
"Pantas saja Pangeran beberapa hari ini tidak menemuiku. Ternyata dia sedang jalan-jalan ya." ucap Lin xia.
"Lebih baik selir Lin xia kembali ke kediaman anda." pinta Jenderal.
"Kenapa juga sih aku harus kembali, aku lebih senang di sini daripada di sana. setiap hari aku harus melakukan pekerjaan seperti aku ini pelayan." ucap Lin xia.
"Apakah yang mulia Kaisar tidak pernah sekalipun mencoba untuk berbuat baik kepada Anda?" tanya Jenderal.
"Lebih baik apanya, Kamu tahu beberapa hari yang lalu aku disuruh menyalin beberapa buku." jawab Lin xia.
"Memangnya apa yang anda lakukan?" tanya Jenderal.
"Katanya aku banyak keluyuran dan membuat dia malu." jawab Lin xia yang membuat Jenderal Tian hanya bisa menghela nafasnya kasar
Akhirnya Lin xia kembali ke kediamannya, terlihat gadis itu terus bernyanyi sembari melompat-lompat kecil. Para pasukan yang melihat Lin xia, semuanya nampak tersenyum karena Lin xia adalah gadis yang selalu riang.
"Anda dari mana, Yang Mulia?" tanya pelayan kepada Lin xia.
"Kemarin kan aku sudah bilang kalau aku mau berlatih memanah." jawab Lin xia.
"Sebaiknya Yang Mulia bersiap-siap karena barusan undangan dari Yang Mulia Kaisar sudah datang." ucap salah satu pelayan.
"Kok bisa?" tanya Lin xia.
"Entahlah, Nyonya. tapi undangan dari yang mulia Kaisar barusan datang. katanya Nyonya harus ke sana Jika tidak yang mulia Kaisar akan menghukum anda kembali." jawab pelayan.
"Memangnya Apa hukumannya jika aku tidak mau ke pesta itu?" tanya Lin xia.
"Katanya nyonya disuruh membersihkan perpustakaan sama menyalin 10 buku sekaligus." jawab pelayan yang membuat Lin xia langsung melotot.
"Dasar pria gila, dia itu sukanya selalu menyudutkan ku awas aja ya pasti suatu saat aku akan balas dendam." ucap Lin xia kesal.
"Lebih baik nyonya datang daripada Nyonya dihukum." ucap salah satu pelayan.
"Baiklah kalau begitu, aku akan mandi." Lin xia kemudian pergi untuk membersihkan dirinya, terlihat gadis itu membersihkan tubuhnya yang kotor.
"Selir Lin xia, Apakah selir benar-benar tidak ingin datang ke pesta itu?" tanya salah satu pelayanan.
"Kau tahu sendiri kan, pasti Kaisar itu mencoba untuk menghina Aku. bahkan sering sekali dia menghinaku, kalau aku wanita seperti kalian Mungkin aku akan menangis dan meraung-raung." ucap Lin xia kepada para pelayannya.
Para pelayan itu menganggukkan kepalanya, karena benar apa yang dikatakan oleh selir buangan Kaisar itu. Hari ini Lin xia telah berdandan dengan cantik, terlihat gadis itu ingin melihat bagaimana kehidupan di Kerajaan ini.
Hari ini Lin xia tidak akan berfikir kalau sang Kaisar mencoba untuk menghinanya atau menghancurkannya. Lin xia berjalan dengan anggunnya hingga gadis itu memasuki Aula kerajaan tempat pesta diadakan.
__ADS_1
Seketika tatapan mata sang Kaisar menatap selirnya yang sudah berada di tempat itu.
"Aku tidak pernah menyangka, kalau dia malah datang sendirian hari ini. Pangeran Lee Hyun tidak akan pernah bisa membantumu, karena pria itu tidak ada di Kerajaan." ucap Kaisar Tian mo yang melihat Lin xia datang sendiri.
"Selamat malam selir Lin xia." ucap salah satu pejabat.
"Selamat malam, Tuan." jawab Lin xia dengan nadanya yang lembut.
"Dengarkan aku!!" seru kaisar.
Sesaat kemudian acara pun dimulai, nampak sang Kaisar berdiri di tempatnya bersama selir Rui na. Sebuah senyum di bibir sang Kaisar saat melihat selir Lin xia sedang berbincang-bincang dengan para pejabatnya. sesaat kemudian rombongan dari beberapa Kerajaan memasuki Aula Tempat pesta.
"Selamat, Yang Mulia. atas kejayaan Kerajaan ini!" seru salah satu Kaisar dari Kerajaan tetangga.
"Terima kasih Kaisar Yun Fang." jawab Kaisar Tian mo.
"Begitu cantik selirmu, Yang Mulia." ucap Kaisar Yun kepada kaisar Tian mo.
"Tentu saja Yang Mulia, dia adalah selir kesayangan ku." jawab Kaisar Tian mo.
"Oh ya, Katanya kau memiliki dua selir. lalu yang mana selirmu yang satunya?" tanya Kaisar Yun.
Seketika Kaisar Tian mo mencari keberadaan selir yang selalu membuat masalah itu.
"Dia sedang berada bersama para pejabat." jawab Kaisar Tian mo.
"Apakah dia?" tanya Kaisar Yun.
"Benar." jawab Kaisar Tian mo.
Tak lama kemudian beberapa Kaisar juga mendatangi Kaisar Tian mo. Acara pun dimulai sebuah permainan membuat malam itu menjadi Malam yang begitu mempesona.
"Oh ya, Yang Mulia. kalau permainan ini aku menangkan lalu apa hadiahnya?" tanya Kaisar Yun kepada Kaisar Tian mo.
"Apa saja akan kuberikan." jawab Kaisar Tian mo.
Kaisar Yun Fang tersenyum kepada Kaisar Tian mo. terlihat ada sesuatu yang dipikirkan oleh kaisar Yun.
"Baiklah kalau begitu, aku akan meminta hadiah yang aku inginkan. jika aku telah memenangkan perlombaan ini keesokan hari." ucap Kaisar Yun.
Di pesta itu nampak kaisar Yun terus menatap Lin xia yang terus berbicara dengan beberapa pejabat bahkan para menteri yang ada di sana. pesta itu berjalan begitu meriah.
"Aku tidak akan menyukai Jika kamu membuat masalah ataupun kamu berusaha untuk membuat masalah." kaisar yang secara tiba-tiba mendatangi Lin xia.
__ADS_1
"Tenang saja, aku tidak akan membuat masalah lagi. pula kalau hari ini aku membuat masalah tidak akan ada orang yang membantuku." jawab Lin xia.
"Tentu saja karena pangeran tidak ada di sini, Jika sampai kamu membuat masalah Lihatlah ruang dingin sudah aku persiapkan sebagai tempat hukumanmu." ucap Kaisar.
"Apakah tidak ada tempat yang lebih kejam dari ruang dingin itu? karena jika kau hanya menaruh ku di ruang dingin itu aku pasti akan kembali dengan kondisi baik." jawab Lin xia.
"Apakah kamu yakin?" tanya kasar Tian mo.
"Tentu saja mungkin karena beberapa waktu yang lalu aku baru mengenal tempat itu, makanya aku sempat sakit beberapa waktu. tapi jika kau menaruhku di sana lagi Aku jamin aku sudah kebal." jawab Lin xia dengan kata-kata yang begitu tajam hingga membuat kaisar raut wajahnya langsung berubah.
"Lebih baik kau kembali ke tempatmu. Aku benar-benar tidak ingin melihat wajahmu." ucap Kaisar.
"Lebih parahnya Aku tidak ingin melihat wajahmu daripada kau ingin melihat wajahku." jawab Lin xia yang kemudian meninggalkan pesta.
"Yang mulia, Kenapa yang mulia mengatakan hal itu kepada selir Lin xia, Bukankah dia adalah wanita yang sangat baik?" tanya selir Rui na.
"Sudahlah, kamu tidak usah banyak bicara. lebih baik kamu menemui para tamu dari kerajaan itu. Aku tidak ingin kehilangan muka." jawab Kaisar yang kemudian meninggalkan selirnya tersebut.
KEESOKAN HARI
Akhirnya telah datang perlombaan untuk para Kaisar yang diadakan oleh kaisar Minho.
"Jika ada diantara salah satu Kaisar yang bisa memanah hewan buruan itu, maka dia akan mendapatkan hadiah apapun!" seru Kaisar Tian mo.
Akhirnya permainan pun dimulai, begitu seru antara satu Kaisar dan Kaisar yang lainnya nampak saling bersaing.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
__ADS_1
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace