
Kaisar Tian mo langsung berdiri sembari menatap wajah bawahannya.
"Ada apa?" tanya Kaisar Tian mo.
"Apa yang mulia mau ke aula kerajaan?" tanya Kasim.
"Iya." jawab kaisar.
Kondisi yang benar-benar tidak bisa di katakan, Kaisar Tian mo begitu terpukul dengan kejadian yang terjadi. langkah kaki yang tidak sama seperti dulu, langkah kaki tegap itu sekarang sudah berubah.
"Yang mulia kaisar tiba!!" seru penjaga pintu aula.
"Semoga yang mulia panjang umur!!" seru para pejabat.
Kaisar Tian mo menaiki singgasana kebesarannya.
"Hormat hamba, yang mulia!" seru utusan kerajaan Sang.
"Apa yang membuat menteri kerajaan Sang berada di tempat ini?" tanya Kaisar Tian mo.
"Hormat hamba yang mulia." seorang gadis muda maju menghadap Kaisar.
"Siapa kamu?" tanya Kaisar Tian mo.
"Maaf yang mulia, hamba adalah putri dari kerajaan Sang. nama hamba putri Yin mai." jawab putri.
Melihat seorang wanita menghadap, tentu saja selir Rui na tahu kalau ada sesuatu dengan datangnya utusan dari kerajaan Sang.
"Lalu, apa yang membuat kalian datang kemari?" tanya Kaisar Tian mo.
"Kami diminta oleh yang mulia kaisar kerajaan Sang untuk melakukan perjanjian perdamaian dengan yang mulia kaisar kerajaan Ming." jawab menteri kerajaan Sang.
"Apakah hanya itu atau ada maksud lain dengan kedatangan kalian ke kerajaanku?" tanya Kaisar Tian mo.
__ADS_1
Seketika Putri Yin Mai nampak tersenyum kemudian hendak mendekati Kaisar Tian mo. "Tentu saja tidak, Yang mulia. kami kemari hanya ingin melakukan perjanjian perdamaian saja." jawab Putri Yin mai sambil tersenyum menggoda kepada sang Kaisar.
selir Rui na dapat melihat ada sesuatu yang diinginkan oleh wanita itu, apalagi semua orang tahu kalau di kerajaan Ming belum ada satu wanita yang bisa menjadi permaisuri. kelihatannya.
"Wanita ini mempunyai Maksud lain ke kerajaan ini, aku yakin dia menginginkan kedudukan sebagai permaisuri." guman selir Rui na dalam hati yang dari tadi menatap Putri yang terus tersenyum kepada kaisar Tian.
Di tempat lain juga ternyata kaisar kerajaan Sang menyuruh salah satu putrinya yang lain untuk pergi ke kerajaan Han. rumor mengenai permaisuri kerajaan itu yang sangat luar biasa, Hal itu membuat kaisar kerajaan Sang begitu berambisi agar salah satu putrinya menjadi selir di kerajaan Han. satu putrinya lagi menjadi permaisuri di kerajaan Ming.
*KERAJAAN HAN*
"Hormat hamba, Yang mulia." seru para pejabat kerajaan Ming.
"Apa yang membuat kalian berada di kerajaan ini?" tanya Kaisar Yun Fang.
"Kami sudah memberikan surat kepada yang mulia, kalau kaisar kerajaan Kami akan mengadakan melakukan perjanjian damai dengan kerajaan Han." jawab utusan kerajaan Sang.
"Baiklah kalau begitu, karena anda sudah mengatakan semua yang perlu Anda katakan lebih baik anda beristirahat dahulu. saya yakin kerajaan Sang dan kerajaan Han jaraknya cukup jauh." Lin xia yang langsung mengatakan kata-kata memutus yang seolah wanita itu benar-benar lugu dan tidak mengetahui rencana yang dimiliki oleh kerajaan sang.
"Terima kasih, yang mulia." ucap utusan kerajaan Sang.
"Yang mulia Kaisar." Panggil putri kerajaan sang.
Lin xia melihat seorang gadis muda yang tiba-tiba terhenti ketika utusan kerajaannya sudah hendak meninggalkan aula, Kaisar Yun Fang tidak menanggapi perkataan wanita itu. dia hanya tersenyum dan senyumnya itu tertuju pada istrinya.
"Ada apa, Putri?" tanya Lin xia.
"Saya hanya ingin memperkenalkan nama saya, Yang mulia permaisuri." jawab putri kerajaan Sang.
"Baiklah kalau begitu, Siapa namamu?' tanya Lin xia.
"Nama saya adalah Putri Hui-la." jawab putri kerajaan Sang.
"Baiklah, karena semuanya sudah selesai kalian segera bubar. aku dan istriku akan segera kembali ke tempat kami!" seru kaisar Yun Fang yang kemudian pergi.
__ADS_1
Kelihatannya putri kerajaan Sang benar-benar tidak dianggap oleh kaisar Yun Fang. tatapan mata pria itu tidak tertuju kepadanya sama sekali, Dia segera meninggalkan aula kerajaan tanpa melirik Sang Putri sama sekali.
"Kenapa pria ini tidak meliriku sama sekali? Apakah wajahku tidak cantik?" guman Putri Hui-la yang dari tadi menatap Kaisar Yun Fang.
Sang Kaisar tersenyum menatap istrinya kemudian memegang erat tangan sang istri, orang-orang yang ada di aula nampak tersenyum menyindir putri dari kerajaan Sang.
"Kelihatannya wanita ini ingin bermain-main dengan permaisuri kita." ucap salah satu menteri.
"Kamu benar sekali, kelihatannya wanita ini ingin bermain-main dengan permaisuri. Bagaimana tanggapan dari permaisuri? lalu apa yang akan dia lakukan?" tanya menteri yang lain.
"Yang jelas permaisuri tidak akan ditinggal diam saja kalau wanita manapun mencoba untuk bermain-main. aku yakin nyawanya akan segera tertinggal." jawab jenderal Bhauji yang tiba-tiba langsung memotong pembicaraan dua menteri tersebut.
"Ha-ha-ha..., kamu benar sekali, jenderal. aku yakin yang mulia permaisuri tidak akan membiarkan wanita manapun mencoba untuk mendekati yang melihat Kaisar." jawab menteri pertahanan.
"Pasti akan ada sandiwara yang sangat menegangkan, aku yakin yang mulia Kaisar tidak akan pernah melirik wanita itu. bahkan yang mulia Kaisar tidak akan pernah memberi hatinya kepada wanita lain." Jenderal Bhauji benar-benar yakin kalau kaisar Yun Fang tidak akan pernah merasakan cinta kepada wanita lain selain Lin xia. wanita yang begitu hebat bahkan mampu menaklukkan musuh-musuhnya.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
__ADS_1
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace