
Akhirnya undangan pernikahan mulai disebarkan oleh para pejabat ke beberapa kerajaan yang ada di beberapa tempat. kabar mengenai seorang wanita yang akan menjadi permaisuri kerajaan Han benar-benar sangat luar biasa. mereka begitu Ingin melihat sosok wanita yang akan menjadi permaisuri kerajaan Han.
*KERAJAAN MING*
Sebuah undangan pernikahan telah sampai di Kerajaan Ming, terlihat Kasim Daeng yang menerima surat itu sangat terkejut karena tertulis jelas di dalam undangan Kerajaan itu hari pernikahan Kaisar Yun Fang dan Lin xia.
"Ada apa, Kasim?" tanya Kaisar Tian mo kepada Kasim Daeng.
Kasim Daeng tidak menjawab pertanyaan dari Kaisar Tian mo, karena pria tua itu tidak bisa mengatakan isi surat itu. sesaat kemudian nampak Kaisar mengambil paksa surat dari Kerajaan.
"Apa isi surat ini hingga kau tidak bisa mengatakannya!" seru Kaisar Tian mo yang telah merampas sebuah surat yang datang dari Kerajaan Han.
Tak lama kemudian gulungan itu telah di buka oleh kaisar Tian mo, nampak jelas disana tertulis pernikahan Kaisar Yun Fang dengan Lin xia serta penobatan gadis itu sebagai permaisuri dari Kaisar Han.
TEK..
Surat undangan itu langsung terjatuh dari tangan Kaisar Tian mo. Bagaimana tidak, bekas istrinya yang belum tersentuh sama sekali itu sekarang akan menikah dengan Kaisar Yun Fang. seketika kaki Kaisar Tian mo langsung lemas saat membaca isi dari gulungan tersebut.
"Yang Mulia!" seru Kasim Daeng.
"Ternyata Kaisar Han benar-benar akan menikahi bekas selirku itu." ucap Kaisar Tian mo yang kemudian menyentuh dadanya. terasa sakit itulah yang dirasakan oleh Kaisar Tian mo saat dia membaca gulungan dari Kerajaan Han. sebuah undangan pernikahan dari Kaisar Yun Fang untuk Kaisar Tian mo.
"Kenapa ini harus terjadi, Kenapa harus seperti ini. Kaisar Tian mo benar-benar meratapi kehidupannya, salahkan saja kenapa dia melakukan semua itu. salahkan saja kenapa dia harus melukai wanita yang sudah dia nikahi. raut wajah yang begitu sedih itu tidak bisa ditutupi oleh kaisar Tian mo saat dia telah membaca gulungan undangan dari Kaisar Yun Fang. terasa beban itu begitu dalam, begitu menekan hatinya hingga membuatnya susah bernafas.
"Yang mulia."
di sudut ruangan, Selir Rui na menatap sang Kaisar yang terduduk dilantai Kerajaan, wanita itu memasuki ruangan Kaisar sembari mendekati Kasim Daeng.
"Kenapa Yang Mulia seperti itu, Kasim. Memangnya ada apa?" tanya Selir Rui na kepada Kasim Daeng.
Kasim Daeng menatap wanita itu sembari menghela nafasnya yang sedikit berat.
"Kaisar Yun Fang akan menikahi selir Lin xia." jawab Kasim Daeng yang membuat Selir Rui na juga sangat terkejut.
Selir Rui na tidak akan pernah mengira kalau Kaisar Han Yuri akan menikahi Lin xia secepat itu, apalagi kabar mengenai Kerajaan Han yang telah memenangkan peperangan dengan Kerajaan Sun.
"Kelihatannya Yang Mulia Kaisar sangat terpukul, Kasim." ucap Selir Rui na kepada Kasim Daeng.
__ADS_1
"Iya." pria itu menganggukkan kepalanya.
"Seharusnya Yang Mulia Kaisar tidak memperlakukan Selir Lin xia dengan sangat buruk, dia tidak akan tahu kapan hatinya akan jatuh cinta kepada wanita itu. Namun sekarang semuanya sudah terlambat bukan, Kasim." ucap Selir Rui na kepada Kasim Daeng.
Kasim Daeng tidak berbicara, pria itu menganggukkan kepalanya.
"Hamba sudah berulang kali mengatakan hal itu, namun Yang Mulia Kaisar tetap bersikukuh tidak mencintai Selir Lin xia dan dia hanya menganggap Selir Lin xia sebagai hadiah dari langit untuk Kerajaannya bukan untuk menjadi istrinya." jawab Kasim Daeng.
"Kalau semuanya sudah terlambat seperti ini, apa yang bisa kita lakukan, Kasim. semuanya sudah menjadi bubur, tidak akan mungkin bisa kembali menjadi beras, bukan?" tanya Selir Rui na.
"Kau benar Selir, semuanya sudah terlambat. bahkan sangat terlambat." jawab Kasim Daeng.
"Aku tidak seharusnya membuat dia terluka terus." ucap Kaisar Tian mo dalam hati yang meratapi kehidupannya karena ditinggal oleh seorang wanita yang telah membuatnya jatuh cinta.
Namun di Kerajaan lain Kaisar Yun Fang sedang mempersiapkan seluruh acara pernikahan yang akan dilaksanakan besok. Lin xia tidak memperdulikan segala aktivitas yang dilakukan oleh para dayang dan pelayan istana. dia sedang bersenang-senang bersama dengan beberapa pelayan pribadinya, bahkan terlihat gadis itu tidak terpengaruh dengan semua yang dilakukan oleh orang-orang yang ada di kerajaan Han.
"Apa yang sedang kau lakukan, Nona?" tanya dua pelayan Lin xia.
"Sedang berjemur." jawab Lin xia.
para pelayan itu menatap Lin xia yang sedang duduk di bawah sinar matahari.
"Memangnya kenapa?" tanya Lin xia.
"Kan besok Anda tidak cantik, Nona." jawab dua pelayanan.
Tak lama kemudian Lin xia memasuki kediamannya dan meminta dua pelayannya untuk menumbuk beras dan memberinya air serta madu.
"Buat apa, Nona?" tanya dua pelayanan.
"Buat masker." jawab Lin xia.
"Masker?" tanya dua pelayan itu.
"Pokoknya kalian buatkan saja, nanti aku akan memperlihatkan cara pemakaiannya." jawab Lin xia yang kemudian terlihat membersihkan tubuh dan wajahnya.
Tak lama kemudian dua pelayanan Lin xia sudah berada di kamarnya sembari membawa beras yang sudah ditumbuk dan madu yang ditaruh di sampingnya.
__ADS_1
Hari begitu cepat berlalu, waktu serasa enggan untuk membuat Lin xia terus merasakan kesedihan. terlihat gadis itu sudah mempersiapkan diri untuk acara pernikahannya besok, Lin xia merawat dirinya dan membuat dirinya menjadi wanita yang mengagumkan.
"Nona benar-benar sangat luar biasa, bahkan Nona membuat sesuatu yang begitu unik." ucap para pelayan.
"Kalian boleh memakainya juga kok." ucap Lin xia.
"Benarkah Nona?" tanya para pelayan.
"Tentu saja, siapa yang tidak memperbolehkan kalian memakainya. lagi pula aku juga membuat masker itu dalam jumlah banyak kan? kalian boleh memakainya lagi pula kalian adalah orang-orang yang akan selalu bersamaku." jawab Lin xia.
Begitu berbeda perlakuan yang diberikan oleh Lin xia kepada para pelayannya, tentu saja beberapa pelayan yang ada di kerajaan mereka sempat iri dengan dua pelayan Lin xia yang diperlakukan seperti keluarganya sendiri. berbeda dengan para pelayan lain yang diperlakukan dengan sangat kasar oleh
Junjungan mereka.
Keesokan hari seluruh aktivitas di Kerajaan Han begitu ramai, nampak sekali kalau di Kerajaan itu sedang melakukan persiapan pernikahan Kaisar mereka.
Hari yang ditunggu-tunggu oleh
Lin xia telah berbuah manis, terlihat gadis itu sudah berpakaian ala pengantin Kerajaan Han. sedangkan Kaisar Yun Fang nampak pria itu sudah berdiri kembali sembari memegang tampuk kekuasaannya dan menunggu kedatangan calon istrinya, seorang wanita yang pertama kali dia lihat di Kerajaan Ming.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
__ADS_1
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace