
"Emmm...., istriku benar-benar sangat hebat kan, Kasim?" tanya Kaisar kepada Kasim.
"Benar sekali yang mulia." jawab Kasim.
Raut wajah yang begitu bahagia nampak terlihat, Kaisar terus menatap istrinya yang sedang melatih para pasukan.
"Yang mulia, apakah yang mulia ingin berdiri di sini atau melihat permaisuri di tempat itu?" tanya Kasim.
"Ayo kita ke sana, Aku mau melihat istriku." jawab Kaisar.
Di salah satu tempat yang biasa digunakan oleh para petinggi untuk mengawasi anak buahnya yang sedang berlatih.
"Jenderal, putar tombak itu dengan cepat kemudian lempar!" perintah Lin xia.
"Baik, yang mulia." jawab Jenderal Bhauji yang kemudian mempraktikkan apa yang dikatakan oleh Lin xia.
"Yang mulia permaisuri benar-benar sangat hebat, Lihatlah dia melatih kita cara untuk mencari menjadi prajurit hebat." ucap salah satu prajurit.
"Iya, Yang mulia Kaisar benar-benar sangat beruntung memiliki seorang istri seperti dia. kalau yang mulia permaisuri memiliki kembaran banyak Aku juga mau memiliki istri seperti dia." ucap salah satu prajurit kembali.
"Diam, kalian. Kalau kalian tidak diam yang mulia kaisar bisa mendengar perkataan kalian, yang mulia Kaisar ada di sini." salah satu komandan memperingatkan prajuritnya.
Kaisar Yun Fang terus tersenyum menatap istrinya. Kasim dan yang lain tentu saja ikut tersenyum, betapa bahagianya Kaisar Yun Fang saat ini. pria itu bagaikan mendapatkan sebuah hadiah yang sangat luar biasa.
"Yang mulia," panggil Kasim.
"Ya, Kasim." jawab Kaisar Yun Fang.
"Yang mulia, kemarin saya mendapatkan kabar dari salah satu mata-mata kita." jawab kasim.
"Memangnya ada apa, Kasim?" tanya Kaisar kembali.
"Yang Saya dengar salah satu kerajaan ingin melakukan perjanjian perdamaian dengan kita." jawab Kasim.
"Kamu jelaskan dengan benar, Kasim. Kenapa kamu berbelit-belit seperti itu? apakah ada maksud dibalik perjanjian itu? aku yakin semua kerajaan sudah mengetahui mengenai rumor kalau kerajaan kita sudah mengalahkan begitu banyak kerajaan." jawab Kaisar Yun Fang.
"Tentu saja Yang mulia, namun salah satu kerajaan ini ingin membuat perjanjian damai dengan menjadikan putrinya sebagai tameng." ucap Kasim.
"Aku sudah menduga hal itu, Kasim. kerajaan manapun yang berusaha untuk mengganggu kehidupanku maka aku tidak akan segan-segan untuk meratakannya, istriku bukanlah wanita yang penyabar bahkan wanita itu bisa dibilang sebagai macan betina. kalau dia sudah marah kamu tahu kan apa yang bisa dia lakukan?" tanya kaisar yang membuat Kasim menganggukkan kepalanya.
"Tapi, Yang mulia. alangkah lebih baik jika kita menolak perjanjian itu." ucap Kasim.
__ADS_1
"Tidak perlu, Kasim. Aku mau tahu apa yang diinginkan oleh mereka, jika mereka sudah sampai di sini itu artinya mereka benar-benar menginginkan sesuatu yang lebih besar." jawab Kaisar.
Ling su yang mendengar perkataan Kaisar Tentu saja dia terus mencari informasi, dia tidak akan membiarkan permaisurinya diganggu oleh siapapun bahkan dia tidak akan merelakan kalau wanita yang sudah menolongnya itu disakiti oleh orang lain.
"Yang mulia, Apakah tidak lebih baik jika kita tidak menghiraukan orang-orang itu. karena jika kita menghiraukan mereka takutnya mereka akan menyerang kita." Kasim yang mencoba untuk memberi jalan yang terbaik bagi Kaisar.
"Kenapa kamu khawatir seperti itu, Kasim. Aku tidak akan membiarkan siapapun berusaha untuk mendekatiku, kamu tahu kan seperti apa?" tanya Kaisar.
"Baik, Yang mulia." jawab kasim yang kemudian diam.
*KERAJAAN MING*
"Yang mulia." panggil Kasim kepada kaisar Kaisar Tian mo.
"Ada apa, Kasim?" tanya Kaisar Tian mo.
"Yang mulia, salah satu kerajaan ingin menemui yang mulia." ucap Kasim Daeng.
"Aku tidak ingin menemui siapapun, Kasim. Aku ingin mengistirahatkan tubuhku." jawab kaisar Tian mo.
"Yang mulia, anda tidak boleh seperti ini. kalau yang mulia seperti ini terus kerajaan bisa hancur." ucap kasim Daeng.
"Aku sudah menghancurkan Kerajaan ini, Kasim. kamu dengar sendiri kan rumor mengenai selir Lin xia. sekarang wanita itu dipuja-puja di kerajaan Han, betapa bodohnya Aku melepaskan dia begitu saja. betapa bodohnya Aku tidak bisa membuka hatiku padahal aku juga mencintainya." jawab kaisar Tian mo.
Sekarang Kaisar Tian mo tinggal di paviliun teratai tempat Lin xia dahulu tinggal, terlihat pria itu enggan untuk meninggalkan tempat yang penuh dengan kenangan itu.
"Yang mulia." Panggil selir Rui na.
Wanita itu sudah berada di tempat itu dengan mata yang sedikit berkaca-kaca karena melihat kondisi pria yang dia cintai semakin hari semakin tidak berdaya.
"Ada apa selir?" tanya kaisar Tian mo.
"Yang mulia, yang mulia harus menjaga diri yang mulia. yang mulia jangan seperti ini." ucap selir Rui na.
"Biarkan aku seperti ini, selir. biarkan aku meratapi kebodohanku, biarkan aku membenci diriku." jawab Kaisar.
"Tapi, yang mulia. jika yang mulia seperti ini terus yang mulia akan menghancurkan diri yang mulia bersama kerajaan." ucap selir Rui na kembali.
"Aku sudah menghancurkan hati seorang wanita, aku sudah menghancurkan harga diri seorang wanita. Apa yang bisa aku lakukan, aku tidak mampu menatap dunia, aku tidak mampu menahan semua sakit yang aku rasakan sekarang." jawab Kaisar Tian mo.
Akhirnya orang-orang yang ada di tempat itu tidak bisa melakukan apapun kecuali diam, apa yang bisa mereka katakan dan apa yang bisa mereka lakukan. sekarang semuanya seperti kaca yang sudah pecah, tidak mungkin bisa dikembalikan.
__ADS_1
"Kasim, bagaimana ini?" selir Rui na terlihat sangat mengkhawatirkan kondisi Kaisar Tian mo.
"Saya juga tidak tahu, yang mulia. tapi yang mulia Kaisar benar-benar tidak mau menemui siapapun." jawab Kasim Daeng.
"Akan sangat berbahaya kalau seperti ini, Kasim." selir Rui na berusaha untuk berbicara dengan Kaisar Tian mo. namun pria itu tidak menghiraukannya.
Salah satu pengawal terlihat berlari dengan tergesa-gesa untuk menemui sang Kaisar. "Hormat hamba, yang mulia." ucap salah satu prajurit.
Tidak ada respon yang diberikan oleh kaisar Tian mo, pria itu hanya diam sembari menatap bunga-bunga yang ditanam oleh Lin xia.
"Ada apa!" tanya Kasim Daeng kepada salah satu prajurit.
"Kasim, tamu dari kerajaan sang sudah berada di luar perbatasan kita." jawab prajurit.
"Bagaimana ini Kasim?" tanya selir Ruina.
"Biarkan saja mereka masuk, Aku mau lihat apa yang mereka inginkan. tiba-tiba Kaisar Tian mo." menjawab perkataan dari selir Rui na.
"Yang mulia." ucap Kasim Daeng.
"Biarkan mereka masuk, biarkan mereka melakukan apa yang mereka inginkan." ucap kaisar yang kemudian memerintahkan anak buahnya untuk segera menyambut utusan dari kerajaan Sang.
"Baik, yang mulia." prajurit yang kemudian pergi.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
__ADS_1
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace