THE SUMMONER

THE SUMMONER
Ch. 6 - Pertemuan Di Mulai


__ADS_3

Terlihat sebuah rantai yang mengunci pintu itu perlahan mulai terlepas dan berlanjut sebuah motif segel yang menyala dipintu itu.


Setelah proses pembukaan berakhir, pintu itu terbuka dan dari balik pintu itu terlihat sebuah lubang hitam yang di kelilingi oleh petir yang menyambar.


"Jadi inilah pintu penghubung dunia Guardian Force itu?" Aaron yang melihatnya dengan tatapan takjup.


"Yah beginilah bentuknya terlihat menyeramkan memang, tapi aku jamin kalian baik-baik saja sampai ke tujuan" Ucap Raven dengan nada yang meyakinkan.


"Menakutkan, apa tidak masalah kalau kami memasuki pintu itu" sahut Xena yang masih tidak percaya dengan perkataan dari Raven.


"Kita tidak akan tahu kalau tidak mencobanya kan" Firion pun perlahan berjalan menuju pintu itu dan mulai memasukinya.


Benar saja ucapan Raven, tak terjadi apa-apa saat Firion memasuki pintu itu. Namun entah bagaimana setelahnya.


"Sepertinya rekan kalian sudah memasukinya, apa kalian tidak mau menyusulnya?" Tanya Raven.


"Hey Aaron, kenapa diam saja? Apakah kau takut hah?" Seperti biasa Dandelion selalu mengejek Aaron, kebiasaanya itulah yang membuat mereka berdua menjadi semakin akrab.


"Kau sendiri kenapa tidak segera masuk? jangan-jangan kau sendiri yang sebenarnya takut dan mencoba menutupinya dengan melemparkan ejekan ke orang lain" Balas Aaron membalikkan perkataan Dandelion.


"Cihh, Kenapa harus takut" Dandelion terlihat kesal dengan ucapannya.


"Baiklah aku akan menyusul Firion" dengan penuh keberanian Aaron mulai memasuki lubang hitam itu.


"Hey jangan sok keren kau Aaron" Dandelion pun mulai menyusul Firion dan Aaron.

__ADS_1


Mereka bertiga telah berhasil memasuki lubang hitam itu dengan lancar, namun berbeda dengan Xena. Dia terlihat tak kunjung memasukinya.


"Hey apakah kau tidak mau menyusul mereka gadis manis?" Raven mencoba menggoda Xena agar dia segera masuk.


Terlihat wajah Xena pun mulai memerah dan dia berkata "Aku juga mau menyusul mereka kok, tapi kenapa aku di tinggal sendirian? Aku sebal sama kalian." Xena pun perlahan beranjak dan mulai memasukinya. Setelah mereka semua berhasil masuk, Raven pun segera melaporkannya kepada pak kepala sekolah.


***


Ruangan Zell


Terlihat Pak kepala Zell dan Evana sedang nendiskusikan sesuatu dengan serius sampai Raven menghubunginya dengan kemampuan telepatinya.


"Ya Raven? Syukurlah kalau mereka sudah memasuki pintu perbatasan itu. Tolong pantau mereka terus dan laporkan jika ada sesuatu yang terjadi!" Ucap Pak Zell kepada Raven dengan telepatinya.


"Tapi pak! Apakah tidak terlalu terburu-buru untuk mereka?"


"Baiklah pak, saya mengerti. Akan saya lakukan sesuai dengan perintah bapak" Raven pun membalas perkataan pak Zell, Raven pun kini memutuskan telepatinya dengan Zell.


"Pak Zell, apakah Aaron bisa melewati ini semua? Aku tak bisa merasakan sebuah aura yang ada di diri Aaron, apakah benar dia seorang calon summoner?" Tanya bu Evana dengan penuh keraguan.


"Yeah, karena kakekku pernah berpesan kepadaku bahwa kelak akan ada pemuda yang bisa mengakhiri pertempuran ini. Dan aku yakin Aaronlah orangnya" Jawab pak Zell dengan penuh keyakinan.


"Hmm gimana bapak bisa seyakin itu kepada anak bernama Aaron tersebut?"


Pak Zell pun cuma membalas perkataan Evana dengan senyuman di wajahnya.

__ADS_1


"Kau lihat saja, Evana"


***


Ditempat Aaron berada.


"Ah kepalaku sakit sekali, ini dimana? Silau sekali di sini. Hey apakah ada orang di sini? Firion, Xena, Dandelion, Apakah kalian bisa mendengarkanku?" Aaron pun berteriak memanggil rekan-rekannya sambil berjalan menyusuri tempat itu.


Perlahan tempat yang silau itu pun lambat laun mulai terlihat jelas di kedua mata Aaron.


Dan terlihat sebuah padang rumput yang begitu luas nan indah terlihat di hadapanya.


"Hah, dimana ini sebenarnya?" Apakah ini yang di maksud dengan Alam Guardian Force itu, Kanapa tidak ada apa-apa di sini?"


Tempat yang penuh dengan padang rumput itu perlahan mulai berubah menjadi lautan api yang sangat panas dan udaranya membuat sesak.


"Kenapa tiba-tiba berubah? Hey apa ada orang? Jawab kalau ada! Ugh disini panas sekali" Ucap Aaron yang masih berjalan berharap bertemu dengan seseorang.


"Hahahaha, bocah kecil akhirnya kita bisa bertemu di sini" Suara misterius yang selama ini menghantui Aaron kembali terdengar.


"Hei siapa kau? Jangan cuma bersembunyi cepat keluarlah!" Aaron pun bersiap siaga untuk mengatasi situasi yang mungkin saja bisa mengancam dirinya.


Perlahan terlihat sebuah Silluet yang jaraknya lumayan jauh dari hadapan Aaron. Silluet itu sepertinya berjalan menghampirinya dan lambat laun mulai terlihat besar dan semakin besar. Dan benar saja, terlihat sosok makhluk besar di balik silluet itu.


"Hey Aaron" Ucapnya sembari melayangkan sebuah seringai dengan penuh gigi yang tajam.

__ADS_1


"Apa? Tidak mungkin.." Aaron pun kaget bukan main melihat sosok yang ada di depannya itu.


__ADS_2