THE ROYAL PALACE

THE ROYAL PALACE
KAISAR TIAN MO TERBAKAR CEMBURU


__ADS_3

Sakit, itulah yang sekarang di rasakan oleh Kaisar Tian mo saat melihat Kaisar Yun Fang dan Lin xia begitu bahagia. tatapan mata Kaisar Tian mo terus menatap Lin xia yang bersama dengan selir Rui na.


"Seharusnya akulah yang berada di tempat itu, seharusnya aku yang tertawa dan bahagia." guman Kaisar Tian mo dalam hati.


"Aku senang karena selir Rui na mau datang ke kerajaanku." ucap Lin xia yang berbicara begitu dekat dengan selir itu. memang dulu Lin xia tidak pernah merasakan cemburu ataupun sakit hati karena wanita itu dibawa oleh kaisar Tian mo sebagai istri keduanya.


"Tentu saja aku harus kemari, aku harus melihat saudariku yang sudah bahagia." jawab selir Rui na.


"Tentu saja, tentu saja aku sangat bahagia karena selir mau ke sini. aku ingin kamu melihat kebahagiaan yang sudah aku dapatkan." jawab Lin xia.


Selir Rui na nampak menganggukkan kepalanya, wanita itu pun juga ingin bahagia seperti mantan madunya itu.


"Aku juga ingin bahagia sepertimu, Yang mulia. Aku juga ingin mendapatkan cinta dari yang mulia Kaisar." ucap selir Rui na.


"Kamu tidak boleh menyerah, kamu harus mempunyai pendirian kuat. Jangan biarkan para wanita itu berusaha untuk mengganggu ketenangan kalian. kalian harus menjadi pasangan yang bahagia, kamu harus mendekati yang mulia Kaisar dengan cepat. Jangan biarkan pria itu melirik wanita lain." ucap canda tawa yang begitu hangat.


Kaisar Yun Fang melihat sang istri yang benar-benar begitu bahagia, namun tatapan mata kaisar Yun Fang menatap kaisar Tian mo terus menatap ke arah istrinya. memang salahnya sendiri karena dia menjadikan istrinya taruhan. sekarang Wanita itu sudah bahagia bersamanya.


"Aku tidak akan pernah melepaskan isteriku." guman Kaisar Yun Fang dalam hati.


"Suamiku." panggil Lin xia.


"Ada apa, isteriku?" tanya Kaisar Yun Fang.


"Yang mulia, kita harus segera memulai pesta besarnya." ucap linsia dengan begitu lembut.


Kaisar Yong Fang tersenyum kemudian memegang erat tangan sang istri. "Tentu saja, istriku." jawab sang kaisar yang kemudian pergi untuk membuka pesta besar kerajaan Han.


Begitu bahagia Lin xia, dia terlihat seperti seorang wanita yang terlahir kembali. tatapan mata para Kaisar Yun Fang menatap sang istri. Kaisar Yun Fang yang begitu cantik, menawan pandai bahkan dia adalah wanita yang sangat luar biasa.

__ADS_1


"Yang mulia Kaisar benar-benar sungguh beruntung mendapatkan wanita yang begitu luar biasa." ucap beberapa pria yang ada di kerajaan.


Kaisar Tian mo yang Mendengar hal itu nampak dia sedikit tersentak, dia mendengar begitu banyak pujian dari orang-orang yang ada di kerajaan itu.


Pesta hari itu benar-benar begitu luar biasa, Lin xia dan Kaisar Yun Fang terlihat begitu bahagia. para kaisar yang ada di tempat itu nampak sedikit iri dengan kebahagiaan yang didapatkan oleh kaisar Yun Fang. mereka benar-benar begitu memuji Lin xia sebagai wanita yang memang diturunkan oleh para dewa.


Pesta itu berjalan hingga malam menjelang, para tamu undangan tentu saja sudah dipersiapkan tempat untuk menginap. malam itu Lin xia sedang berbincang-bincang dengan selir Rui na, mereka nampak begitu akrab. perbincangan itu dilihat oleh kaisar Yun Fang.


"Kamu benar-benar sangat beruntung, yang mulia." ucap selir Rui na.


"Ada apa, selir?" tanya Lin xia.


"Yang mulia benar-benar sungguh beruntung, yang mulia Kaisar Yun Fang begitu mencintaimu." jawab Selir Rui na.


"Iya, aku memang sangat beruntung memiliki suami seperti dia. Dia begitu baik, begitu penyayang bahkan dia adalah pria yang sangat luar biasa." jawab Lin xia.


"Pasti yang mulia permaisuri adalah wanita yang begitu bahagia, seorang wanita yang memiliki cinta dan segalanya." ucap selir Rui na.


"Selir." Panggil kaisar Tian mo yang sudah berada di tempat itu. pria itu memang sengaja mendatangi selir Rui na yang sedang berbicara dengan Lin xia. apalagi maksudnya kalau bukan berusaha untuk mendapatkan perhatian wanita itu lagi.


"Yang mulia." jawab selir Rui na yang menatap sang suami. "Yang mulia, Apakah yang mulia ada perlu denganku?" tanya Selir Rui na.


"Ini sudah malam, Kenapa kamu tidak segera kembali?" tanya Kaisar Tian mo.


"Maaf, Yang mulia permaisuri. kita berbincang-bincang hingga malam, aku sampai lupa waktu." ucap selir Rui na.


"Tidak apa-apa, selir. lagi pula kamu juga butuh teman kan." jawab Lin xia.


Tatapan mata Kaisar Tian mo terus menatap Lin xia tanpa berkedip sama sekali. kaisar Yun Fang yang berada tidak jauh dari tempat itu nampak pria itu langsung bergegas untuk mendekati sang istri.

__ADS_1


"Istriku." Panggil Kaisar Yun Fang.


Lin xia menoleh menatap sang suami yang sudah berada di tempat itu. "Ya, suamiku." jawab Lin xia dengan begitu lembut.


Seketika sang Kaisar duduk di samping sang istri, pria itu membenarkan rambut istrinya yang sedikit berantakan. "Aku sudah bilang kan sering-seringlah meminta para dayang untuk membersihkan rambutmu. Lihatlah selalu saja kotor saat kamu kembali dari taman." ucap Kaisar.


"Iya, suamiku. tadi aku tidak sempat karena aku langsung berbicara dengan selir Rui na." jawab Lin xia yang memberikan senyum begitu menawan kepada sang suami.


Sedangkan kaisar Tian mo yang melihat hal itu nampak hatinya benar-benar terbakar api cemburu.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)

__ADS_1


- The royal palace


__ADS_2