
DEG..
DEG..
suara jantung yang berdebar begitu kencang, ketakutan yang benar-benar bisa terlihat. utusan dari kerajaan Sang tidak akan pernah berpikir kalau hari ini mereka akan mendapatkan sebuah pelajaran yang begitu berharga.
"Sekarang aku menagih janji kalian, tinggalkan nyawa kalian di sini atau aku akan memberikan sebuah peringatan Indah kepada kalian!!" seru Lin xia.
"Apa-apa maksudmu?" tanya Putri Hui-la.
"Sesuai perjanjian kita aku akan menjadikanmu istri dari suamiku jika kau bisa mengalahkanku. tapi jika orang-orang mu sudah kalah semuanya, maka aku menginginkan nyawa kalian semua." jawab Lin xia yang membuat seluruh utusan dari kerajaan sang wajahnya sudah pucat pasih.
Tubuh mereka begitu dingin seperti mayat, baru pertama kali Mereka melihat seorang wanita yang begitu menakutkan. biasanya Wanita hanya bermain trik namun permaisuri kerajaan Han memainkan segalanya, kekuatan kekuasaan dan kepandaiannya.
"Apa kamu berani membunuhku? Jika kau berani melakukannya aku yakin Ayah handaku tidak akan pernah memaafkan kerajaan Han!!" seru Putri Hui-la.
"Wahai rakyatku, dengarkan apa yang dikatakan oleh wanita ini. dengan begitu mudahnya dan begitu sombongnya dia mengatakannya seolah Dia adalah wanita perkasa!!" teriak Lin xia.
Suara tawa itu benar-benar terdengar begitu menghina, menteri kerajaan sang sudah tidak bisa berkata apapun. kebanggaannya terasa sudah menghilang seketika.
SRETT...
"AAAAA!!!"
suara teriakan Putri Hui-la ketika wajahnya dilukai oleh Lin xia dengan pedang yang ada di tangannya.
"Ini adalah peringatan bagi siapapun yang berani mengusikku, ini adalah peringatan dariku bagi siapapun yang berani menghina kerajaanku!!" teriak Lin xia.
"Ampuni kami, yang mulia Permaisuri!" seru menteri kerajaan Sang yang langsung bersujud meminta maaf.
"Kenapa tiba-tiba kamu bersujud di hadapanku, menteri. bukannya tadi Dengan begitu arogan kamu bilang kalau kalian akan mudah mengalahkanku, lalu kenapa sekarang kamu langsung meminta ampun?" tanya Lin xia.
"Ampuni kami, ampuni kami permaisuri!!" seru menteri yang tidak tahu apa yang harus dia lakukan lagi.
__ADS_1
Berhadapan dengan seorang wanita yang begitu menakutkan, berada di kerajaan asing dengan semua kearoganan mereka.
"Masukkan mereka ke penjara!" perintah Lin xia.
Seluruh pejabat kerajaan Han sangat terkejut dengan perintah yang diucapkan oleh Lin xia, wanita itu memerintahkan seluruh utusan kerajaan Sang.
"Segera bawa mereka ke penjara, siapapun yang berani melawanku maka dia harus berhadapan denganku." ucap Lin xia.
"Tidak! kau tidak boleh melakukan hal ini, Aku adalah Putri dari kerajaan besar. aku tidak berhak mendapatkan perlakuan seperti ini!!" teriak Putri Lin xia.
"Kalau kamu tidak ingin diperlakukan seperti ini maka jangan pernah memperlakukan orang lain dengan buruk. kamu mengira Kalau dirimu itu adalah makhluk yang hebat, tapi tidak akan ada gunanya di depanku!!" seru Lin xia yang membuat orang-orang tidak mampu mengatakan apapun.
"Apa yang dilakukan oleh yang mulia permaisuri, dia benar-benar akan memenjarakan utusan kerajaan Sang?" tanya para pejabat.
"Lebih baik seperti itu karena mereka berani menghina kita." jawab pejabat yang lain.
"Istriku benar-benar sangat hebat, Bahkan dia berani mengambil keputusan sebesar ini. kalau begitu aku juga akan membuat keputusan untuk kerajaan." guman Kaisar Yun Fang.
"Yang mulia." Panggil Kasim.
Kejadian hari itu benar-benar menjadi sebuah kebahagiaan untuk rakyat. Putri dan utusan dari kerajaan Sang sudah berada di penjara, sebuah tanda yang tidak akan pernah dilupakan oleh Putri Hui-la, tanda goresan di pipinya yang telah menghilangkan kecantikannya.
"Aku sudah bilang, yang mulia. kita harus berhati-hati, aku dapat melihat sorot mata kejam dari yang mulia permaisuri kerajaan ini." ucap komandan kerajaan Sang.
"Aku tidak terima, aku tidak terima wanita itu memperlakukan aku seperti ini!!" teriak Putri Hui-la.
"Percuma, aku yakin permaisuri Lin xia akan membunuh kita." jawab menteri yang benar-benar sudah ketakutan.
Rumor beredar dengan begitu cepat mengenai putri kerajaan Sang yang sudah dipenjara oleh kerajaan Han, di tempat lain selir Rui na yang mendengar kabar itu tentu saja dia sangat terkejut.
"Apa benar, Kasim?" tanya selir Rui na.
"Benar sekali, selir. berita itu sudah tersebar di mana-mana, kejadian beberapa hari yang lalu itu membuat para pasukan kerajaan Han bersiaga jika kerajaan Sang menyerang." jawab Kasim.
__ADS_1
"Lalu, apa yang akan dilakukan oleh wanita itu di sini? sudah 3 hari dia di sini bahkan setiap hari dia mencoba untuk merayu yang mulia Kaisar." ucap serlir Rui na.
"Putri Yin mai benar-benar tidak tahu malu, aku sampai kesal ketika dia terus-menerus mengganggu yang mulia Kaisar." ucap selir Rui na.
"Saya yakin selir Rui na cemburu melihat hal itu, kan?" tanya Kasim.
"Tentu saja, Kasim aku saja sangat sulit mendekati yang mulia Kaisar, wanita itu terus saja berusaha untuk mendekati yang mulia Kaisar." jawab kesal selir Rui na.
"Bagaimana kalau kita membuat wanita itu tidak betah di kerajaan ini?" tanya Kasim.
"Bagaimana caranya, kasim?" tanya selir Rui na.
"Itu belum saya pikirkan, selir." jawab Kasim.
"Kamu bilang tanpa berpikir dahulu, lalu apa yang harus kita lakukan kalau seperti itu, Kasim?" tanya selir Rui na yang sedikit kesal.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
__ADS_1
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace