THE SUMMONER

THE SUMMONER
Ch. 17 - Ungkapan Tak Terduga


__ADS_3

Dari depan sudah mulai terlihat penampakan dari sekolahan yang sangat megah itu.


"Nah kita sudah sampai. Selamat datang di High School Dream in Summoner, Riona" Ucap Aaron sembari menunjukkan kepada Riona sekolahan itu.


High School Dream In Summoner.


"Wah beneran indah sekali, aku jadi tidak sabar melihat-lihat isi di dalamnya" Gumam Riona dengan takjubnya. Wajahnya terlihat berbinar-binar setelah melihat pemandangan dari wajah sekolahan itu.


Aaron pun segera mengajak Riona untuk memasuki sekolahannya. Belum sempat mengajak Riona untuk melihat-lihat di sekitaran, di halaman sekolah terlihat ada kerumunan orang-orang yang sepertinya adalah murid-murid dari kelas lain.


Di sana juga tampak sosok familiar yang tak lain adalah Firion, Dandelion, dan Xena di antara kerumunan itu. Lantas Aaron pun mengajak Riona untuk menghampiri mereka semua sekaligus ingin mengenalkannya kepada teman-temannya itu.


"Hey kalian, sedang apa di sini? Kenapa semua murid pada berkerumunan di sini?" Tanya Aaron yang penasaran dengan pemandangan itu.


Firion pun menengok mendengar suara yang sedang menyapa mereka itu.


"Oh rupanya kau Ron. Kami semua di sini karena ada sebuah pengumuman yang sangat penting, coba kau kemari dan lihat sendiri" Jawab Firion.


Aaron pun memfokuskan pandangannya ke sebuah layar lebar besar bertuliskan sebuah pengumuman yang tertera di sana.


Pengumuman.


Perhatian kepada semua murid yang ada di sini, berhubung para monster sudah memulai pergerakannya kembali dan memperlihatkan eksistensinya maka kami para guru terpaksa memutuskan untuk bertindak tegas menyelidiki pergerakan dari mereka.


Untuk itu di mohon kerjasamanya agar kalian tetap berhati-hati di manapun berada. Dan kami harap kalian cepat menyelesaikan pelatihan ini agar menjadi seorang summoner sejati yang mana ikut membantu memerangi dan membasmi para monster itu.


Oh dan satu lagi berhubung saya Bu Evana, Raven, dan Pak kepala Zell beserta sebagian dari guru tidak ada karena kondisi ini maka untuk sementara waktu kalian akan di latih oleh seorang guru yang mana sudah profesional di bidangnya dan bisa di bilang master summoner itu sendiri. Jadi semangat berlatih untuk kalian semua.


TTD


Evana


"Wah jadi situasi sudah mulai genting ya!! Kita harus segera berlatih dengan keras agar bisa ikut berperan dalam mengkentikan pergerakan para monster itu" Ucap Aaron dengan serius.


"Eh lho ngomong-ngomong siapa gadis yang ada di samping mu itu Ron?" Tanya Dandelion dengan penasaran.


"Iya aku lupa memperkenalkannya kepada kalian, perkenalkan dia adalah Riona, mulai sekarang dia akan ikut kelas bersama dengan kita" Jawab Aaron.


"Hei tunggu dulu ron! Kau tak bisa dengan sembarangan mengajak orang luar tahu. Kau lupa ya ucapan dari bu Eva kemarin? Dia kan bilang tak sembarang orang bisa jadi summoner, cuma orang yang memiliki tanda segel di tubuhnya saja yang bisa!" Ucap Firion memperingatkan Aaron.


"Eh soal itu.. Benar juga kenapa aku bisa lupa dengan perkataan bu Eva kemarin"


"Sial, padahal aku mengajak Riona kesini karena tak ingin dia merasakan kesedihan yang mendalam, ku harap dia bisa kembali ceria lagi tapi kenapa aku lupa" Ucap Aaron dalam hati.

__ADS_1


Melihat Aaron yang tidak enak hati kepadanya itu, Riona sadar dan mulai mengungkapkan sesuatu yang tak terduga kepada mereka semua.


"Tak apa Aaron aku akan mengungkapkan sesuatu, ya soal tanda segel sebenarnya aku memilikinya kok tanda itu terdapat di balik punggungku, dan sebenarnya sejak kecil aku sudah di ajarkan oleh kakek untuk menjadi seorang summoner dan aku juga telah mendapatkan Guardian Force ku sendiri, maav sebelumnya tidak menceritakannya padamu ron" Ucap Riona.


"Jadi kau tak perlu mengkhawatirkanku soal ini, aku boleh ikut berlatihkan bersama kalian?" Ucap Riona dengan senyuman khasnya yang manis.


"Jadi begitu, pantas saja dia tidak aneh dengan sesuatu yang bau summoner, masa lalu mu pasti sangat berat, Riona" Ungkap Aaron dalam hati.


"Baiklah kalau begitu, aku Firion, aku tak masalah kalau kau ingin bergabung, bagaimana dengan kalian?" Ucap Firion.


Xena yang sembari tadi hanya terdiam membisu kini mulai ikut menimbrung pembicaraan mereka.


"Iya tentu saja aku tak masalah, kita sama-sama berjuang sebagai seorang wanita ya Riona, perkenalkan namaku Xena, senang bisa berkenalan denganmu"


Xena pun terlihat membisiki Riona sesuatu.


"Banyak cowok ganteng lho disini, kau pasti bakalan betah di sini."


"Hai Riona, aku Dandelion yang super keren, boleh ku tanya sesuatu? Dimana tempat tinggal mu.


"Hei Dandelion hati-hati kalau bicara dia baru saja..." Ucapan Aaron pun terpotong oleh Riona.


"Tidak apa-apa ron biar ku jawab, sebenarnya tempat tinggalku baru saja telah di jajah oleh para monster, untuk itu aku harus menjadi lebih kuat agar dapat menghentikan kegilaan ini dan agar tak ada korban lagi yang di timbulkan akibat ulah mereka."


"Tunggu sebentar, jangan-jangan maksud dari tujuan balas dendammu itu untuk mereka ya, Firion?" Ucap Aaron.


"Yeah benar sekali."


"Berarti kita semua disini mayoritas adalah korban dari para monster sialan itu ya" Ucap Aaron.


Setelah mereka saling berbicara satu sama lainnya tiba-tiba saja layar yang bertulisan pengumuman itu terlihat mati seketika dan berganti dengan sebuah video seseorang yang sedang berbicara.


...bipz..


Seketika pandangan mereka pun teralihkan setelah layar itu berubah menjadi sesosok orang yang sedang berbicara.


"Ara..ara.. Mohon perhatiannya kepada seluruh summoner di sini, saya adalah guru yang akan membimbing latihan kalian untuk sementara ini selagi para guru lainnya sedang melakukan tugasnya di luar sana" Ucap seseorang di layar itu.


"Saya Elena, langsung saja sebelum memulai latihan aku akan memberi waktu kepada kalian untuk membuat kelompok kalian semua dan masing-masing kelompok terdiri dari lima orang."


"Wah pas sekali lima orang, ayo Riona kau ikut saja dengan kami" Ucap Aaron.


Belum sempat Riona menjawab perkataan Aaron, dengan cepat tangannya pun di geret oleh seseorang.

__ADS_1


"Hai gadis manis, mau bergabung denganku?" Ucap pemuda misterius itu.


Namun dengan tenaga penuh, Riona pun melepaskan genggaman dari pemuda itu dan dengan cepat dia menggandeng tangan Aaron yang ada di sana.


"Maav tapi aku sudah ada kelompok tuh dengan teman-temanku" Ucap Riona dengan tegas.


Pemuda itu pun langsung pergi tanpa berkata apa-apa lagi dan kelihatannya semua orang sudah memilih kelompoknya masing-masing.


"Baiklah sepertinya kalian sudah selesai membuat kelompok, untuk memudahkannya aku sebut dari kiri kelompok satu, lalu sampingnya kelompok dua dan seterusnya" Ucap Elena.


"Sebentar lagi aku akan menuju kesana jadi bersiaplah" Ucap Elena dari layar itu.


...Bipz... Layar proyektor itu pun berubah menjadi layar hitam saja.


***


Desa Bagian Timur


"Pak Zell apakah segini sudah cukup barrier nya?" Ucap Raven yang telah menciptakan lapisan sihir untuk melindungi desa-desa yang ada disana.


"Aku rasa sudah semuanya disini, sekarang mari kita ke tempat Evana untuk membantu disana" Ucap Zell.


"Baik pak."


***


Desa Bagian Barat.


Sementara itu di tempat Evana, tepat di sebuah pemukiman di bagian barat dia juga sepertinya sedang membuatkan barrier-barrier untuk para penduduk guna mengartisipasi adanya serangan dari para monster.


"Huft melelahkan sekali, membuat barrier ini memputuhkan energi yang ekstra rupanya" Ucap Evana.


"Terimakasih nona karena telah melindungi desa kami, kami tak tau harus berbuat apa lagi jikalau monster-monster itu datang menyerang!" Ucap pemimpin desa itu.


"Tidak apa pak, sudah menjadi kewajiban saya untuk melindungi para manusia" Ucap Evana yang sepertinya sudah kelelahan akibat energi yang terkuras banyak itu.


"Mari makanlah dulu dan beristirahatlah sejenak nona" Ucapnya.


"Tak usah repot-repot pak kepala desa, masih banyak pekerjaan yang harus kuselesaikan. Sementara itu aku mohon untuk para penduduk agar tetap berhati-hati dan selalu siap siaga" Ucap Evana.


"Sekali lagi terimakasih nona"


Evana pun kini memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya untuk misi pembuatan barrier di setiap pemukiman penduduk.

__ADS_1


Di lain tempat sepertinya kaum monster sudah mulai bergerak untuk mencari informasi mengenai pedang ragnarok.


__ADS_2