THE SUMMONER

THE SUMMONER
Ch. 4 - Latihan Tahap ll


__ADS_3

"Hmm, Jadi sebenarnya sekolahan ini adalah sosok makhluk pelindung itu sendiri" Sahut Firion.


"Benar. Jadi bisa di bilang di wilayah ini kalian bisa latihan semaksimal mungkin tanpa harus takut merusak sesuatu" Evana membalas perkataan Firion.


"Jadi cepatlah lakukan apa yang aku contohkan barusan, Oh iya aku akan di ruang kelas. temui aku kalau kalian sudah menguasainya. Dan kau Firion, aku menunjukmu untuk menjadi ketua kelas di sini, paham?"


"Akuu!" Jawab Firion sembari menunjuk dirinya sendiri.


"Yah karena disini terlihat kaulah yang paling tua di antara mereka semua" Kini Evana mulai beranjak meninggalkan mereka semua.


Mereka pun memulai latihannya mencoba apa yang di instruksikan oleh Evana tadi.


Setelah beberapa lama mereka mencoba, sepertinya Firion dan Dandelion terlihat sudah bisa mengeluarkan sebuah energi dan berbeda dengan Aaron dan Xena yang masih kesusahan untuk melakukannya.


"Hey lihat Aaron, aku berhasil melakukannya. Apakah kau bisa menandingiku hah?" Ejekan dari dandelion sukses membuat Aaron sedikit kesal.


"Diam kau Dandelion, kau pasti hanya kebetulan kan, aku yakin kau tidak bisa melemparkan energi itu." Balas Aaron dengan candaan.


"Ohh seperti ini ya?" Dandelion pun melemparkan energi yang ia keluarkan tadi.


Duuar . . .


"Aapa kau sudah gila, kau melemparkannya ke arahku tau. Hampir saja aku terkena ledakan itu, Awas saja ya." Aaron pun makin kesal di buatnya. Tiba-tiba karena kesal Aaron tanpa sengaja mengeluarkan bola energi di tangannya.


"Hey lihat ron, tanganmu keluar sebuah energi." Xena terkejut melihatnya.

__ADS_1


"Eh iyaa, hmm" Seketika Aaron langsung terfikir sesuatu untuk membalas perbuatan Dandelion.


"Hey Dandelion, rasakan ini!" Aaron pun bersiap melemparkannya tepat di tubuh dandelion.


"Ehh aku hanya becanda ron, maavkan aku" Namun Dandelion terlambat, ia terkena energi dari Aaron dan...


Plug . . .


"Eeeh, Hahahaha apa iki tidak ada ledakan, tidak terasa sama sekali. Hahaha" Dandelion pun menertawai Aaron.


Di Dalam hati Aaron pun bertanya "Aneh padahal jelas-jelas tadi energinya sempurna membentuk bulatan tapi kenapa tidak meledak. Tidak terasa sakit katanya tapi kenapa waktu aku menopang energi itu tanganku terasa sakit sekali"


"Hey sudahlah kalian berdua, apa kalian ingin aku hajar sekarang juga" Ucap Firion dengan mengepalkan tangan kekarnya.


Akhirnya mereka bisa menguasai latihan tahap ke dua itu dan kini mereka menuju ke ruang kelas untuk melaporkan hasil latihannya kepada Evana.


***


Ruang Kelas.


Tok . . . tok . . . tok


"Masuklah" Terlihat Evana sedang sibuk.


"Kami telah berhasil melakukan latihan sesuai dengan apa yang anda suruh" Ucap Firion dengan serius.

__ADS_1


"Waaah waah waah tak kusangka kalian bisa melakukannya secepat ini, pantas saja kalian masuk di kelas khusus ini" Bu Eva tersenyum memuji mereka semua.


"Tapi kalau Aaron..."


"Kami siap untuk melanjutkan latihan ke tahap berikutnya" Firion terlihat memotong pembicaraan dari dandelion dan memandangi wajahnya sambil melototinya seolah menyuruh Dandelion untuk diam saja.


"Wah kalian sudah tidak sabar ya? Baiklah sebelum aku melanjutkan latihan ke tahap selanjutnya, lebih baik kalian istirahatlah dahulu karena latihan kali ini bisa menjadi latihan tersulit kalian, ini urusan hidup dan mati" Seperti biasa Evana selalu menggoda mereka akan tetapi ekpresinya sekarang terlihat sangat serius.


"Apa maksud anda bu" Xena terlihat sangat ketakutan dengan reaksi bu Eva barusan.


"Nanti saja penjelasannya, sekarang silahkan istirahatlah terlebih dahulu" Evana menyuruh murid-muridnya beristirahat. Mereka pun beristirahat dan saling mengobrol satu sama lain.


"Hey Aaron! Maaf untuk yang tadi, aku hanya becanda" Ucap Dandelion sambil menepuk nepuk punggung Aaron.


"Yah tak usah di hiraukan, lagi pula kita kan berjuang bersama, jadi mohon bantuannya ya" Jawab Aaron sembari melayang sebuah senyuman.


"Ok mohon bantuannya juga ya ron, meskipun aku lebih kuat dari mu, aku pasti membutuhkan bantuanmu" Dandelion mencoba menggoda Aaron kembali.


"Apaaa, dasar anak ini tak punya sopan santun ya, sini kau"


"Hey aku heran kenapa Aaron dan dandelion suka sekali bertengkar, jangan jangan kalian saling suka ya, hihiihi" Xena pun ikut menggoda mereka.


"Hehh apaa ??? tidak mungkinnnnn !!!"


Aron beserta dandelion sontak mengucap nya secara bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2