
Setelah acara pesta itu akhirnya para kaisar kerajaan tetangga pun kembali ke kerajaan mereka.
"Kamu harus berhati-hati." Lin xia mengantarkan kepergian selir Rui na.
"Terima kasih, Permaisuri." selir Rui na yang berpamitan.
Kaisar Tian mo nampak maju ingin berbicara dengan Lin xia.
"Terima kasih atas jamuan nya." Kaisar Tian mo yang hendak menyentuh tangan Lin xia namun Kaisar Yun Fang langsung menghadang.
"Tentu saja, Kaisar. kalian adalah tamu di kerajaan kami." jawab kaisar Yun Fang yang langsung meraih tangan kaisar Tian mo yang hendak menyentuh tangan Lin xia.
Kasim yang ada di belakang tubuh Lin xia dan Kaisar Yun Fang nampak pria itu sedikit tersenyum. "Tentu saja yang mulia Kaisar tidak akan pernah melepaskan wanita yang sudah menjadi miliknya." guman Kasim dalam hati saat melihat Kaisar Tian mo berusaha untuk meraih tangan Lin xia.
Sedangkan selir Rui na yang melihat hal itu nampak wanita itu tahu kalau suaminya itu masih mengharapkan cinta dari mantan istrinya.
"Terima kasih karena yang mulia Kaisar dan permaisuri menerima kami dengan baik." ucap selir Rui na yang kemudian berpamitan.
Mau tidak mau Kaisar Tian mo juga harus pergi, tatapan matanya begitu sendu. dia menatap Lin xia yang sudah tidak pernah menginginkan dirinya. sedangkan Kaisar Yun Fang memeluk sang istri dengan begitu erat, pria itu seolah mengatakan kalau wanita ini adalah milikku.
Setelah pesta hari itu kabar mengenai kerajaan Han benar-benar sudah meluas, beberapa kerajaan besar yang ada di beberapa wilayah tentu saja ingin mengetahui kebenaran mengenai Kaisar dan permaisurinya yang begitu hebat. waktu berjalan lamban namun penuh dengan kebahagiaan. Dari hari ke hari perut Lin xia semakin membesar, wanita itu nampak menikmati semua kebahagiaannya apalagi sang Kaisar begitu mencintainya dan memberikan dia perhatian yang sangat luar biasa.
BEBERAPA BULAN KEMUDIAN
perut Lin xia sekarang sudah berusia 5 bulan, wanita itu masih tetap berjalan-jalan di seluruh kerajaan. tidak lupa juga dia selalu ke barat para prajurit dia melihat para prajurit wanita yang semakin hebat bahkan teknik bertarung mereka tidak kalah hebat dari para prajurit pria.
"Yang mulia permaisuri." Panggil salah satu pimpinan prajurit wanita.
"Kalian berkumpullah, Aku ingin kalian mendengar perintahku." jawab Lin xia .
Para prajurit pria tentu saja penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh permaisuri mereka.
"Yang mulia, Apakah ada sesuatu?" tanya Jenderal Bhauji.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, Jenderal. aku hanya ingin memberikan satu perintah saja." jawab Lin xia.
Akhirnya para prajurit wanita berkumpul, Sedangkan para prajurit pria tentu saja mereka begitu kepo dan ingin tahu apa yang akan dibicarakan oleh permaisuri mereka.
"Kenapa kalian juga ikut kemari?" tanya Lin xia.
"Tidak apa-apa kan, Yang mulia? kami juga ingin mendengar perintah yang mulia." jawab para prajurit pria.
Jenderal Bhauji bersama beberapa anak buahnya terus penasaran, Hal itu membuat para prajurit malah ikut berkumpul semua
"Istriku." kaisar Yun Fang yang sudah berada di barak para prajurit.
"Yang mulia, apa yang mulia lakukan di sini?" tanya.
"Oh itu.., sebenarnya...," kaisar Yun Fang yang juga ikut penasaran namun dia sedikit malu untuk mengatakannya.
"Kenapa yang melihat juga ikut penasaran dengan apa yang akan aku katakan sama prajurit wanita?" tanya Lin xia sembari menatap sang suami.
"Aku hanya ingin mengangkat para prajurit wanita yang sudah melayaniku, aku ingin mengambil 3 pemimpin untuk memimpin para prajurit wanita." jawab Lin xia yang membuat para prajurit pria menganggukkan kepalanya.
Putri jenderal Bhauji, Hua Yin Mei menjadi jenderal prajurit wanita sedangkan seorang wanita dari kalangan rakyat jelata yang bernama Shui Rin sebagai komandan dan rakyat jelata yang lain sebagai kepala devisi Wan yi ai.
"Sesuai dengan kemampuan yang kalian miliki aku memerintahkan 3 orang itu untuk menjadi atasan kalian dan setiap pimpinan harus melapor kepada pimpinan agar tidak ada kesalahpahaman dan adanya kesinambungan." ucap Lin xia.
Jenderal Bhauji benar-benar tidak pernah berpikir kalau putrinya akan memiliki kedudukan sama seperti dirinya. bahkan dua wanita dari rakyat jelata itu pun mereka juga tidak akan pernah berpikir kalau mereka akan diangkat menjadi pemimpin para prajurit.
"Terima kasih, yang mulia permaisuri!!" seru para prajurit yang kemudian memberi hormat kepada Lin xia.
"Mulai sekarang kalian akan menjadi prajurit dalam istana, Sedangkan para pria akan menjadi prajurit kerajaan. tak ada batasan antara pria dan wanita, kalian akan sama-sama mempunyai tanggung jawab mempertahankan kerajaan ini!!" seru Lin xia.
Kaisar Yun Fang tidak akan pernah memikirkan kalau istrinya mempunyai rencana yang begitu besar, apalagi semakin hari perut istrinya itu semakin besar pula. Hal itu membuat sang kaisar juga harus memikirkan keselamatan istri dan anaknya.
"Jenderal, komandan dan kalian pimpinan para prajurit. Bisakah kita berkumpul, ada sesuatu yang harus aku katakan."
__ADS_1
"Ada apa, istriku?" tanya Kaisar.
"Masuklah aku akan mengatakan jika kita sudah masuk." jawab Lin xia.
Sebuah rumor sudah beredar dengan begitu luas di beberapa kerajaan mengenai adanya sebuah kelompok yang dengan sangat mudah memasuki kerajaan-kerajaan yang ada di beberapa wilayah. Lin xia sudah mengetahui itu dari salah satu prajurit khusus yang dia latih.
"Kalian sudah mendengar mengenai rumor yang sudah beredar luas itu, kan?" tanya Lin xia.
"Apakah yang kamu maksud itu rumor mengenai para prajurit bayangan itu, istriku?" tanya Kaisar Yun Fang.
"Benar sekali, yang mulia." jawab Lin xia.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
__ADS_1