THE SUMMONER

THE SUMMONER
Ch. 3 - Latihan Tahap l


__ADS_3

"Pertama-tama aku ingin kalian bermeditasi, tujuannya agar kalian bisa merasakan dan mengendalikan aliran energi didalam tubuh kalian masing-masing dengan maksimal. Ikuti pergerakanku dengan benar" Ujar Evana yang kini mulai duduk bersila dengan kedua tangannya yang menggenggam erat serta mata yang tertutup.


"Lanjut coba rasakan dengan benar energi itu, setelah kalian bisa merasakan energi tubuh kalian, aku ingin kalian fokus terhadap pergerakan dari aliran energi yang kalian rasakan tersebut. Ikuti arusnya dan rasakan kemana aliran itu berkumpul. Itu adalah pusat dari energi kalian"


Sambil menghembus nafas panjang Evana memulai meditasinnya. Semua murid pun mengikuti petunjuk yang dia contohkan.


Setelah beberapa menit berlalu, Evana berkata sesuatu kepada semuanya.


"Oke apakah kalian semua sudah merasakannya?"


.. Angguk ... angguk ..


Terlihat semua sudah mengikuti prosedur Evana dengan sangat baik.


"Baiklah kalau begitu lanjutkan, aku tinggal sebentar untuk menemui pak kepala sekolah, aku ingin kalian meneruskannya sampai kalian benar-benar bisa mengendalikan besar kecilnya arus energi itu" Ucap Evana, kini dia lambat laun mulai beranjak pergi untuk menemui pak kepala sekolah.


Aaron yang dari tadi fokus terhadap aliran energinya tiba-tiba ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. Dalam hati ia berkata sesuatu.


(Ok jadi aku hanya harus terus fokus dan mengendalikan arus energi ini ya, tapi ada yang aneh, ada sebuah energi yang seolah bertentangan dengan tubuhku).


Aaron pun mencoba memfokuskan pikirannya ke sebuah energi itu tiba-tiba dia tenggelam ke dalam alam bawah sadarnya dan terdengar suara misterius didalam mimpinya yang lagi-lagi menghantui pikiran Aaron.


(Hey bocah kecil, apa yang kau lakukan di sini? Kau mengganggu tidur siangku saja).


(Sebenarnya siapa kau itu? suara ini jangan-jangan kau yang selama ini menghantui mimpiku ya). Jawab Aaron dalam hati yang masih penasaran terhadap suara misterius itu.

__ADS_1


(Ha..ha..ha tak lama lagi kita akan segera bertemu, tunggulah bocah kecil). Tiba-tiba energi yang bertolak belakang itu kembali ke arusnya dan bersamaan suara misterius itu pun seketika lenyap bersamanya.


"Aaron, hey kau baik-baik saja"


(Suara siapa lagi itu? ini dimana ? Kenapa gelap sekali disini)


Setelah beberapa menit kemudian Aaron pun perlahan membuka matanya dan kaget karena ada wajah Xena yang terlalu dekat dengannya yang mana dari tadi mencoba untuk membangunkannya.


"Apa yang terjadi padaku? Kenapa kalian semua menatapku seperti itu?" Aaron terlihat kebingungan dengan situasi yang terjadi.


"Duh kamu ini, meditasinnya kan sudah selesai dari tadi, kamu ngapain Aaron kok malah tiduran di situ?" Xena mencoba menjelaskan situasi.


"Ha..ha jangan-jangan kau tertidur saat meditasi tadi ya, dasar payah" Dandelion pun meneruskan perkataan Xena.


Evana terlihat tak peduli melihat Aaron pingsan itu akhirnya mulai bicara.


"Baiklah sepertinya kalian sudah berhasil melakukan tahap pertama, latihan selanjutnya adalah mencoba mengeluarkan energi yang kalian rasakan barusan dan menembakkannya" Ucap Evana.


"Tanpa basa-basi lagi aku akan mengajarkannya pada kalian. Mula-mula fokuskan aliran energi yang kalian rasakan tadi, kemudian pusatkan aliran itu ke dalam satu titik yaitu tangan kalian, seperti ini" Sampil mengepakkan tangan, Evana mencontohkannya kepada semua murid.


"Setelah itu coba bayangkan sebuah energi bulat dari tangan kalian sambil mengeluarkan energi itu secara perlahan, maka akan seperti ini jadinya" Terlihat sebuah energi yang bulat keluar ditangan Evana.


"Wah indah sekali nyala dari energi itu, Xena suka, kalau Xena bisa melakukan itu Xena tidak perlu lagi repot-repot beli lampu hihihi" Ucap Xena terpesona.


Sifat Xena yang kekanak-kanakan itu membuat Evana menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Huft, apakah masih indah kalau ku lemparkan seperti ini" Bu Evana melemparkan energi itu dengan tujuan untuk menggoda Xena.


.... Duarr ...


Bola energi itu di lemparkannya ke halaman sekolah yang luas dan ledakan dasyat pun terjadi.


"Kyaaa Xena takut dengan pemandangan itu." Ucap Xena ketakutan.


"Yah perlu diingat, dalam perang kelak keindahan bisa berarti musuh dan keburukan bisa berarti teman, janganlah menilai sesuatu hanya dari penampilannya saja" Evana mengatakan nya dengan nada tegas.


Semuanya sejenak terdiam dan termenung sampai Aaron melihat bekas ledakan tadi dan dia teringat dengan pohon yang terkena bola yang sama itu tapi masih terlihat baik-baik saja.


"Hah, Apa itu Bu eva? Kenapa tanah yang tadinya terkena ledakan kini seperti meregenerasi kembali." Tanya Aaron dengan kebingungan.


"Oh itu, yah karena sekolahan ini sebenarnya adalah Guardian Force itu sendiri" Jawab Evana dengan melemparkan sebuah senyuman.


"Aaaaaaaapaaaaaaa?" Semua murid pun terkejut dengan jawaban dari Evana tersebut.


"Yah jadi sekolahan ini adalah makhluk pelindung yang dapat berubah wujud. Dia adalah Guardian Force milikku" Ucap Evana melanjutkan.


"Dia bertipe support yang mana dapat menyembuhkan luka, bahkan latihan kalian terasa lebih mudah bila berada di sekolahan ini" Ucap Evana kembali.


"Pantas saja latihan kami tadi terlihat begitu mudah" Ucap Dandelion.


"Ok kita fokus kembali untuk latihannya, cepat kalian mecobanya!" Perintah Evana.

__ADS_1


__ADS_2