
"Rasakan seranganku ini manusia brengsek" Sambil mengepakkan sayapnya yang kekar itu, Xandria menciptakan angin yang dapat mencabik-cabik apapun yang ada di depannya.
"Hei..hei..hei.. Aku hanya bercanda tuan Xandria! Tolong maafkan saya. Sebenarnya saya punya penyakit berbicara sembarangan terhadap lawan bicara" Ucap Dandelion sambil berlari dan menghindari serangan yang di lontarkan Xandria.
"Terlambat untuk meminta maaf manusia! Lagi pula alasan konyol macam apa itu? Mana ada penyakit yang seperti itu?" Ucap Xandria merasa dibodohi.
"Asal kau tahu saja ya, didunia manusia banyak sekali penyakit yang aneh-aneh tau!" Ucap Dandelion meyakinkannya.
"Alasan saja kau! Rasakan seranganku yang selanjutnya ini manusia sialan" Ucap Xandria sembari terbang lebih tinggi. Dengan kepakan sayap yang selanjutnya, Dia pun sukses menciptakan angin tornado yang begitu dasyat dan siap menerbangkan apapun yang ada di sana.
Dandelion pun terombang ambing di udara oleh serangan Xandria, manun karena dirinya mengarah ke Xandria Dandelion memegangi punggung Xandria dengan erat dan tak mau melepaskannya.
"Lepaskan aku dasar manusia tak tahu diri, berani-beraninya tanganmu yang kotor itu menyentuh tubuhku" Ucap Xandria sambil mencoba melepaskan genggaman Dandelion dengan menggoyang-goyangkan tubuh kekarnya itu.
"Uhh kekuatannya begitu besar, aku harus berbuat sesuatu untuk menghentikannya" Ucap Dandelion dalam hati.
Dengan latihan yang di jalaninya itu dia mencoba mengeluarkan bola energinya, entah apa yang terjadi seketika bola itu berubah menjadi sebuah batu yang cukup besar. Karena sibuk untuk mencoba melepaskan genggaman di punggungnya,
Batu itu pun jatuh dan mengenai Xandria, seketika itu dia terjatuh dan tersungkur kebawah.
"Argh.. Dasar kau berani-beraninya melakukan itu kepadaku akan aku balas dengan serangan spesislku" Ucap Xandria yang terlihat marah sekali.
"Tidak!!! Too..long maav kan saya, saya juga tidak tau kenapa batu itu tiba-tiba keluar dari energiku." Jawab Dandelion sambil merinding ketakutan.
"Ha.ha.ha Terlambat untuk meminta maav" Dengan cepat Xandria terbang ke langit dengan posisinya yang begitu aneh. Sayapnya yang menjuntai lebar itu pun perlahan membungkus tubuhnya dan membentuk sebuah bor yang berputar-putar dan siap di tancapkannya ke tubuh Dandelion.
******
Kembali ke tempat dimana Zero dan Aaron berada. Sepertinya Zero menyadari sesuatu di dekat perbatasan tempat mereka berada.
__ADS_1
"Hey bocah apakah kau datang ke sini sendirian saja" Tanya Zero dengan ekpresi serius.
"Tidak Zero, aku di kirim kesini bersama tiga orang rekanku, tapi entah kenapa dari tadi aku tak mrlihat mereka di sini" Jawab Aaron sembari menoleh ke kanan-kiri.
"Sepertinya salah satu dari rekanmu itu sedang dalam bahaya disana" Ucap Zero.
"Apa kau bilang? Apakah kau bisa membawaku kesana sekarang juga Zero?" Ucap Aaron dengan kaget.
"Aku tak yakin, karena pada dasarnya alam legion ini memiliki daerah kekuasaannya masing-masing dan di setiap daerah itu terdapat makhluk yang menguasainya, Dan tempat berpijak kita ini adalah daerah yang netral bisa di bilang semua makhluk yang ada di daerah ini memiliki derajat yang sama tanpa ada yang menguasai"
"Kami para Guardian Force sudah saling sepakan untuk tidak mengganggu satu sama lain di daerah kekuasaannya" Zero mencoba menjelaskannya pada Aaron.
"Tapi Zero mungkin saja rekanku butuh bantuanku, paling tidak antar aku kesana, kumohon?" Ucap Aaron dengan ekpresi sedih.
"Huft baiklah hanya kali ini saja, tapi aku hanya akan mengantarmu sampai di perbatasan saja, sisanya kau urus sendiri" Ucap Zero.
Tanpa basa-basi Aaron pun naik ke punggung Zero dan seketika Zero melesat cepat menuju tempat salah satu dari rekan Aaron berada.
.....
"Apa kau memiliki permintaan terakhir, hei manusia" Ucap Xandria.
"......." Dandelion pun tak bisa berkata-kata.
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki seseorang yang sedang berlari dan menyebut nama Dandelion dengan kencangnya.
"Aaron, kenapa kau ada disini, mana yang lain?" Ucap Dandelion.
"Entahlah, dari tadi aku mencari mereka tapi tidak ada hawa keberadaannya." Jawab Aaron.
__ADS_1
"Tapi bagaimana kau bisa tau kalau aku disini?" Tanya Dandelion.
"Emm soal itu...." Jawab Aaron yang bingung harus menjelaskan dari mana.
"Sudah selesai reoninya?" Ucap Xandria yang memotong pembicaraan.
"Eh siapa itu di atas sana Dandelion?" Ucap Aaron.
"Penjelasannya nanti saja, sekarang kita harus segera melindungi diri" Sahut Dandelion.
"Haa.haa.haa jadi kalian datang bersama-sama kesini? Apa sekalian saja aku habisi kalian berdua ya, rasakan seranganku ini".
Xandria terlihat tidak main-main dengan perkataannya. Dia ingin menghabisi mereka dengan serangannya yang fatal itu. Namun dengan cepat Zero datang kesana dan menghentikan serangan Xandria dengan semburannya. Xandria yang menerima serangan dari Zero itu langsung terpental dan menabrak pohon besar disana hingga tumbang.
"Uwaa makhluk apa lagi ini, Awas Aaron minggir darinya, kau bisa di makan hidup-hidup nanti" Ucap Dandelion.
"Hei tidak papa Dandelion dia adalah Zero, Guardian Force ku." Ucap Aaron.
"Jadi ini wujud dari Guardian Force mu itu ron, pantas saja wajah kalian mirip." Ucap Dandelion.
"APA KAU BILANG!!!" Aaron dengan Zero mengucapkannya secara bersamaan.
"Hei bocah ternyata ada yang lebih menyebalkan darimu ya." Ucap Zero.
"Yah kau akan terbiasa dengannya Zero" Ucap Aaron sembari tersenyum.
"Hei Zero, melihatmu aku jadi terfikir sesuatu rasanya kau mirip seperti T-Rex bersayap" Ucap Dandelion dengan polosnya.
"Apaa kau ingin aku bunuh juga bocah mengesalkan!!!!" Ucap Zero makin kesal.
__ADS_1