
Setelah kembali dari kerajaan Ming, Lin xia dan Kaisar Yun Fang terus mencari keberadaan para prajurit bayangan.
Waktu mulai berjalan dengan semua yang sudah terjadi, beberapa bulan sudah terlewati. beberapa kerajaan ditaklukan oleh Sebuah kerajaan yang menamakan kerajaan kegelapan, Lin xia sudah tidak terlalu aktif untuk berada di penjamuan pejabat militer. perutnya sudah semakin membesar, Entah berapa hari lagi Lin xia akan melahirkan. namun wanita itu tidak ingin terjadi sesuatu kepada bayi yang ada di kandungannya.
"Yang mulia." Panggil salah satu prajurit.
"Ada apa?" tanya Lin xia.
"Yang mulia, apa yang mulia sudah mendengar mengenai para prajurit kegelapan itu?" tanya seorang prajurit.
"Iya, aku sudah mendengarkan mengenai mereka. kita masih belum mendapatkan informasi apapun mengenai kerajaan ataupun orang-orang itu, entah kekuatan apa yang mereka miliki namun mereka benar-benar membuatku kebingungan untuk mengetahui siapa sebenarnya mereka." jawab Lin xia.
"Yang mulia permaisuri, Apakah keadaan seperti ini akan baik-baik saja?" tanya prajurit.
"Kita tidak tahu mereka bergerak seperti apa dan Kapan mereka akan menyerang. Namun yang pasti kita akan berusaha untuk membentengi diri kita, mereka adalah makhluk-makhluk yang sangat menyeramkan. mereka adalah makhluk-makhluk yang mungkin akan membahayakan kita." jawab Lin xia. terlihat Wanita itu menatap langit yang sekarang tidak seperti pertama kali dia datang, langit yang dia lihat hari ini berwarna gelap seolah langit Itu tertutup kegelapan.
Para prajurit dan rakyat selalu bersiaga, sedangkan menteri dan pejabat pemerintahan yang lain mereka sedang merundingkan keadaan kerajaan. suara canda tawa para penduduk seketika hilang saat begitu banyak burung gagak berterbangan di atas kerajaan Han.
"Apa ini? apa ini?!" teriak para penduduk kerajaan.
"Yang jelas ini adalah pertanda buruk." jawab penduduk.
Seketika suara teriakan menggema di kerajaan Han ketika para penduduk diserang oleh gagak yang berterbangan di atas langit kerajaan Han. para prajurit yang melihat hal itu mereka langsung menggunakan tombak, panah atau lain sebagainya untuk mengusir gagak-gagak itu.
*AULA KERAJAAN*
"Yang mulia! yang mulia!!" salah satu prajurit pelari ke aula kerajaan.
"Ada apa denganmu? Kenapa kau berteriak seperti itu?" tanya salah satu menteri.
"Gawat, yang mulia. gawat." jawab prajurit.
"Gawat ada apa? apanya yang gawat?" tanya Kaisar Yun Fang.
"Gawat yang mulia, gawat. kerajaan kita diserang." jawab prajurit.
"Gawat apanya? Kenapa kamu tidak bilang dengan benar?!" seru Kaisar Yun Fang.
__ADS_1
"Gagak hitam tiba-tiba datang menyerang kerajaan kita, langit kerajaan Han dipenuhi dengan gagak Hitam." jawab prajurit.
"Apa maksudmu?" tanya para menteri.
"Yang mulia harus keluar, para menteri juga pejabat juga harus keluar. kalian harus melihat langit kita dipenuhi gagak Hitam." jawab prajurit.
Seketika Kaisar Yun Fang dan para pejabatnya keluar dari aula kerajaan. Mereka ingin melihat seperti apa yang dikatakan oleh prajurit itu. ketika mereka sudah keluar dari teduhnya kerajaan, mereka menatap langit yang benar-benar dipenuhi oleh kegelapan. gagak Hitam tiba-tiba menyerang kerajaan hingga membuat para prajurit yang ada di sana nampak kocar-kacir mencari senjata untuk menyerang gagak Hitam itu.
"Pertahankan kerajaan, aku yakin kalau gagak Hitam ini bukan gagak sembarangan!" seru kaisar Yun Fang.
"Baik, yang mulia." jawab para prajurit dan pejabat.
Lin xia yang ada di paviliunnya nampak dia juga merasakan ada sesuatu yang akan terjadi, perutnya tiba-tiba bergerak tidak terkendali. wanita itu menatap langit yang sedikit demi sedikit berwarna aneh.
"Ada apa, yang mulia?" tanya dayang Sansan.
"Kalian persiapkan senjata, kalian minta para prajurit wanita untuk memakai perlengkapan perang!" perintah Lin xia.
"Baik, yang mulia." jawab dayang Sansan yang kemudian berlari menuju barak para prajurit .
Jenderal Yin Mei dan dayang Ruina seketika mereka langsung melindungi Lin xia.
"Baik, yang mulia." jawab Jenderal Yin Mei yang kemudian mengeluarkan pedangnya.
"Berikan aku satu pedang." pintar Lin xia.
"Tapi yang mulia." ucap dayang Ruina.
"Berikan aku satu pedang." pinta Lin xia kembali.
Seketika gagak hitam itu benar-benar menyerang, jenderal Yin Mai dan pengawal prajurit yang lain tentu saja mereka langsung menyerang. mereka tidak akan membiarkan gagak hitam itu menyerang mereka dan membuat mereka kewalahan.
ZLEPP..
KRESS..
SRINGGG..
__ADS_1
hari itu di beberapa kerajaan juga mendapatkan serangan gagak hitam, entah apa yang terjadi namun serangan yang terjadi ketika siang masih menampakkan dirinya.
"Panah burung-burung itu!" perintah Kaisar Yun Fang yang kemudian terus menebas burung-burung itu. burung-burung itu bukannya habis tapi semakin lama semakin banyak.
"Yang mulia, apa yang terjadi? kenapa burung-burung itu semakin banyak?" tanya jenderal Bhauji.
"Kalian tidak usah banyak bertanya, bunuh saja burung-burung itu." jawab Kaisar Yun Fang.
Ketika serangan itu terjadi tiba-tiba saja perut Lin xia benar-benar terasa sakit, terlihat wanita itu memegang perutnya yang terus bergerak tidak terkendali.
"Ada apa, yang mulia?" tanya dayang Ruina.
"Mungkin aku akan melahirkan, perutku benar-benar sakit." jawab Lin xia.
"Yang mulia, yang mulia harus bertahan." dayang Ruina yang kemudian memapah Lin xia masuk ke dalam kediamannya. jenderal Yin Mei tentu saja melindungi Lin xia.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
- Crazy love 18+
__ADS_1
- Ketika cinta berbicara