THE ROYAL PALACE

THE ROYAL PALACE
KE BARAK PRAJURIT


__ADS_3

Pagi itu Lin xia sedang berjalan-jalan di sekitar barak Kerajaan. sifatnya yang benar-benar tidak mau diam itu tentu saja akan selalu kambuh. pagi yang begitu cerah itu menuntun langkah kaki Lin xia menuju barak para pasukan.


"Hormat hamba, Yang Mulia!" seru Jenderal Bhauji yang melihat Lin xia sedang berjalan-jalan di sekitar barak pasukan Kerajaan.


"Apa yang sedang kau lakukan, Jenderal?" tanya Lin xia kepada Jenderal Bauji.


"Saya sedang memberikan pelatihan kepada para pasukan." jawab jenderal Bhauji.


"Bolehkah aku melihatnya?" tanya Lin xia kepada Sang Jenderal.


"Tentu boleh, Yang Mulia." jawab Jenderal Bhauji.


Akhirnya Lin xia dan 2 pelayan yang mengikutinya duduk di sekitar area pelatihan pasukan tersebut. kedua Mata Lin xia terus menatap Sang Jenderal yang memberikan pelatihan perang kepada para pasukan. sesaat kemudian entah tangan Lin xia yang gatal atau kakinya yang gatal, wanita itu langsung berjalan menghampiri Jenderal Bhauji yang sedang melatih para pasukan.


"Jenderal, bolehkah aku bertanya padamu?" tanya Lin xia kepada Jenderal Bauji.


"Tentu Yang Mulia, Apa yang anda ingin tanyakan." jawab jenderal Bhauji.


"Paman kan seorang petinggi Kerajaan, lalu Mengapa metode peperangan kalian hanya begitu-begitu saja?" tanya Lin xia.


"Memangnya apakah ada yang salah, Yang Mulia?" tanya sang Jenderal.


"Bolehkah aku meminjam tombakmu itu?" tanya Lin xia sembari menadahkan salah satu tangannya.


Terlihat jenderal Bhauji enggan untuk memberikan tombak yang ada di tangannya, bukan bermaksud apa-apa namun Sang Jenderal takut kalau terjadi sesuatu kepada permaisuri yang sangat dicintai oleh kaisar itu.


"Kalau kau tidak memberikan tombak itu, maka aku akan merebutnya." ancam Lin xia kepada Sang Jenderal.


Akhirnya pria tua itu memberikan tombak yang ada di tangannya, mau tidak mau dia harus menuruti seorang wanita yang begitu berbeda dari para wanita yang lain.


"Sekarang salah satu diantara kalian majulah dan lawan aku!" seru Lin xia.


Tentu saja para prajurit tidak ada yang berani untuk menyentuh istri dari sang Kaisar. mereka nampak terdiam tanpa berani maju ke hadapan Lin xia.


"Maafkan hamba, Yang Mulia." ucap Jenderal Bhauji yang tidak dilanjutkan.


"Tenang saja, belum tentu kalian bisa menyentuh seujung rambut ku." jawab Lin xia yang kemudian langsung memberikan serangan kepada beberapa prajurit.


"lihatlah apa yang aku lakukan dan pelajari semua gerakanku!" seru Lin xia.


Jenderal Bauji nampak menatap istri dari sang Kaisar.


Lin xia menggerakkan tubuhnya mengangkat salah satu tangannya dan terus memutar tombak yang berada di tangannya, gerakan wanita itu saat menyerang para pasukan dengan tombak terlihat tidak bisa dibaca oleh Sang Jenderal beserta anak buahnya.


HYAAAA!!!!

__ADS_1


TRANGG!!!


TRANGGG!!


TRAKKK!!


TRANGG...


Beberapa pedang yang dibawa oleh para prajurit langsung berjatuhan.


"Bagaimana mungkin permaisuri melakukan hal itu, bahkan kami tidak sempat untuk melihat gerakannya sama sekali." guman salah satu prajurit yang telah ditundukkan oleh Lin xia.


"Apakah kau melihat gerakanku tadi, Jenderal?" tanya Lin xia.


Jendral Bhauji menggelengkan kepalanya.


"Bagaimana kau tidak melihat semua pergerakan ku, Memangnya kau taruh di mana matamu itu?" tanya Lin xia yang membuat sang Jenderal dan para prajuritnya nampak wajahnya langsung memerah.


"Kalian tunggu di sini dan jangan kemana-mana, aku akan segera kembali setelah aku berganti pakaian." ucap Lin xia yang kemudian berlari dengan sangat cepat menuju kediamannya.


Sedangkan sang Kaisar nampak pria itu sedang berada di salah satu tempat dia bersama salah satu Kasim. pria itu sedang membicarakan mengenai beberapa permasalahan kerajaan, Lin xia yang sedang berlari menuju kediamannya tanpa sengaja bertemu dengan sang Kaisar.


"Lihatlah, istriku sedang berlari menuju ke tempatku. pasti dia begitu rindu padaku dan ingin memeluk Ku." ucap Kaisar Yun Fang yang melihat sang istri sedang berlari kearahnya. terlihat Kaisar Yun Fang langsung merentangkan kedua tangannya karena pria itu mengira istrinya akan memeluknya.


"Oh sayangku, aku juga sangat merindukanmu." ucap Kaisar Yun Fang yang telah merentangkan kedua tangannya.


WUSSS...


Lin xia langsung melewati tubuh Sang suami yang sedang menunggu pelukannya, Kaisar Yun Fang beserta para Kasim dan pengawal yang melihat hal itu mereka langsung menatap permaisuri dari Kerajaan Han yang langsung melewati sang Kaisar yang menunggu pelukan darinya.


Kaisar Yun Fang dan Kasim nampak saling menatap satu sama lain.


"Kenapa istriku melewati ku, Kasim. Memangnya dia mau kemana?" tanya Kaisar kepada Kasim.


"Hamba kurang tahu, Yang Mulia." jawab Kasim.


"Cepat ikuti istriku, karena aku mau tahu kemana dia akan pergi. mengapa dia tiba-tiba melewatiku tanpa menatapku sama sekali." seru Kaisar yang kemudian memutar haluan dan mengejar sang istri yang begitu terburu-buru.


*KEDIAMAN PHOENIX*


"Apa yang dilakukan oleh permaisuri?" tanya Kaisar Yun Fang kepada tiga orang kepercayaan Lin xia.


"Maaf, Yang mulia...," Sansan yang tidak melanjutkan kata-katanya.


BRAKK!!

__ADS_1


Kediaman Phoenix adalah kediaman tempat Kaisar Yun Fang dan Lin xia, terlihat orang-orang yang bersama sang Kaisar menunggu sang permaisuri yang akan keluar. Kaisar Yun Fang hendak membuka pintu kediamannya, namun terlihat Lin xia sudah keluar dengan pakaian khas para pria.


"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Lin xia yang melihat sang suami dan para pejabat Kerajaan menunggunya diluar kediamannya.


"Kau mau kemana, istriku?" tanya Kaisar Yun Fang.


"Aku mau ke barak para pasukan." jawab Lin xia.


"Memangnya kau mau apa ke sana?" tanya Kaisar lagi.


"Mau melatih para pasukanmu." jawab Lin xia.


"Lalu, Mengapa kau tidak melihatku tadi?" tanya Kaisar yang terlihat marah.


"Maaf maaf aku sudah tidak bisa mengerem langkah kakiku." jawab Lin xia yang kemudian memberikan pelukan dan ciuman di bibir sang Kaisar.


Hal itu membuat orang-orang yang bersama Kaisar Yun Fang wajahnya langsung bersemu merah karena kelakuan Lin xia yang begitu blak-blakan.


KHEM..


"Sebaiknya kalian pulang dahulu, karena aku ingin berbicara dengan istriku." ucap Kaisar yang kemudian langsung menarik sang istri masuk kembali kedalam kediamannya.


Tentu saja para dayang Kasim dan pengawal sang Kaisar tahu apa yang akan dilakukan oleh junjungan mereka. seketika mereka langsung mengambil jarak yang sangat jauh dari kediaman sang Kaisar, tentu saja olahraga pagi hari akan terjadi.


"Aku tidak pernah mengira kalau yang mulia sangat bersemangat." ucap Kasim.


"Jangan keras-keras, Kasim. nanti kita semua kena hukum." jawab Ling su.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci

__ADS_1


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- The royal palace


__ADS_2