mu!" seru jenderal tua itu.
Tiba-tiba jenderal tua mengarahkan pedangnya ke leher Lin xia hingga membuat lindsa langsung terdiam tanpa melakukan pergerakan sama sekali. Memangnya siapa yang mau tiba-tiba kehilangan lehernya.
"Apa yang kau lakukan, Jenderal!" seru Kaisar Yun Fang kepada jenderal Bhauji.
"Tenanglah Yang Mulia, aku sudah bilang Kan kalau Anda harus memberi waktu saya." ucap Lin xia sembari menatap sang Kaisar, sesaat kemudian tatapan Lin xia tertuju pada pedang pria tua itu.
SET...
Lin xia langsung bergerak dengan sangat lincah, tiba-tiba pedang yang dipegang oleh Jenderal Bhauji langsung berpindah padanya.
__ADS_1
"Dengarkan aku Paman tua, tidak sebaiknya kau langsung mengarahkan pedangmu itu kepadaku. tanyalah dahulu sebelum kau melakukan kesalahan yang akan kau sesali seumur hidupmu." ucap Lin xia yang telah berada di belakang tubuh jenderal tua itu.
Betapa terkejutnya sang Jenderal, saat pedang yang berada di tangannya tiba-tiba sudah berpindah di tangan. apa lagi pedang itu sudah mengarah di leher Jenderal Bhauji.
Tatapan mata Kaisar Yun Fang tidak berkedip sama sekali saat melihat Lin xia melakukan hal itu, bagaimana tidak. seorang wanita dan selir dari Kerajaan Ming melakukan hal sehebat itu. bahkan dengan sangat gesitnya Lin xia langsung mengambil pedang Sang Jenderal tanpa bisa terlihat.
"Lancang sekali kau, Jendral. Apakah kau tidak tahu wanita ini adalah calon istriku!" seru Kaisar Yun Fang kepada Jenderal Bhauji.
seketika pria itu sangat terkejut saat sang Kaisar mengatakan wanita yang bersamanya adalah calon istrinya, 35 tahun usia Kaisar Yun Fang. selama itu pula pria itu tidak pernah membicarakan wanita sama sekali, namun sekarang seorang wanita dia bawa ke Kerajaannya. Bahkan dia mengatakan kalau wanita itu adalah calon istrinya.
Seorang wanita yang terlihat sangat hebat, tatapan mata Jenderal Bhauji langsung menatap wajah Lin xia. Rumor mengenai Lin xia semakin hari semakin melebar, gadis itu terus meyakinkan Kaisar Yun Fang kalau semuanya akan baik-baik saja. 2 hari Lin xia sudah berada di kerajaan Han. namun hari ketiga saat mereka akan melakukan kesepakatan nampak sebuah kabar mengejutkan datang kepada pria itu. kabar mengenai Kerajaan Sun yang akan menyerang Kerajaan Han.
"Dengarlah Yang Mulia, lakukanlah demi negaramu. Aku akan menunggumu." ucap Lin xia yang memberikan pengertian kepada sang Kaisar.
"Maafkan Aku, karena aku harus mengecewakanmu. Besok aku akan menikahimu, namun sekarang ternyata para pasukan Kerajaan Sun telah bergerak untuk menyerang Kerajaan ini." ucap Kaisar Yun Fang.
"Hemm.," Lin xia tersenyum kepada sang Kaisar. "Aku akan selalu menunggumu disini, bawalah sebuah kemenangan untuk kita sebagai hadiah pernikahanmu dan aku." ucap Lin xia yang kemudian memberikan kecupan di pipi sang Kaisar.
Rumor mengenai Kerajaan Sun begitu luas, Kerajaan yang begitu besar dan kekuatan pasukan yang begitu besar pula. para dayang istana memberitahukan hal itu kepada Lin xia, hingga membuat gadis itu sedikit khawatir kepada kaisar Yun Fang.
"Bagaimana mungkin ini terjadi, baru kemarin aku merasakan kebahagiaan. Mengapa ini harus terjadi padaku." guman Lin xia sembari menatap langit.
Para pasukan Kerajaan Sun telah menyerang Kerajaan Han, para dayang istana telah membawa Lin xia ke suatu tempat. para wanita yang ada di Kerajaan itu diminta untuk bersembunyi agar tidak dilukai oleh Kerajaan Sun.
"Kau mau ke mana, nona!" seru para pelayan.
"Aku akan membantu para pasukan, kalian bersembunyilah. aku akan baik-baik saja!" seru Lin xia.
Terlihat para pelayan itu memegang tubuh Lin xia, ''Tidak, Yang Mulia bilang Nona Lin xia harus bersembunyi bersama kami!" seru para pelayan.
"Dengarkanlah aku, di duniaku aku adalah petarung. tidak mungkin aku akan bersembunyi di dunia ini!" seru Lin xia yang kemudian mendorong tubuh para pelayan.
Terlihat para pelayan tidak mampu untuk menghentikan langkah kaki Lin xia. di luar tempat itu para pasukan Kerajaan Sun telah membobol gerbang pertahanan Kerajaan Han. rumor itu memang benar, para pasukan Kerajaan Sun benar-benar sangat brutal seperti monster.
Lin xia tidak pernah takut karena kehidupannya penuh dengan kekerasan. jadi untuk sekarang membunuh bukanlah suatu kejahatan, Jadi Lin xia tidak akan takut untuk melakukan hal itu.
TRANG!!!
HYAA!!!!
TRANGGG!!!
__ADS_1
Lin xia terus mengayunkan pedangnya dan terus membunuh para pasukan Kerajaan Sun, nampak wanita itu tidak takut sama sekali. tekadnya begitu besar, dia tidak ingin kehilangan kebahagiaannya untuk saat ini.
TRANGG!!
ZLEPP!!
HYAAA!!!
TRANGGG!!
TRANGGG!!
ZLEPP!!
KRESSS!!!
Terlihat Lin xia terus mengayunkan pedangnya, memutarkan pedang itu di tubuhnya hingga meloncat seperti dia tidak punya beban sama sekali. tubuhnya terus meliuk memenggal kepala para pasukan Kerajaan Sun, yang terlihat para pasukan Kerajaan Han yang melihat aksi Lin xia mereka sangat takjub. bahkan Jenderal Kerajaan Han Jenderal Bhauji tidak menyangka kalau calon istri Rajanya mempunyai kekuatan yang begitu hebat.
"Jenderal, hati-hati di belakangmu!" seru Lin xia.
"Berikan aku kuda kalian!" seru Lin xia yang kemudian menunggang kuda,
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
__ADS_1
- The royal palace