
Dari hari ke hari Kaisar Tian mo masih belum mampu untuk melupakan Lin xia. pria itu bahkan melukis wajah Lin xia di begitu banyak gulungan.
"Apa yang Yang mulia lakukan, Kasim?" tanya selir Rui na.
"Yang mulia Kaisar masih tetap sama, selir. dia terus melukis wajah permaisuri Lin xia." jawab Kasim.
"Apa yang harus aku lakukan, Kasim? aku sempat bahagia ketika yang mulia Kaisar menganggap aku sebagai istrinya. namun kekosongan yang ada di hatinya belum mampu aku masuki." ucap selir Rui na.
"Selir harus bersabar, tidak mudah untuk membuat Kaisar menerima semua ini. selir tau sendiri kan bahkan yang mulia Kaisar seperti orang yang tidak memiliki jiwa lagi, kesalahan yang dia buat begitu fatal. kesalahan itu tidak mampu dia maafkan, hatinya terus bertempur dengan gejolak itu." jawab kasim.
"Yang mulia memang melakukan kesalahan yang begitu fatal, hingga hati dan pikirannya sekarang tidak mampu menerima semua yang dia rasakan." ucap selir Rui na dengan kedua mata yang mulai berkaca-kaca.
"Selir harus bersabar, semua pasti akan baik-baik saja." ucap kasim.
"Bagaimana semua akan baik-baik saja, kasim. semakin Aku mengharapkan cinta dari yang mulia Kaisar semakin aku merasakan kesakitan. di hatinya sudah tidak mampu lagi dimasuki oleh wanita lain, dia terus merasakan kehancuran yang dia buat sendiri." ucap selir Rui na.
"Saya pernah mencoba untuk menasehati yang mulia Kaisar, namun keegoisan yang mulia benar-benar begitu besar. dia tidak mampu melihat mana yang benar dan mana yang salah. Ketika Semuanya sudah terlambat kita tidak mampu menolong yang mulia." ucap Kasim.
"Ketika yang mulia seperti ini Aku merasa hancur, kasim. ketika pertama kali dia memintaku untuk menjadi istrinya aku sangat bahagia. Aku selalu memujanya dengan semua perasaan yang aku miliki, namun ketika aku sampai di sini aku melihat seorang wanita yang begitu cantik luar biasa. namun sayangnya yang mulia Kaisar hanya menjadikan dia ornamen." selir Rui na berusaha untuk menata hatinya.
"Kita tidak mampu melakukan apapun lagi, selir. kita hanya berharap yang mulia Kaisar segera mendapatkan ketenangan, jika yang mulia Kaisar seperti ini terus kita tidak akan mampu menolongnya." Kasim juga ikut kebingungan.
"Aku tahu, Kasim. tapi aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, sempat aku berpikir untuk meminta bantuan kepada permaisuri Lin xia Jika seperti ini terus. kerajaan ini akan hancur di tangan yang mulia Kaisar sendiri." ucap selir Rui na dengan perkataan yang begitu berat.
"Entahlah, selir. semua ini benar-benar di luar batas kemampuan kita, namun jika benar permaisuri Lin xia bisa membantu Yang mulia.
Apakah kita harus meminta tolong kepada permaisuri? namun yang aku takutkan adalah jika yang mulia Kaisar bertambah sakit hati, apalagi permaisuri Lin xia sekarang sudah mengandung." jawab selir Rui na.
__ADS_1
"Kita berada di jalan buntu, selir. tapi jika seperti ini terus rakyat akan menggulingkan yang mulia kaisar, kerajaan ini akan hancur. pemberontakan akan terjadi di mana-mana." Kasim begitu kebingungan dengan kondisi Kaisar Tian mo.
Sedangkan sang kaisar sendiri terlihat sedang berada di ruang kerjanya. dia terus menulis dan melukis. pria itu mengelukis begitu banyak gambar Lin xia, Bahkan dia juga menulis puisi untuk Lin xia. sebuah puisi yang mungkin tidak akan bisa dia tunjukkan untuk wanita itu.
"Kenapa sesakit ini, kenapa sesakit ini? begitu sakit hatiku ketika melihatmu tersenyum dengan pria itu, seharusnya senyum itu adalah senyumku. seharusnya bayi yang ada di kandunganmu itu adalah bayiku, semuanya adalah kebodohanku aku hancur karena keegoisanku." Kaisar Tian mo terus menyesali apa yang dia lakukan.
Keburukannya, keegoisannya, kekasarannya terus dia sesali. melihat Lin xia bahagia bersama pria lain hatinya benar-benar begitu hancur. terasa hatinya itu diremukkan hanya sekali pukul saja.
"AAAAA!!!"
teriak kaisar Tian mo.
"Ya dewa." Kasim dan selir Rui na yang terkejut mendengar kaisar Tian mo berteriak.
"Heh..," selir Rui na dan Kasim menghela nafasnya.
*LEMBAH HITAM*
"Ada apa?" tanya seorang pria.
"Raja, kami sudah menaklukkan wilayah barat." jawab seorang prajurit.
"Baguslah, aku ingin semua wilayah menjadi kekuasaan ku." jawab si pria.
"Hidup raja Zhongshan!" seru para prajurit.
"Hahaha!!!" tawa raja Zhongshan.
__ADS_1
"Aku ingin kalian menjadi prajurit setiaku, aku akan menjadikan kalian mahluk abadi!" seru raja Zhongshan.
"Terima kasih, Yang mulia!" seru para prajurit.
Seorang pria yang begitu berambisi untuk menguasai seluruh kerajaan di beberapa wilayah, pria itu benar-benar sangat ingin menguasai seluruh daratan.
WUSS...
semilir angin kencang membawa beberapa mahluk yang sangat menakutkan.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
__ADS_1
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace