
"Istriku, ada sesuatu yang ingin aku beritahu padamu." ucap sang Kaisar.
"Memangnya ada apa, yang mulia?" tanya Lin xia yang menatap suaminya dengan tatapan mata yang kebingungan.
"Istriku, para pejabat kerajaan memintaku untuk mengadakan pesta untuk kebahagiaan yang sudah kita dapatkan." jawab sang Kaisar
"Apakah pesta itu hanya untuk para pejabat atau rakyat juga merasakannya tanya linsia maksudmu?" tanya kaisar.
"Yang mulia, jika yang mulia ingin mengadakan pesta untuk menyambut kebahagiaan yang sudah kita dapatkan. yang mulia harus membaginya bersama dengan para rakyat, kita bahagia bersama rakyat menderita pun bersama mereka. jika kita bahagia hanya bersama para pejabat sedangkan menderita bersama rakyat itu tidaklah pantas, yang mulia. kita adalah pemimpin kita juga adalah penguasa yang harus mereka dengarkan. namun jika yang mulia ingin menjadi pemimpin maka yang mulia harus mendengarkan semua keluh kesah para rakyat. tapi jika yang mulia hanya ingin menjadi penguasa, yang mulia akan menjadi penguasa arogan yang mengharuskan rakyat untuk mematuhi semua perintah yang mulia." ucap Lin xia dengan kata-kata yang begitu bijaksana.
Sang Kaisar dan Kasim bersama orang-orang yang ada di tempat itu nampak mereka menatap wanita yang memiliki kedudukan sangat tinggi itu. mereka tidak akan pernah mengira kalau wanita itu berpikiran sangat bijaksana, mungkin kalau wanita yang lain mereka akan mementingkan diri mereka sendiri.
"Apakah kamu ingin kita mengadakan acara bersama para rakyat?" tanya sang Kaisar.
"Tentu yang mulia, mereka sudah berjuang bersama kita berulang kali, bukan? berjuang bersama untuk mempertahankan kerajaan ini. lalu mengapa saat kita bahagia tidak membagikan bersama mereka?" tanya Lin xia yang membuat Kaisar Yun Fang tersenyum begitu lebar.
"Kamu benar-benar anugerah dari para dewa, istriku. aku yakin Ayah mertuaku itu adalah orang yang sama bijaksananya denganmu." ucap kaisar yang kemudian memeluk sang istri.
Sepasang suami istri itu mempertontonkan kemesraan mereka hingga membuat orang-orang yang ada di sekeliling mereka nampak tersenyum malu dengan semua yang dilakukan oleh sang Kaisar.
"Kita bahagia bersama mereka menderita bersama mereka, kita juga harus menghargai mereka, yang mulia." ucap Kasim.
"Kamu mau mencontek perkataan Yang mulia, Kasim?" canda dayang Sansan.
Suara canda gurau benar-benar begitu luar biasa, terlihat sang Kaisar sangat bersyukur atas hadiah yang diberikan oleh para dewa. akhirnya Kaisar Yun Fang memerintahkan para pejabat untuk mengadakan pesta rakyat dan mengundang beberapa tamu kerajaan kecuali kerajaan sang. semua undangan sudah disebarkan di beberapa kerajaan teman mereka, termasuk kerajaan Ming.
KEESOKAN HARI
*PESTA KERAJAAN HAN*
"Isteriku." Kaisar Yun Fang yang mendatangi sang isteri.
__ADS_1
"Ya, suamiku." jawab Lin xia.
"Istriku, kamu benar-benar sangat cantik." ucap Kaisar Yun Fang.
"Terima kasih, yang mulia. yang mulia selalu memberikan aku pujian-pujian yang selalu membahagiakanku." jawab Lin xia.
"Aku tidak memujimu, Istriku. kamu adalah wanita yang sangat cantik, sungguh beruntung aku mendapatkanmu." ucap Kaisar Yun Fang.
"Aku juga sangat beruntung mendapatkan suami sepertimu, suamiku. Kamu adalah pria yang mempunyai ketegasan, sangat pandai dalam berpikir dan kau adalah seorang pria yang memiliki kebijaksanaan luar biasa." jawab Lin xia.
Sepasang suami istri itu nampak saling menatap satu sama lain, tak berselang lama akhirnya mereka keluar menuju aula kerajaan. di lapangan kerajaan para pejabat dan rakyat bercampur aduk. mereka harus saling mengenal satu sama lain, bukan hanya sebagai pejabat dan rakyat. mereka juga harus mengenal satu sama lain sebagai manusia.
"Hormat kami, yang mulia!!" seru para pejabat dan rakyat.
Lin xia tersenyum sembari menganggukkan kepalanya.
"Hari ini gerbang kerajaan akan dibuka, para rakyat boleh bersenang-senang!" seru Kaisar Yun Fang.
"Apa ini? kenapa para wanita memakai pakaian prajurit?" tanya beberapa pejabat kerajaan tetangga.
"Iya, Yang aku dengar permaisuri kerajaan ini juga memimpin peperangan. yang aku dengar permaisuri juga membebaskan para wanita untuk belajar berlatih perang." jawab pejabat kerajaan lain.
Tatapan orang-orang yang ada di pesta itu nampak menatap Lin xia yang terlihat begitu cantik memukau, Kaisar Yun fang terus memegang erat tangan sang istri. mungkin pria itu benar-benar takut kehilangan istrinya.
"Selamat, yang mulia Selamat atas kehamilan yang mulia permaisuri!!" seru beberapa petinggi kerajaan tetangga.
"Terima kasih, terima kasih karena kalian mau menghadiri acara ini." jawab kaisar Yun Fang.
Di tempat itu ada beberapa tamu kerajaan penting dari beberapa kerajaan besar yang ada di beberapa wilayah.
"Yang Saya dengar yang mulia Kaisar semakin memperluas kekuasaannya, saya benar-benar takjub dengan yang melihat Kaisar." ucap kaisar kerajaan Dong.
__ADS_1
"Terima kasih, yang mulia. Saya senang karena kaisar Zhang bersedia menghadiri pesta kebahagiaan kami." ucap Kaisar Yun Fang.
"Hahaha..., Saya senang yang mulia Kaisar akhirnya mendapatkan kebahagiaan, saya sempat berharap yang mulia Kaisar akan menjadi saudara saya." ucap Kaisar Zhang.
"Hahaha..., Maafkan saya yang mulia, Saya memiliki seorang wanita yang benar-benar membuat saya tidak akan bisa melirik dan menatap wanita lain." jawab Kaisar Yun Fang.
sorot mata Kaisar Zhang menatap wanita yang menjadi permaisuri kerajaan itu, begitu cantik, pandai Bahkan dia memiliki taktik peperangan yang bisa dibilang luar biasa.
"Saya baru tahu kalau seorang wanita mampu maju ke medan perang, yang mulia." ucap Kaisar Zhang.
"Wanita adalah segalanya, yang mulia. Jangan memandang Wanita hanya dari sebatas melayani seorang pria." jawab Lin xia.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
__ADS_1
- The royal palace