
*RUANG KERJA KAISAR*
"Yang mulia!!" seru putri Yin mai.
"Kenapa wanita itu terus-menerus membuat ulah." ucap Kaisar Yun Fang yang sedang berbicara serius dengan selir Rui na. malah Putri Yin mai terus berteriak di luar ruang kerja sang Kaisar.
"Yang mulia duduk saja di sini, aku yang akan menemui Putri Yin mai." selir Rui na kemudian berdiri meninggalkan Kaisar Tian mo.
"Baiklah, kalau begitu. tolong kamu lakukan apa yang harus kamu lakukan, aku benar-benar sudah tidak tahan dengan wanita itu." ucap kaisar Tian mo yang kemudian membereskan beberapa pekerjaannya. Terlihat pria itu memang sangat terganggu dengan kehadiran Putri Yin mai.
KREKK..
pintu ruang kerja sang Kaisar terbuka, Putri Yin mai yang melihat hal itu wanita itu benar-benar sangat bahagia. Dia mengira kalau yang membuka pintu itu adalah Kaisar Tian mo, namun sesaat kemudian senyum itu langsung memudar ketika selir Rui na yang keluar dari tempat itu.
"Kenapa kamu ada di sini?" tanya Putri Yin mai.
"Putri Yin mai, Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya balik selir Rui na.
"Aku mau bertemu dengan Yang mulia Kaisar." jawab Putri Rui na.
"Yang mulia Kaisar tidak bisa diganggu, Dia sedang melihat beberapa laporan kerajaan." jawab selir Rui na.
"Tapi, ada sesuatu yang harus segera aku katakan dengan Yang mulia Kaisar." Putri Yin mai yang tetap bersikukuh.
"Lebih baik Putri pergi dari sini, Yang mulia Kaisar tidak ingin diganggu." selir Rui na berusaha untuk memberi penjelasan kepada putri Yin mai. namun sayangnya terlihat sekali kalau wanita itu tidak mau mendengarkan perkataan selir Rui na.
"Kamu kira kamu ini siapa, kamu ini hanya selir kan. kamu tidak berhak menghentikan siapapun untuk menemui yang melihat Kaisar." ucap lancang Putri Yin mai yang kemudian malah mendorong tubuh selir Rui na.
"Aaa..," selir Rui na yang hampir terjatuh. namun ketika wanita itu hendak terjatuh Kaisar Tian mo langsung menangkap tubuh selir Rui na.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Kaisar Tian mo.
Selir Rui na sangat terkejut Ketika sang Kaisar sudah berada di belakang tubuhnya. "Hamba tidak apa-apa, yang mulia." jawab selir Rui na.
__ADS_1
Tatapan mata Kaisar Tian mo menata Putri Yin mai. Tatapan yang penuh dengan kemarahan bisa terlihat di wajah kaisar.
"Yang mulia." Putri Yin mai yang kemudian hendak mendekati Kaisar Tian mo.
"Lancang, berani sekali kamu menyakiti istriku!!" bentak Kaisar Tian mo dengan suara yang begitu keras. pria itu menunjukkan amarahnya, dia langsung menatap tajam Putri Yin mai yang tadi mendorong selir Rui na.
"Yang mulia, ada sesuatu yang mendesak. Saya ingin berbicara dengan yang mulia." Putri Yin mai yang terus berusaha untuk berbicara dengan Kaisar.
"Istriku sudah bilang Kan kalau aku tidak bisa menemuimu, Lalu kenapa kamu berani berbuat lancang seperti itu!!" seru Kaisar.
DEG..
selir Rui na sangat terkejut saat di bilang isteri di depan putri Yin mai. tatapan mata selir Rui na nampak menatap sang kaisar.
Penjaga pintu nampak langsung menundukkan kepalanya.
"Prajurit, bawa wanita ini ke penjara. berani sekali dia menyakiti istriku!!" seru Kaisar Tian mo dengan kata-kata yang begitu keras.
"Yang mulia, hamba tidak apa-apa." ucap selir Rui na.
"Biarkan para penjaga membawa wanita ini, dia harus tahu di mana posisinya dan dia harus tahu siapa kamu di kerajaan ini." jawab tegas Kaisar Tian mo.
DEG..
jantung selir Rui na berdebar begitu kencang ketika Kaisar Tian mo mengatakan hal itu, baru pertama kali pria itu mengakuinya sebagai seorang istri. untuk pertama kalinya Kaisar mengatakan di mana kedudukannya.
"Yang mulia, yang mulia tidak boleh melakukan hal ini kepadaku. Aku ingin yang mulia segera menandatangani surat perjanjian damai itu, yang mulia harus menjadikanku sebagai istri yang mulia!!" seru Putri Yin mai.
"Bermimpilah, Aku tidak akan pernah mengambil istri." jawab Kaisar Tian mo. pria itu terlihat benar-benar sangat marah, Sedangkan para utusan kerajaan Sang yang ada di kerajaan Ming nampak mereka sudah mendengar mengenai Putri Yin mai yang sudah dimasukkan ke penjara karena berani mengganggu Kaisar Tian mo.
"Apa yang aku bilang, menteri. inilah yang akan terjadi." ucap komandan kerajaan Sang.
"Apa yang harus kita lakukan, aku tidak mau dimasukkan ke penjara sama seperti utusan yang ada di kerajaan Han." ucap menteri.
__ADS_1
"Entahlah, aku tidak tahu ini semuanya benar-benar sangat rumit. jika kita menantang Kaisar kita juga akan dipenjara, bisa-bisa kita akan dihukum pancung." ucap komandan.
Mau tidak mau utusan kerajaan Sang harus diam dan duduk di tempat, mereka harus memikirkan cara untuk segera kembali ke kerajaan mereka daripada mati mengenaskan di kerajaan Ming.
"Aku akan memohon kepada yang mulia Kaisar untuk membebaskan Putri, Setelah itu kita kembali ke kerajaan Sang. jika kita tetap di sini maka nasib kita akan sama seperti utusan yang ada di kerajaan Han." ucap menteri.
"Lebih baik seperti itu, menteri. daripada kita semuanya juga mati." jawab komandan yang membuat orang-orang utusan kerajaan sang akhirnya setuju.
Para utusan kerajaan Sang akhirnya menemui kaisar Tian mo, mereka meminta pengampunan untuk putri Yin mai.
"Baiklah kalau begitu, aku akan membebaskan wanita itu segeralah kalian kembali ke kerajaan kalian, daripada aku memerintahkan gerbang kerajaan ku ditutup dan kalian tidak akan bisa keluar selamanya dari kerajaanku." kaisar Tian mo yang sudah memberi ancaman.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
__ADS_1