
"Aku sudah yakin dengan keputusanku." jawab Lin xia.
"Terima kasih karena kamu mau menerimaku." ucap Kaisar Yun Fang.
Keputusan sudah di buat oleh Lin xia, gadis itu tidak akan pernah mau menderita lagi. Kaisar Yun Fang memegang tangan Lin xia dan berpamitan kepada kaisar Tian mo, nampak Kasim Daeng sangat terkejut dengan keputusan yang diambil oleh Lin xia. pria itu juga tidak menyangka kalau gadis muda itu akan pergi bersama pria lain.
Sedangkan Kaisar Tian mo nampak pria itu menatap Lin xia, seorang wanita yang terjatuh dari langit sebagai hadiah untuk sang Kaisar. namun sekarang pria itu malah memberikan hadiah dari langit itu kepada Kaisar Tian mo.
"Kaisar Tian mo, aku akan membawa Selir Lin xia ke Kerajaan ku. berarti secara resmi selir Lin xia bukan lagi istrimu." ucap Kaisar Yun Fang kepada Kaisar Tian mo.
DEG..
Kaisar Tian mo sangat tersentak hatinya saat Kaisar Yun Fang mengatakan Lin xia bukan lagi istrinya.
"Tentu, sedari awal wanita itu tidak menikah denganku secara hati. karena aku hanya menikahinya secara adat karena dia diturunkan dari langit sebagai hadiah Kerajaanku." jawab Kaisar Tian mo.
Kaisar Yun Fang sekali lagi terkejut dengan kata-kata yang dikeluarkan oleh kaisar Tian mo. Katakanlah aku ingin berbahagia, sebuah kata yang begitu sederhana namun begitu besar artinya. Lin xia sudah memutuskan akan pergi meninggalkan Kerajaan Ming dan ikut Kaisar Yun Fang ke Kerajaan Han.
"Aku senang kau membuat keputusan seperti itu, Aku akan memberikanmu kebahagiaan di Kerajaanku." ucap Kaisar Yun Fang kepada Lin xia.
Lin xia tersenyum kepada pria itu, dia berharap setelah pergi dari Kerajaan Ming dia akan mendapatkan kebahagian di Kerajaan Han, hidupnya selalu menderita dikejar musuh hingga membuatnya menjadi gadis yang agak liar.
Terpukul dan sakit hati, dua kata yang telah dirasakan oleh kaisar Tian mo saat dia melihat Lin xia akan pergi bersama Kaisar Yun Fang. air matanya tiba-tiba menetes, entah Kaisar Tian mo sudah merasakan cinta pada Lin xia atau pria itu hanya merasa bersalah, entahlah.
"Kaisar Han, aku akan membawa Lin xia ke Kerajaanku. mulai sekarang dia bukan lagi istrimu." ucap Kaisar Yun Fang kepada Kaisar Tian mo.
"Hem..," sang Kaisar menganggukkan kepalanya, akhirnya iring-iringan Kaisar dari Kerajaan Han telah membawa Lin xia pergi dari Kerajaan Ming.
Saat Lin xia telah pergi dari Kerajaan Ming, semua Kaisar juga pergi meninggalkan Kaisar Tian mo. Terlihat sang Kaisar menatap kepergian kereta kuda milik Kerajaan Han, tiba-tiba air mata Kaisar Tian mo menetes.
"Mengapa rasanya begitu sakit sehingga membuat aku harus melakukan semua ini." ucap Kaisar Tian mo.
Selir Rui na dan Kasim Daeng nampak merasa kasihan dengan Kaisar Tian mo, Namun karena egonya yang terlalu besar membuat Kaisar Tian mo kehilangan sosok wanita yang begitu baik seperti Lin xia.
"Inilah akibat jika kau berpura-pura, Yang Mulia. yang aku lihat kau sangat kehilangan selir Lin xia rupanya." ucap Kasim Daeng dalam hati.
__ADS_1
Kaisar Tian mo terlihat kakinya sudah lemas, pria itu telah meneteskan air matanya. perasaan yang begitu hancur, perasaan yang benar-benar baru pertama kali dia rasakan ketika dia kehilangan sosok wanita yang seharusnya dia lindungi.
"Mengapa aku sebodoh ini." ucap Kaisar Tian mo.
Tak ada seorangpun yang berani berbicara kepada Kaisar Tian mo, yang ada semua orang yang ada di Kerajaan Ming, semua orang mencemooh kebodohan sang Kaisar.
"Semoga Kaisar Tian mo menyesal dan semoga Selir Lin xia menjadi wanita yang hebat." ucap Jendral Tian Ming.
Semua orang telah meninggal kan sang Kaisar, terlihat orang-orang itu begitu menyayangkan sikap Kaisar mereka. Sedangkan di tempat lain, nampak Lin xia menata jalan di kereta kudanya.
"Kau sedang melamun?" tanya Kaisar Yun Fang.
"Eee." nampak Lin xia menatap pria yang ada di depannya itu.
"Apakah kau sedang melamun?" tanya Kaisar Yun Fang kembali,
Seketika Lin xia langsung menatap pria itu.
"Terima kasih, Yang Mulia. karena kau telah membebaskanku dari pria brengsek itu. kalau tidak aku akan terus terjebak di lingkaran perjanjian kontrak yang telah dibuat oleh pria-pria itu." ucap Lin xia.
"Maksudmu?" tanya Kaisar Yun Fang.
"Sebenarnya Yang Mulia Kaisar Tian mo membuat perjanjian dengan saya, saya harus bersedia menikah dengannya karena saya adalah hadiah dari langit. dia mengatakan kalau saya tidak boleh mencintai dia, mengharapkan kasih sayangnya atau apapun." jawab Lin xia sembari menatap keluar jendela keretanya.
Kasihan, itu adalah perasaan yang dirasakan oleh Kaisar Yun Fang kepada Lin xia, seorang gadis yang pertama kali dilihat oleh Kaisar Yun Fang. dirinya telah jatuh cinta kepada gadis itu, Namun nyatanya di sisi lain begitu miris kehidupan yang dijalani oleh Lin xia.
"Kalau kita sudah sampai di Kerajaan, maukah kau menceritakan Siapa dirimu yang sebenarnya?" tanya Kaisar Yun Fang.
"Boleh." jawab Lin xia.
"Biarkan aku menjadi pendengarmu, sahabat dan segala sesuatu yang membuatmu menjadikan aku orang yang dekat denganmu." ucap Kaisar Yun Fang.
Lin xia menatap pria itu, begitu tulus. Lin xia melihat sikap dan raut wajah yang ditunjukkan oleh Kaisar Yun Fang.
"Bolehkah Aku menganggapmu seperti itu?" tanya Lin xia.
__ADS_1
"Tentu saja." Jawab Kaisar Yun Fang.
Lin xia langsung mendekat kepada sang Kaisar, Gadis itu tersenyum sembari memberikan senyumnya yang begitu menawan kepada sang Kaisar.
"Terima kasih, terima kasih kau telah menganggapku sebagai seorang manusia dan terima kasih memberikan aku kebebasan dari Kerajaan Ming." ucap Lin xia sembari memeluk tubuh Sang Kaisar.
DEG..
Kaisar Yun Fang begitu terkejut dengan sikap Lin xia, karena selama ini Kaisar Yun Fang tidak pernah berinteraksi dengan seorang wanita sekalipun. Namun yang terjadi hari ini sang Kaisar seperti membeku saat tiba-tiba Lin xia memeluknya. terlihat Kaisar tidak bergerak sama sekali, tatapan wajahnya seperti seorang pria yang membeku.
Lin xia tidak merasakan pergerakan apa pun, nampak wanita itu langsung menatap wajah sang Kaisar. merah padam, itulah wajah Kaisar Yun Fang yang terlihat sekarang ini. seketika Lin xia langsung melepas tubuh Sang Kaisar, dia takut Kaisar Yun Fang akan marah melihat wajahnya yang sudah merah padam seperti seorang yang akan marah.
"Maaf Yang Mulia, Maaf. aku tidak bermaksud seperti itu, Aku sangat berterima kasih, spontan Aku ingin memelukmu karena di Kerajaan Ming tidak ada yang menganggapku ku seperti itu." ucap Lin xia sembari menundukkan kepalanya.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
__ADS_1