THE ROYAL PALACE

THE ROYAL PALACE
MALAM PENUH CINTA


__ADS_3

"Aku tidak bisa menahan nya, istriku." bisik Kaisar Yun Fang ditelinga Lin xia.


"Tidak tahan? lalu kamu akan Sekuat apa?" tanya Lin xia dengan nada yang begitu menggoda.


"Kau akan tahu jika kau sudah melihatnya." jawab Kaisar Yun Fang dengan wajah bersemu merah.


"Seperkasa itu kah?" tanya Lin xia dengan wajah yang mulai memerah juga.


"Tentu saja, dia seperti tombak yang siap menerjang di medan perang." jawab Kaisar Yun Fang yang membuat wajah isterinya semakin memerah.


Semakin lama ciuman Kaisar Yun Fang semakin menuntut, ciuman yang penuh dengan cinta, antara hasrat yang semakin membara dan menginginkan sebuah rasa di antara hasrat. sentuhan nakal sang kaisar mulai menuruni tubuh sang istri yang sudah tidak memakai pakaian sama sekali. hasrat Kaisar Yun Fang begitu membara.


AHHH...


Suara ******* dari Lin xia lolos begitu saja saat tangan sang suami sudah bergerak bergerilya di seluruh tubuhnya. bahkan tangan sang Kaisar membuat sentuhan-sentuhan nakal yang membuat Lin xia semakin mendesah.


"Kau nakal sekali, suamiku." ucap Lin xia yang membuat Kaisar Yun Fang semakin bergairah dan membuat dirinya tidak bisa menahan hasratnya.


"Senjataku sudah tidak bisa terkontrol, istriku." ucap Kaisar Yun Fang yang kemudian melepaskan pakaian bagian bawahnya. terlihat pria itu memberikan sentuhan-sentuhan kecil yang membuat Lin xia merasakan kenikmatan yang belum pernah dia rasakan.


Suara ******* kedua insan saat mereka telah bersatu dalam kehangatan.


"Hangat istri Ku." bisik sang kaisar yang merasakan sensasi yang baru pertama kali dia rasakan, seorang pria yang merasakan cinta dan kenikmatan yang luar biasa.


Lin xia terus mendesah saat merasakan kenikmatan yang baru dia dapatkan, suara ******* dari kedua insan itu semakin lama semakin bergairah. ketika Kaisar Han terus memberikan perlawanan saat mereka bersama.


"Aku akan memberikanmu cinta yang paling indah ini." ucap Kaisar Yun Fang di telinga sang istri. Hal itu membuat wajah Lin xia sudah tidak bisa diucapkan lagi.


Lin xia nampak merasakan sensasi yang begitu luar biasa, sebuah hasrat yang penuh dengan kenikmatan. gairah yang sudah tidak bisa dikatakan ketika tubuh Sang suami semakin lama semakin berkeringat, alunan-alunan irama ******* yang mengalun menjadi irama yang begitu indah di dalam kediaman sang Kaisar.


"Aku tidak akan keluar seharian, akan ku buat kau merasakan cintaku seharian ini." ucap Kaisar Yun Fang yang membuat tangan Lin xia terus memeluk tubuh Sang suami.


"Berikan aku cinta yang kau katakan itu, suamiku." jawab Lin xia yang membuat Kaisar memberikan sesuatu yang mereka inginkan.


"Aku mencintaimu, istriku!" seru Kaisar Yun Fang yang kemudian mencapai titik hasratnya.


Nafas yang memburu ketika Dua insan itu telah mencapai pencapaian yang sejak tadi mereka kejar. nikmat, itu adalah sebuah kata yang diucapkan oleh sepasang suami istri itu.

__ADS_1


"Seperti inikah surga Dunia itu, suamiku?" tanya Lin xia kepada sang suami.


"Aku juga baru merasakannya istriku, rasanya begitu luar biasa." jawab Kaisar Yun Fang yang kemudian memeluk tubuh sang istri.


Terlihat sepasang suami istri itu sudah kelelahan, Entah berapa lama mereka terus bergulat pada hasrat yang telah memenuhi hati mereka.


"Ayo kita tidur, istriku. setelah aku bangun aku ingin melanjutkan kenikmatan yang tadi aku rasakan." ucap Kaisar Yun Fang yang kemudian memeluk sang istri.


Akhirnya malam penuh cinta itu sudah tercapai juga, sepasang suami istri itu terlelap dalam kehangatan malam penuh dengan cinta. Beberapa hari kemudian akhirnya waktu sudah mulai berjalan. Lin xia yang mempunyai gelar permaisuri itu pun mulai menerima tanggung jawab istana bagian dalam. kaisar Yun Fang memang tidak menginginkan selir dalam bentuk apapun atau dengan negosiasi atau apapun.


"Yang mulia." Panggil salah satu pelayan pribadi Lin xia.


"Ada apa." jawab Lin xia.


"Yang mulia, apakah yang mulia tidak ingin melihat dapur istana?" tanya pelayan Lin xia.


"Sansan, Aku kan sudah bilang kalau aku serahkan bagian dapur padamu. sekarang kamu adalah dayang bagian dapur, kamu memiliki jabatan sebagai orang kedua yang berkewajiban untuk melihat apapun yang ada di dapur." jawab Lin xia.


"Hamba sangat bersyukur karena permaisuri begitu baik kepada hamba." ucap Sansan.


"Kamu sekarang harus memakai pakaian dayang, sedangkan Ruina akan menjadi dayang pribadiku. kalian harus memberikan apapun informasi yang ada di istana ini, aku tahu karena jabatanku sebagai seorang permaisuri selalu diincar oleh begitu banyak wanita yang ada di kerajaan ini. aku ingin kalian setia kepadaku." ucap Lin xia.


Pengawal pribadi Lin xia yang bernama Ling su juga sudah menjadi pengawal pribadi yang mempunyai jabatan yang bisa dibilang tinggi. ketiga orang itu akan mampu melindungi Lin xia dari orang-orang yang membencinya.


"Kalian aku perbolehkan pulang, 1 bulan 2 kali bergiliran. kalian bebas melakukan apapun, aku minta uang yang kalian dapatkan kalian tabung untuk keluarga kalian." ucap Lin xia.


"Terima kasih yang mulia." jawab Sansan.


Memang begitu banyak orang yang begitu menginginkan jabatan permaisuri yang sekarang dimiliki oleh Lin xia. para pejabat dari kalangan kerajaan selalu berusaha untuk membuat Putri mereka menjadi wanita luar biasa agar bisa menjadi selir Kaisar.


"Yang mulia, hari ini akan ada pesta perjamuan yang diadakan untuk yang mulia permaisuri." ucap Ling su.


"Iya, aku sudah tahu." jawab Lin xia.


"Kita akan lihat apa yang akan mereka lakukan, Karena aku tahu begitu banyak orang yang menginginkan menjadi permaisuri suamiku." ucap Lin xia.


"Yang mulia harus lebih kuat."

__ADS_1


Ruina yang bersemangat.


"Ayo kita berjuang bersama kita harus menjadi orang-orang hebat jangan sampai orang-orang yang ingin menindas kita menang seru lincia dengan suara yang begitu keras hingga membuat Ruina, Sansan dan Ling su bersemangat.


"Ya!!" seru orang-orang itu.


Perjalanan panjang akan dilalui oleh Lin xia dan kaisar Yun Fang.


*DAPUR ISTANA*


"Mulai sekarang dayang Sansan akan mengawasi semua yang akan aku makan dan yang mulia. mulai sekarang kalian akan diperintah oleh dayang Sansan." ucap Lin xia.


"Baik, yang mulia." jawab para dayang dan pelayan.


Salah satu dayang nampak terlihat tidak menyukai kehadiran Lin xia, wanita itu menatap Lin xia dengan tatapan mata yang benar-benar begitu membenci.


"Aku sudah melayani yang mulia selama bertahun-tahun, sekarang wanita ini ingin menggeser posisiku." guman salah satu dayang.


"Ada apa dayang Wan, kenapa kamu menatapku seperti itu? Apakah kamu tidak menyukai apa yang sudah aku putuskan?" tanya Lin xia kepada dayang Wan.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci

__ADS_1


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- The royal palace


__ADS_2