THE ROYAL PALACE

THE ROYAL PALACE
TAK BERDAYA


__ADS_3

Terlihat Kaisar Yun Fang memasuki kamar Lin xia, terlihat di sana seorang gadis sedang terduduk dilantai sembari memegang kedua kakinya. sebuah pemandangan yang benar-benar mengiris Hati Siapa saja yang melihatnya.


Lin xia sedang meratapi kehidupannya, meratapi sebuah takdir yang begitu membuatnya terluka. Ingin rasanya dia memutar takdir dan kembali ke dunianya.


"Selir Lin xia." panggil kaisar Yun Fang.


Terlihat pria itu sedikit merasa pilu, saat melihat seorang gadis dalam kondisi seperti itu. nampak sekali Lin xia tidak merespon pria itu, sesaat kemudian yang terlihat Lin xia memejamkan matanya, entah sedang tertidur atau pingsan.


"Selir Lin xia." panggil Kaisar Yung Fang ketika melihat gadis itu memejamkan matanya. Tak Ada jawaban dari Lin xia. seketika Kaisar Yun Fang mengangkat tubuh Lin xia dan meletakkan tubuh gadis itu ke ranjangnya.


Di dalam tidurnya Lin xia bermimpi dia berada di suatu tempat. "Di mana ini?" ucap Lin xia saat dirinya di dalam mimpi, terlihat disana seorang pria sedang berdiri menatap langit.


"Ayah." guman Lin xia yang melihat punggung seorang pria yang begitu mirip dengan ayahnya.


Pria itu menoleh, ternyata benar dia adalah ayah dragon.


"Ayah!" seru Lin xia yang berlari menuju ayahnya.


Disana pria itu tersenyum sembari merentangkan kedua tangannya, Lin xia berlari ke dalam pelukan sang ayah. gadis itu menangis tersedu-sedu di pelukan sang ayah.


"Mengapa Ayah harus mengantarkan aku ke tempat ini, ayah." ucap Lin xia.


"Hemm." ayahnya tersenyum kepada Lin xia.


"Jalanilah hidupmu, sayang. jadilah sesuatu yang hebat, bahkan lebih hebat dari ayah. tinggalkan Kerajaan ini, pergilah bersama pria itu jalanilah hidupmu." ucap ayah Dragon sembari mengelus rambut Lin xia.


"Apa maksud Ayah?" tanya Lin xia sembari menatap wajah ayahnya.


"Kau akan menjadi wanita yang sangat hebat, putriku. pergilah bersama pria itu. tinggalkan pria yang tidak bisa menghargaimu." ucap ayah Dragon lagi.


"Hiks.., hiks..," Lin xia menangis sambil menempelkan kepalanya di tubuh sang ayah.


"Pulanglah sayang, jalanilah hidupmu dan jadilah wanita yang luar biasa." ucap ayah Dragon yang kemudian meminta Lin xia untuk kembali ke tempatnya.


Entah berapa lama Lin xia tertidur, Saat dia sudah membuka matanya terlihat di ruangan itu begitu banyak orang. begitu banyak pelayan yang menunggu Lin xia.


"Nyonya sudah sadar?" tanya salah satu pelayan kepada Lin xia.


Tatapan mata Lin xia menatap para pelayannya. entah apa yang terjadi namun Lin xia yakin para pelayannya itu sangat mengkhawatirkan dirinya.


"Apa yang terjadi?" tanya Lin xia kepada para pelayan.


"Nyonya pingsan." jawab Salah satu pelayan.


Sesaat kemudian salah satu pelayan Lin xia memberitahukan kepada kaisar Yun Fang kalau Lin xia sudah terbangun, Kaisar Yun langsung menghampiri Lin xia.

__ADS_1


"Kau sudah bangun, sejak tadi malam kau tertidur dan tidak bangun-bangun. hingga aku begitu ketakutan." ucap Kaisar Yun Fang yang kemudian memegang dahi Lin xia.


Tatapan mata Lin xia menatap pria asing yang baru tadi malam dia temui.


"Kaisar." ucap Lin xia.


"Aku senang kamu sudah sadar." pria itu tersenyum sembari menatap wajah Lin xia.


"Hem..," jawab Lin xia.


"Keluarlah, Aku ingin berbicara dengan junjungan kalian." pinta Kaisar Yun kepada pelayan Lin xia.


"Baik, Yang mulia." ucap para pelayan.


Akhirnya para pelayanan telah keluar, sedangkan Kaisar Yun pria itu menatap Lin xia yang mukanya masih pucat.


"Maafkan aku." ucap Kaisar Yun Fang.


Lin xia menatap wajah pria itu.


"Memangnya ada apa?" tanya Lin xia.


"Maafkan aku telah membuatmu menangis dan maafkan aku pula telah membuatmu seperti ini." ucap Kaisar Yun Fang.


Lin xia nampak menatap pria itu, hatinya terenyuh dengan kata-kata yang diucapkan oleh Kaisar Yu. gadis itu tidak mengeluarkan sepatah katapun, sesaat kemudian Kaisar Yun nampak memegang salah satu tangan Lin xia.


DEG..


Lin xia menatap pria itu, sebuah senyum ditunjukkan oleh Lin xia saat mendengar kata-kata yang begitu sopan, begitu santun bahkan kata-kata itu adalah kata-kata seorang pria jantan.


"Jika aku menerimamu, Apakah kau bisa mencintaiku, Yang mulia?" tanya Lin xia.


DEG..


"Maksud selir Lin xia?" tanya Kaisar Yun Fang.


"Jika aku mau menerimamu, Apakah kau akan mencintaiku atau hanya menganggapku sebagai wanita pajangan?"


Pertanyaan yang diucapkan oleh Lin xia membuat Kaisar Yun Fang raut wajahnya tidak bisa terkatakan. seketika kasar Yun Fang tersenyum.


"Apakah kau sudah mempunyai istri?" tanya Lin xia kembali.


Kaisar Yun Fang menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak pernah memikirkan soal istri, karena aku harus memikirkan kesejahteraan seluruh rakyat ku." jawab Kaisar Yun Fang.

__ADS_1


Lin xia menatap pria itu, sesaat kemudian gadis itu menghela nafasnya dengan sangat berat."Heh..," seketika Lin xia menyandarkan tubuhnya di ranjang yang tidak terlalu besar di kediamannya.


"Aku akan kembali ke tempatku, istirahatlah aku akan menghormati seluruh keputusanmu. Aku tidak akan pernah memaksamu, apapun jawabanmu aku akan menyetujuinya. maafkan segala perbuatan Ku." ucap Kaisar Yun yang kemudian pergi meninggalkan Lin xia di kediamannya.


Sedangkan di tempat lain, nampak Kaisar Tian mo telah mendengar kabar kalau Lin xia pingsan. Hati Kaisar Tian mo berdebar tidak karuan, terlihat pria itu menatap nyalang keluar kediamannya.


"Ini semua gara-gara kelakuanku." ucap Kaisar Tian mo. perasaan bersalah itu benar-benar menjerat leher sang Kaisar. Semua yang dia lakukan bagaikan pisau yang sudah membunuh selirnya itu.


"Yang Mulia, Apakah anda ingin ke tempat Selir Lin xia?" tanya Kasim Daeng kepada sang Kaisar.


"Ajaklah Selir Rui na untuk ke tempatku, bilang padanya kita akan melihat keadaan selir Lin xia." ucap Kaisar Tian mo.


"Baik, Yang mulia." jawab Kasim tua itu sembari menatap Kaisarnya. "Betapa bodohnya kau, Kaisar. bukannya memberikan perhatian dan meminta maaf kepada Selir Lin xia. malah kau akan melukainya lagi." ucap Kasim Daeng dalam hati sembari pergi menuju tempat selir Rui na.


Lin xia terus menatap keluar jendela, terlihat Gadis itu sedikit merasa tertekan selama ini. dia selalu menahan hatinya namun kejadian kemarin membuat dirinya merasakan sakit hati, seolah dirinya adalah barang yang tidak berguna ataupun sampah yang bebas dibuang dimana saja.


"Yang mulia Kaisar dan selir Rui na datang!" seru Kasim Daeng yang memberitahukan mengenai kedatangan Kaisar.


Lin xia tidak menghiraukan seruan itu, terlihat gadis itu tetap terduduk sembari menatap keluar jendela nya.


KREKK..


kaisar membuka pintu kediaman Lin xia.


Saat memasuki ruangan itu, nampak Kaisar menatap wajah Lin xia yang pucat. wajah yang begitu riang setiap hari tidak pernah terlihat kesedihan sama sekali, namun hari ini yang terlihat wajah Lin xia sangat pucat. bahkan Gadis itu sama sekali tidak mengeluarkan sepatah kata pun.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)

__ADS_1


- The royal palace


__ADS_2