THE ROYAL PALACE

THE ROYAL PALACE
KEPUTUSAN LIN XIA


__ADS_3

"Nyonya, Yang Mulia Kaisar dan selir Lin-ci datang menjenguk Anda." ucap salah satu pelayan.


Lin xia tidak menghiraukan perkataan pelayannya itu, gadis tetap diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


"Kau jangan banyak berulah ya, Kau kira dengan kau membisu seperti itu aku akan ibah denganmu!" seru Kaisar Tian mo.


Sekali pria itu tidak bisa melihat Lin xia yang terdiam, bukannya membuat hati Lin xia merasa baikan malah sang Kaisar membuat Lin xia semakin benci dengan dirinya.


"Kau jangan pernah berulah dengan kau diam seperti itu. apakah aku akan merasa kasihan denganmu!" seru Kaisar Tian mo.


"Aku tidak peduli denganmu ataupun yang lain, segeralah tinggalkan tempatku. aku tidak berniat untuk melihat wajahmu." jawab Lin xia yang kemudian pergi meninggalkan Kaisar Tian mo dan Selir Rui na.


"Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan dengan Kaisar Yun Fang, namun yang harus kau tahu itu bahwa kau adalah hadiah yang aku berikan kepada kaisar Yun Fang!" seru Kaisar Tian mo.


"Kau tidak usah mengatakan hal itu padaku, karena aku tahu di mana kedudukan ku." jawab Lin xia.


DEG..


Kaisar Tian mo tersentak ketika mendengar jawaban Lin xia. sesaat kemudian Lin xia mengusir Kaisar Tian mo dan selir Rui na.


"Pergilah dari tempat ini, karena aku tidak ingin melihatmu." usir Lin xia.


BRAKK!!!


Lin xia menutup pintu kediamannya dengan keras. seketika dia memasuki kamarnya dan menangis.


"Ayah benar, aku tidak akan mau berada di tempat ini. aku akan pergi dan menjadi seorang wanita yang lebih hebat dari ayah." ucap Lin xia yang kemudian merapikan dirinya.


Terlihat gadis itu sudah menetapkan hatinya untuk pergi bersama Kaisar Yun Fang. ke Sebuah Kerajaan yang tidak pernah Lin xia ketahui.


KEESOKAN HARI


Kaisar Yun Fang bersiap-siap akan kembali ke Kerajaannya. pria itu tidak berani berharap Lin xia akan mau ikut dengannya, pandangan pertama kepada gadis muda itu membuat sang Kaisar jatuh cinta.


Di kediaman Lin xia, terlihat gadis itu juga sudah menetapkan hatinya. dia tidak akan pernah mau hidup dengan seorang pria yang tidak memiliki hati sama sekali, seorang pria yang hanya menganggapnya sebatas pajangan semata.


Kaisar Tian mo terlihat sangat marah saat dirinya di usir oleh Lin xia tadi malam, terlihat pria itu sedang duduk bersama Selir Rui na di depan taman istana.


"Yang Mulia, Kaisar Yun Fang kelihatannya akan kembali sekarang." ucap Kasim Daeng kepada Kaisar Tian mo.


sang Kaisar menatap Kasim. "Apakah Kaisar Yun Fang sudah menjemput selir Lin xia?" tanya Kaisar Tian mo kepada Kasim Daeng.

__ADS_1


"Kelihatannya Kaisar Yun Fang akan pergi sendiri, pria itu tidak mengajak Selir Lin xia bersamanya!" lapor Kasim Daeng.


Seketika Kaisar Tian mo hatinya begitu senang saat dia tahu kalau Kaisar Yun Fang tidak membawa Lin xia.


"Baiklah, Ayo kita antar dia." ucap Kaisar Tian mo. pria itu berjalan sembari menebar senyum, terlihat hatinya sangat senang karena Kaisar Yun Fang tidak jadi membawa selirnya.


"Yang Mulia!" seru Kaisar Tian mo kepada kaisar Yun Fang.


"Yang mulia." kaisar Yun Fang tersenyum.


"Mengapa anda tidak membawa Selir Lin xia?" tanya Kaisar Tian mo yang berpura-pura.


"Mengapa pria ini begitu tidak menghormati selirnya, apa kekurangan wanita itu hingga dia mencampakkan wanita secantik dan sebaik selir Lin xia." ucap Kaisar Yun Fang dalam hati sembari menatap Kaisar Tian mo.


"Semuanya saya serahkan kepada Selir Lin xia, kalau Selir Lin xia bersedia ikut dengan saya maka saya akan menikahinya sesampainya di Kerajaan. namun jika selir Lin xia tidak mau ikut berarti dia masih mau berada di sini." jawab Kaisar Yun Fang.


"Terserah Kalau begitu, namun alangkah baiknya anda mencoba untuk membujuk Selir Lin xia agar mau ikut bersamamu." ucap Kaisar Tian mo.


DEG..


DEG..


pria itu hatinya berdebar saat mengatakan hal itu, tentu saja Kaisar Tian mo takut kalau Lin xia benar-benar ikut dengan Kaisar Yun Fang.


Sesaat kemudian nampak sang Kaisar hendak membalikkan badannya.


"Tunggu Yang Mulia, Mengapa kau tidak membawa hadiahmu ini. apakah kau melupakanku!" seru Lin xia yang berjalan menuju Kaisar Yun Fang.


Terlihat gadis itu sudah berdandan dengan sangat cantik, riasan yang biasanya tidak terlalu tebal kini wanita itu mempertebal riasannya hingga membuat seluruh prajurit dan pejabat Kerajaan nampak menatap Lin xia dengan tatapan yang begitu tergoda.


"Selir Lin xia!" seru Kaisar Yun Fang.


"Lebih baik aku mati di tempat lain daripada aku harus mati ditempat ini." ucap Lin xia dalam hati.


"Mengapa kau tidak menjemputku, malah kau meninggalkanku seperti itu?" tanya Lin xia sambil tersenyum kepada sang Kaisar. padahal kata-kata yang dikeluarkan itu maksudnya ingin menyindir Kaisar Tian mo.


DEG..


Kaisar Tian mo begitu terkejut dengan kata-kata Lin xia, karena dia tidak akan menyangka kalau Lin xia mau menerima dirinya sebagai hadiah untuk Kaisar Yun Fang.


"Apakah kau yakin?" tanya Kaisar Yun Fang.

__ADS_1


"Emm..," Lin xia menganggukkan kepalanya, sembari tersenyum kepada pria asing yang menjadi pemenang dari lomba Kerajaan Ming.


"Anda Kan kemarin sudah bilang padaku, lalu apalagi yang harus aku takutkan." jawab Lin xia.


Seketika Kaisar Yun Fang tersenyum kepada Lin xia, sesaat kemudian pria itu menatap Kaisar Tian mo dengan tatapan yang ingin mengejek.


"Aku pastikan wanita ini akan bahagia di tempat ku." ucap Kaisar Yun Fang dalam hati sembari menatap Kaisar Tian mo.


Sang Kaisar begitu terkejut saat melihat Lin xia berdandan cantik dan akan pergi bersama dengan Kaisar Yun Fang, hatinya begitu sakit. mungkin ini adalah luka karena perbuatannya sendiri, namun apalah daya ludah tidak mungkin dijilat kembali.


"Selir Rui na, aku akan pergi dengan Kaisar Yun Fang, aku membawa 2 pelayan setiaku dan 1 pengawal Ku." ucap Lin xia kepada Selir Rui na.


Selir Rui na menatap Lin xia dengan tatapan yang begitu memilukan.


"Aku tidak pernah menyangka, Kaisar Tian mo akan seperti ini. bahkan istrinya sendiri dijadikan hadiah perdamaian." ucap Selir Rui na dalam hati.


"Selir Rui na, ada beberapa pelayan yang aku tinggal di sini. aku minta padamu untuk memperlakukan mereka dengan baik." pinta Lin xia.


Selir Rui na menganggukkan kepalanya, terlihat wanita itu meneteskan air matanya kemudian memeluk Lin xia. "Hati-hati ya." ucap selir Rui na.


"Kamu juga harus hati-hati ya." jawab kemudian tersenyum.


"Kalau kau menerima tawaranku, berarti kau mau menjadi istriku." ucap Kaisar Yun Fang.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci

__ADS_1


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- The royal palace


__ADS_2