THE SUMMONER

THE SUMMONER
Prolog


__ADS_3

Dahulu kala hampir semua kehidupan dimuka bumi ini damai sekali. Saking damainya, hampir tak ada yang namanya pertikaian, permusuhan, dan bahkan tak ada perselisihan. Sungguh benar-benar pemandangan yang sangat menentramkan sekali bagi dunia ini. Seiring dengan berjalannya waktu kondisi bumi ini tak lagi sama.


Hingga suatu ketika semuanya berubah drastis setelah apa yang dilakukan para monster terhadap dunia ini. Ya, mereka menuntut balas karena kaum monster telah kehilangan rajanya akibat perang di masalalu. Kini mereka telah menghantui setiap kehidupan dimuka bumi ini.


Mereka menyerang dengan berkelompok dan membabi buta seolah tak ada rasa bersalah dalam hati mereka, yang ada malah kesenangan yang mereka dapatkan. Tak ada yang mampu menghentikan perbuatan mereka ini selain para summoner, tapi sampai saat ini keberadaan mereka juga dianggap sebagai ancaman tersendiri bagi para penduduk.


******


Di suatu tempat di dekat sebuah pemukiman yang terpencil, terdapat sebuah desa yang mana penghuninya hampir sebagian besar adalah summoner. Mereka selalu siap siaga setiap hari, bahkan setiap malam pun saling bergantian berjaga untuk mengantisipasi jikalau kaum monster datang untuk menyerang.


Pagi pun berganti dengan malam, dan benar saja dari jauh terlihat segerombolan monster yang sedang menuju ke pemukiman itu. Jumlahnya ratusan bahkan lebih, ini akan menjadi sebuah peperangan yang luar biasa dasyatnya antara para summoner bersama makhluk pelindungnya dengan para pasukan monster.


Tetua sekaligus pemimpin dari pemukiman itu pun terlihat mengumpulkan warga desanya dan mengumpulkan para summoner yang akan memerangi para monster itu, sementata untuk manusia biasa segera mengungsikan diri beserta anak-anak.


Dengan persiapan diri yang kurang itu, mereka segera beranjak pergi sembari memanggil Guardian Force nya masing-masing. Sesegera mungkin mereka menghadang para monster itu agar tidak menuju ke pemukiman warga.


Dengan jumlah yang minim mereka mencoba untuk menghalau para monster untuk melindungi dan mempertahankan wilayahnya.


Pertarungan pun terjadi, mereka bertarung dengan hebatnya sampai-sampai sebuah badai, ombak, dan hujan petir pun seolah mengiringi pertarungan mereka.


"Oh tidak tempat ini tak lama lagi akan segera musnah."


Terlihat seorang tetua itu sedang berjuang untuk dunia dan para penduduknya. Melihat pemandangan ini tetua itu mulai merinding ketakutan.


"Pak Tetua, betapa banyaknya kaum monster yang menyerang. Kita tak akan bisa bertahan lebih lama lagi, Apa yang harus kita lakukan? Dunia ini akan segera kiamat."


Para summoner yang ikut berperang itu pun sedikit demi sedikit sudah mulai merasa putus asa.


"Meskipun begitu, janganlah kalian menyerah, kita harus melindungi tempat ini" Ucap pak tetua itu.


"aku harap ada suatu keajaiban yang terjadi di peperangan ini, akankah ada yang bisa mengakhiri peperangan ini" Kata pak tetua itu dalam hati sembari mencoba menahan para kaum monster dengan Guardian Force miliknya.

__ADS_1


"Binasalah kalian para summoner, kami akan membalaskan dendam atas apa yang kalian lakukan pada raja kami di masa lampau" Ucap pemimpin monster itu.


Di saat dunia yang sudah di ambang kehancuran itu berlangsung, tiba-tiba sinar harapan pun datang, terlihat dari jauh datanglah seorang summoner misterius yang entah dari mana datangnya, dia terlihat terbang menaiki Guardian Force miliknya.


"Haaah, lihatlah di bawah sana neiva mereka bertarung terlalu berisik. Membuat tidurku terganggu saja." Kata pemuda misterius itu dengan Guardian Force nya yang sedang ia naiki.


"Yeah. Mereka juga menciptakan pemandangan yang tak mengenakkan ini, merepotkan saja" Jawab guardian force yang bersama dengan pemuda misterius itu.


"Ayo kita segera bereskan semua kekacauan ini neiva! Agar aku bisa beristirahat dengan tenang" Pemuda misterius itu terlihat mulai bertindak sesuatu.


"Yeah, patner"


Neiva pun segera terbang ke langit. Mulutnya yang lantang mulai mengumpulkan energi yang besar dan sangat bersilau. Sementara pemuda yang gagah berani itu merapalkan sebuah mantra sihir dan menciptakan sebuah tombak petir yang sangat banyak di sekelilingnya.


Pak Tetua itu kelihatannya menyadari keberadaannya, sejenak ia bersyukur karena masih ada harapan untuk menghentikan peperangan ini.


"Semuannya lihatlah ke atas, disana ada summoner yang ikut berjuang dengan Guardian Forcenya, cahaya itu berasal dari makhluk di atas sana, lihatlah baik-baik sosok dari naga bersisik emas itu. Mungkin kita tidak akan bisa selamat dari, tapi paling tidak kita harus membuat penghalang agar efek dari serangannya tidak sampai ke pemukiman" Perintah Pak tetua kepada semua orang yang ada di sana.


Tetua beserta para summoner yang bersamanya itu sesegera mungkin membuat barrier yang mengelilingi tempat itu dengan sihir mereka.


"Cih dasar, kenapa mereka malah membuat barrier ini padahal aku harap mereka semua segera menyelamatkan diri" Ucap pemuda pemberani itu.


Dengan kecepatan yang hampir setara dengan cahaya itu, Neiva menyemburkan energi nya di ikuti dengan pemuda itu yang menjatuhkan tombak petirnya. Ledakan yang dasyat pun seketika memporak porandakan tempat itu serta melenyapkan semua yang ada di situ.


*********


"SELESAI"


"Aah kak Aaron masa cuma segitu saja sih cerita nya, kan jadi nggak seru." Ucap seorang anak kecil yang terlihat kesal.


"Maav ya di buku cuma tertulis sampai disini saja tuh cerita nya, he.he" Sahut Aaron yang terlihat sedang menenangkan adiknya.

__ADS_1


"Tapi kak, neiva itu sebenarnya makhluk apa?" Adik Aaron terlihat sangat penasaran.


"Hmm, di sini tertulis kalau naiva itu semacam makhluk pelindung atau bisa di sebut sebagai Guardian Force" Jawab Aaron.


"Terus kak, Guardian Force itu sendiri sebenarnya makhluk seperti apa?" Tanya sang Adik.


"Entahlah dek, di penjelasan buku ini di tuliskan kalau Guardian Force itu semacam makhluk yang melindungi suatu wilayah, melindungi tempat, dan bahkan melindungi pemilik nya gitu dek."


"sebenarnya aku sendiri juga tidak tau apa itu guardian force" Ucap Aaron dalam hati.


"Terus kak, kalau...?"


"Stop. Ceritanya sampai di sini dulu, sekarang sudah malam waktunya buat tidur dek."


Aaron yang sepertinya sudah mengantuk itu pun menyudahi ceritannya.


"AAHHH KAKAKKK !!!"


Yaa. buku itu di tulis oleh salah satu orang yang waktu itu tidak sengaja menyaksikan pertempuran yang dasyat itu.


Kejadian yang menimpa 10 tahun yang lalu itu masih membuat bekas luka tersendiri bagi tempat ini.


Ketika masih kecil, Aaron telah kehilangan keluarganya akibat perang di masa lalu itu dan sekarang mereka di asuh oleh pamannya.


Kini Aaron telah bertumbuh besar dan pamannya yang selalu menjaganya itu kini memutuskan Aaron untuk bersekolah di tempat yang sudah di persiapkan untuknya.


Karena tak ingin mengecewakannya, Aaron pun menerima penawaran dari pamannya itu.


Kehidupan Aaron pun tak akan mudah lagi mulai hari ini. Ia harus mencari tau jati diri nya sendiri untuk mengetahui kebenaran-kebenaran apa saja yang terjadi di masa lalu serta mengetahui penyebab perang itu terjadi.


Perjalanan yang panjang pun dimulai hari ini.

__ADS_1


__ADS_2