
BRAKKK...
Kaisar Yun Fang telah menutup pintu kediamannya, terlihat pria itu akan memberikan pelatihan kepada sang istri sebelum wanita itu pergi ke tempat pelatihan barak para pasukan.
"Apa yang kau lakukan suamiku!" seru Lin xia yang telah digendong oleh sang suami.
"Aku akan memberikanmu pelatihan sebelum kau melatih para pasukan." jawab Kaisar Yun Fang yang kemudian tersenyum kepada istrinya itu.
Lin xia sangat mengerti kemana arah pembicaraan sang suami.
"Apa maksudmu, Suamiku. aku harus segera pergi ke tempat para pasukan. karena mereka menungguku!" seru Lin xia.
"Aku tadi juga menunggumu kan." jawab Kaisar Yun Fang yang kemudian melucuti pakaiannya sendiri.
"Ini bukannya pelatihan, suamiku. tapi kau ingin menyegarkan tubuhmu!" seru Lin xia yang membuat Kaisar Yun Fang tersenyum. Kaisar dengan segera melucuti pakaian sang istri yang cemberut kepadanya.
"Heh..., ternyata istriku sudah tidak mencintaiku lagi." ucap Kaisar yang telah menghembuskan nafasnya karena melihat Lin xia sedang cemberut padanya.
"Apa yang kau katakan?" tanya Lin xia yang terlihat marah kepada Kaisar.
"Lihat lah, kau sudah tidak mencintaiku lagi, Istriku. bahkan kau marah saat aku ingin menyentuhmu." ucap Kaisar yang kemudian memunggungi Lin xia.
"Hehhh..
Lin xia menghela nafasnya, Tak lama kemudian wanita itu langsung memeluk tubuh Sang suami.
"Memangnya kau mau berapa lama kita berolahraga." bisik Lin xia ditelinga sang Kaisar.
Seketika Kaisar langsung tersenyum saat istrinya itu mulai menggodanya,
"Aku mau dari malam ini sampai besok pagi." jawab Kaisar yang membuat Lin xia langsung melotot.
"Kau Ingin membuatku tidak bisa bangun ya, suamiku." kesal Lin xia yang kemudian mendorong tubuh Sang suami dan mencubit dadanya.
"Aku akan memberikanmu kebahagiaan sesuai keinginanmu, suamiku." ucap Lin xia yang kemudian terus memberikan sentuhan-sentuhan nakal yang membuat Kaisar menggeliat seperti cacing kepanasan.
"Dasar gadis nakal Ku." ucap Kaisar yang kemudian memberikan ciuman panas kepada sang istri.
Sore itu menjadi sore yang penuh dengan nyanyian, ******* dari kedua insan terus mengalun. Sang Kaisar memberikan sentuhan-sentuhan di tubuh sang istri, terasa pria itu tidak berhenti saat dirinya terus mendapatkan godaan dari istrinya.
__ADS_1
"Akan ku buat malam ini akan menjadi malam yang panjang, karena aku akan membuatmu terus mendesah hingga kau tidak akan bisa pergi dariku, istriku." ucapkan Kaisar Yun Fang.
Jari-jemari Kaisar terus menelusuri tubuh sang istri, Lin xia terus menggeliat saat sentuhan sang suami. Tubuh yang terasa panas seperti tersengat listrik, hati yang terus bergejolak saat mendapatkan kehangatan.
Kaisar Yun Fang terus melakukan ritual malam mereka, suara ******* Lin xia yang terus terdengar hingga membuat sang Kaisar tidak bisa menghentikan aktivitasnya. pria itu terus menggerakkan tubuhnya dan memberikan serangan kepada sang istri.
"Aku tidak akan menghentikan Ini istriku." ucap Kaisar.
"Emmm....," Lin xia hanya bisa tersenyum sembari menahan gairah yang ada di tubuhnya, suara ******* sang Kaisar membuat gejolak mereka berdua semakin membara. tubuh yang dipenuhi keringat dan gerakan yang semakin dipercepat oleh sang Kaisar.
Suara kenikmatan itu terus mengalun saat pergerakan dua tubuh itu terus mencari arah kenikmatan yang ingin mereka capai. berulang kali sang Kaisar mencari tersenyum, Lin xia hanya menuruti semua keinginan sang suami. Karena Wanita itu tahu suaminya adalah pria yang tidak pernah merasakan cinta sama sekali.
"Hanya aku yang boleh ada di dalam hatimu dan tak boleh ada wanita lain." ucap nana di telinga sang suami. Kaisar Han nampak tersenyum, pria itu terus memberikan gerakan yang sangat bergairah. hal itu membuat Lin xia terus mendesah dan mengeratkan kedua tangannya di ranjang mereka.
"Kau begitu hebat, suamiku." ucap Lin xia.
"Hanya dirimu satu-satunya wanita yang bisa memberikan aku kebahagiaan di dunia dan di akhirat, istriku." ucap Kaisar Yun Fang yang kemudian memberikan kebahagiaan.
"Ah..ah..." suara ******* Lin xia terus mengalun saat dirinya juga telah mendapatkan pencapaian puncak kenikmatan.
Tubuh Kaisar langsung tergeletak di samping sang istri, pria itu terus memeluk tubuh istrinya seolah enggan untuk melepaskannya.
"Kau tidak boleh pergi selangkah pun dari ku, istriku. jika itu terjadi maka aku akan hancur dan tidak akan bisa kembali lagi." ucap Kaisar di sela pelukannya setelah selesai melakukan ritual cinta mereka.
cinta itu benar-benar begitu besar Kaisar kita mencintai wanita yang menjadi hadiah dari kemenangannya. setelah melakukan ritual cinta mereka Lin xia segera pergi ke barak kerajaan. para Kasim menatap wajah permaisuri yang terlihat tergesa-gesa sedangkan Kaisar keluar dengan wajah yang begitu bahagia bagaikan sinar matahari yang baru keluar di pagi hari.
"Lihatlah wajah sang Kaisar begitu bahagia seperti mentari yang baru bersinar." ucap Kasim.
"Jangan keras-keras, Kasim. nanti kita kena hukum." jawab Ling su.
"Tapi yang mulia tidak akan melakukan hal itu, Lihatlah Aura kebahagiaan terpancar begitu luar biasa." jawab Kasim.
Pengawal, Kasim dan beberapa dayang tentu saja mereka tersenyum. Sansan dan Ruina sudah pergi meninggalkan kediaman sang Kaisar mengikuti Lin xia ke barat prajurit.
"Yang mulia," Panggil Kasim.
"Ada apa kasim." jawab Kaisar sambil tersenyum.
"Yang mulia, apakah kita jadi ke aula?" tanya Kasim.
__ADS_1
"Tidak usah, kasim. kita segera ke barak para prajurit saja. Aku ingin melihat apa yang dilakukan oleh istriku." jawab Kaisar.
Akhirnya Kaisar Yun Fang dan anak buahnya pergi ke barak kerajaan, mereka akan melihat Apa yang dilakukan oleh Lin xia di tempat itu.
"Yang mulia." ucap Jenderal Bhauji.
"Kalian menungguku ya?" tanya Lin xia.
"Tentu, yang mulia. Saya kira yang mulia tidak datang." jawab Sang Jenderal.
"Maaf tadi aku ada keperluan sedikit, keperluan mendesak dan sangat tidak bisa diganggu gugat." jawab kesal Lin xia sembari mengekspresikan apa yang ada di pikirannya.
"Apakah semendesak itu, yang mulia?" tanya Jenderal.
"Tentu saja, kalau tidak percaya tanya saja kaisarmu itu." jawab Lin xia.
Mendengar nama Kaisar tentu saja Jenderal Bhauji tidak bisa mengatakan apapun. akhirnya sore itu Lin xia mengajari para prajurit kerajaan Han bagaimana cara berperang di zaman modern. cara untuk bertahan bahkan cara untuk melakukan serangan dengan kekuatan yang begitu luar biasa, karena di zaman itu para prajurit benar-benar dilatih dengan kekuatan yang stabil. walaupun di zaman kuno ada ilmu bela diri dan kekuatan yang lebih hebat.
"Wow.., Lihatlah kasim. istriku benar-benar luar biasa." ucap kaisar yang membuat kasim menganggukkan kepalanya.
"Benar, yang mulia." jawab Kasim.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
__ADS_1
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace