
Sinar mentari memasuki sebuah gazebo yang ada di kerajaan hantu, suara canda tawa dan senyuman yang begitu menenangkan hati.
"Yang mulia, yang mulia permaisuri harus hati-hati. kasihan nanti kalau bayi yang ada di kandungan yang mulia diajak loncat sana loncat sini." ucap dayang Sansan.
"Tidak apa-apa, Sansan. anakku adalah orang yang kuat, dia tidak boleh lemah." jawab Lin xia.
Di tempat yang tidak jauh terlihat sang Kaisar menatap istrinya dengan tatapan yang begitu lembut. senyum yang tidak bisa terelakkan itu terus terlihat di wajah Kaisar Yun Fang.
"Kamu tahu, kasim. aku hidup selama 35 tahun hanya dengan memikirkan kerajaan. sekarang aku mempunyai sesuatu yang harus aku pikirkan, seorang istri dan bayi yang ada di kandungannya." ucap Kaisar Yun Fang.
"Benar sekali, yang mulia. sekarang yang mulia sudah mendapatkan kebahagiaan yang begitu besar." jawab Kasim.
"Terasa hidupku selama 35 tahun begitu hambar. sekarang begitu berarti setelah kehadiran wanita yang diturunkan oleh para dewa." jawab kaisar Yun Fang.
"Yang mulia, apakah yang mulia tidak ingin menemui yang mulia permaisuri? Apakah kita akan berdiri di sini terus?" tanya Kasim.
"Aku ingin memandang istriku seperti ini, Kasim. Aku ingin melihat wanita yang begitu aku cintai itu." jawab Kaisar.
Kasim dan beberapa pengawal sang Kaisar nampak mereka tersenyum dengan kata-kata romantis yang dikeluarkan oleh pria itu. 35 tahun usia sang Kaisar, selama bertahun-tahun pula menteri dan pejabat kerajaan selalu meminta sang Kaisar untuk mencari pendamping hidupnya. namun selama itu pula sang Kaisar tidak pernah mendengarkan perkataan para pejabatnya.
"Dulu aku selalu dipaksa untuk menikah kan, Kasim. namun ketika aku bertemu dengannya tiba-tiba saja Aku ingin menjadikan dia istriku, aku tidak peduli dia milik orang lain walaupun kepemilikan itu hanyalah status yang tidak pernah diakui." Kaisar Yun Fang berbicara sembari menatap sang istri dari jauh. senyumnya begitu lebar, pandangan matanya terus menatap sang istri yang sedang berbicara dengan tiga orang kepercayaannya.
"Kita harus bersyukur kepada para dewa, yang mulia." ucap Kasim.
"Kamu benar, istriku diturunkan di kerajaan Ming namun sekarang dia menjadi permaisuri kerajaan Han." jawab Kaisar.
"Berkat kebodohan Kaisar Tian mo kita sekarang mendapatkan kejayaan berkali-kali lipat, Yang mulia permaisuri adalah wanita yang benar-benar diberkahi. wanita yang dipilih oleh para dewa untuk menemani yang mulia Kaisar." ucap Kasim.
__ADS_1
"Aku tidak tahu itu karena kebodohan dari Kaisar Tian mo atau karena dia harus berhati-hati dengan wanita yang tiba-tiba diturunkan oleh langit Itu. namun ketika aku pertama kali melihatnya tidak ada gores penghianatan yang aku lihat di wajahnya. namun hanya ada tingkah yang begitu luar biasa." jawab sang Kaisar.
"Saya yakin yang mulia benar-benar mencintai yang mulia permaisuri." ucap Kasim.
"Dia akan menjadi istriku satu-satunya, Kasim. Aku tidak akan pernah mencari istri yang lain, aku tidak peduli walaupun aku kehilangan tahtaku. aku akan mempertahankan istriku." jawab Kaisar Yun Fang.
Kasim menganggukkan kepalanya sembari tersenyum, cinta yang didapatkan oleh kaisarnya itu adalah cinta mati. hanya maut yang bisa mencabut perasaannya. ketika Lin xia sedang bercanda gurau di salah satu gazebo, terlihat wanita itu merasakan kehadiran suaminya. Lin xia menoleh menatap sang suami yang berdiri tidak jauh di gazebo tempatnya.
senyum ditunjukkan oleh Lin xia sembari melambaikan tangannya, terlihat wanita itu semakin cantik semakin luar biasa dengan pemikiran dari masa depannya.
"Yang mulia, yang mulia hari ini mau masak apa? masakan yang mulia aneh-aneh tapi lezat." dayang Ruina.
Dayang Ruina dan selir Rui na namanya hampir mirip bahkan bisa dibilang sama. hanya saja nama depannya yang beda, selir Rui na bernama Baek Rui na. sedangkan dayang Ruina bernama Ruina Mun.
"Apa yang sedang kamu lakukan, istriku?" tanya kaisar Yun Fang yang sudah menemui istrinya.
"Tidak ada apa-apa, yang mulia. hanya sedang membicarakan mengenai tempat asalku dulu." jawab Lin xia.
"Sebenarnya tempatnya hampir sama sih, yang mulia. kalau dipandang dari masa dulu dan sekarang, perbedaannya kalau zamanku sudah ada mobil sepeda ponsel pistol dan lain-lain." jawab Lin xia.
"Yang mulia, Apakah di tempat yang mulia permaisuri ada sesuatu yang unik?" tanya dayang Sansan.
"Ya tidak ada sih, Tapi kalau kalian ke tempatku semuanya jadi unik kalau aku ke tempat kalian seperti ini semuanya terasa aneh." jawab Lin xia.
DEG..
Entah mengapa tiba-tiba sang Kaisar merasakan ketakutan yang begitu hebat, pria itu takut jika tiba-tiba para dewa mengambil istrinya kembali.
__ADS_1
"Istriku, Apakah kamu merindukan tempatmu?" tanya sang Kaisar dengan raut wajah yang begitu ketakutan.
Lin xia menatap suaminya, wanita itu tersenyum sembari mengelus perutnya. "Aku sudah bilang Kan, suamiku. Ayahku sudah mempertaruhkan nyawanya untuk membawaku kemari. aku tidak akan pernah menyia-nyiakan hal itu, aku pasti akan berjuang, aku pasti akan mendapatkan kehidupan bahagia bersamamu." jawab tegas Lin xia yang membuat Kaisar Yun Fang tersenyum.
Padahal sudah berulang kali Lin xia mengatakan perkataan yang sama. namun ketakutan sang Kaisar akan kehilangan istrinya itu lebih besar.
"Yang mulia permaisuri, mobil sama motor itu bagaimana?" tanya Kasim.
"Percuma aku jelaskan, Kasim. tapi biar aku gambarkan bentuknya." jawab Lin xia yang kemudian tertawa terbahak-bahak.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
__ADS_1
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace