THE SUMMONER

THE SUMMONER
Ch. 32 - Sengit


__ADS_3

"Padahal kalau menurut kau akan baik-baik saja, bersiaplah untuk menderita bocah" Ucap Erlisa yang kini mulai maju dengan berbekal dua pedang asap meruncing yang ia ciptakan dengan sihir miliknya.


Slash.. Slash.. Slash..


Benar-benar seperti asap, Erlisa menyerang Aaron tanpa memberi kesempatan untuknya bertahan. Aaron yang menerima serangan itu pun mulai menerima luka goresan yang sangat banyak ditubuhnya hingga serangannya berhenti setelah Erlisa melayangkan goresan terakhir tepat di perut Aaron berharap dapat melumpuhkannya. Tubuh Aaron yang terkena serangan telak itu kini tidak berdaya dan seketika jatuh terkapar dengan sekujur darah yang keluar dari tubuhnya.


"Makanya kalau tidak ingin terluka lebih baik diam dan menurut saja, cih bajuku jadi penuh darah kan" Kata Erlisa yang kini mencoba mendekati Aaron untuk mengambil tubuhnya, tiba-tiba sebuah ledakan besar terjadi yang membuat Erlisa terkena ledakan itu. Erlos yang melihat kejadian itu langsung berteriak kencang sembari mencoba menyelamatkan.


"Tirant.. Keluarlah!!! " Teriak Erlos memanggil Guardian Force miliknya melalui tanda segel di tubuhnya. Sosok Ular berkepala dua dengan memakai mahkota itu pun seketika keluar, dengan perintah Erlos Ular itu menerobos ledakan itu dan mencoba menyelamatkan Erlisa yang berada di dalam sana. Berkat bantuan Tirant, Erlisa pun terselamatkan dan tubuhnya kini dibawa menuju arah Erlos.


"Erlisa, kau tidak apa-apa!! " Ucap Erlos, tubuhnya begitu babak belur serta terdapat beberapa bekas luka kebakar yang terlihat, akan tetapi dia masih bisa berbicara dan menjawab perkataan Erlos.

__ADS_1


"Kakak.. maaf aku ceroboh" Ucapnya lirih sembari menahan rasa sakit yang di terimanya. Melihat hal itu, kemarahan Erlos pun tidak bisa tertahan lagi.


"Bedebah-bedebah sialan, apa yang kalian lakukan pada Erlisa" Ucap Erlos memandangi Riona, dia terkejut ketika melihat Aaron yang tadi berada di belakang Riona kini menampakkan diri.


"Erlos, sepertinya kepekaan adikmu itu sudah mulai menurun ya, sebelum Aaron terkena serangan Erlisa tadi, aku telah mengganti tubuh Aaron menjadi sebuah kloning dengan memanfaatkan bebatuan yang ada di sekitaran" Ucap Riona menjelaskan.


"Pada saat yang bersamaan, aku menanamkan sihirku didalamnya agar meledak karena kelebihan muatan, yeah semua itu butuh timming yang pas dan kebetulan ia meledak saat rekanmu mendekatinya" Lanjut Aaron menjelaskan.


"Sial... Mereka cerdik, aku harus berhati-hati, pertama-tama melumpuhkan Riona terlebih dahulu" Ucap Erlos dalam hati sembari bersiap-siap.


"Aaron hati-hati jangan sampai tersentuh olehnya" Kata Riona.

__ADS_1


"Terlambat.. " Ucap Erlos yang sudah ada di belakang Riona dan kini memegang tangan Riona, seketika itu dia tidak bisa bergerak seperti membatu, disaat yang bersamaan mata Erlos berubah warna menjadi hitam dan mengendalikan pikirannya dan melumpuhkan syaraf dari Riona. Aaron yang melihat hal itu langsung saja memanggil Zero untuk membantunya.


Di saat mereka ingin menolong Riona, Zero dan Aaron langsung di hadang oleh Tirant yang ukurannya melebihi tubuh Zero.


"Cepatlah urus rekanmu itu, biar aku yang akan menahannya disini" Kata Zero, Mendengar itu Aaron langsung bergegas menyelamatkan Riona. Adu tenaga antara Zero dan Tirant pun terjadi.


"Hei.. Lepaskan Riona!!!" Kata Aaron yang masih berlari, Mendengar hal itu Riona yang sudah tak berdaya itu di lepaskannya, Erloscpun dengan sangat cepat berpindah kebelqkang Aaron dan mulai memegang tubuhnya, Aaron pun juga tak bisa bergerak akibat sihir dari Erlos, saat itu juga Erlos mencoba mengendalikan pikiran Aaron agar dapat memiliki akses untuk melumpuhkan Aaron dengan mudah. Saat mencoba mengacaukan energi Aaron, tiba-tiba sebuah energi yang berbeda dari tubuh Aaron itu memaksa dan menyerang balik pikiran Erlos.


Erlos pun kesakitan, sejenak kepalanya terasa tertusuk oleh ribuan duri, dengan cepat dia memutuskan akses dengan Aaron dan segera mundur menjauh.


"Sial apa-apaan itu, baru kali ini aku mengalami kejadiqn yang seperti ini" Ucapnya yang kini sebuah darah mengalir di bibir Erlos.

__ADS_1


"Apa yang sudah kau lakukan pada Riona!!! " Ucap Aaron yang sepertinya sangat marah, tangannya yang mengepal kini di selimuti api yang warnanya berubah menjadi hitam, ia berjalan menuju Erlos untuk menyerangnya.


"Apa-apaan api itu? Padahal jaraknya jauh, tapi rasa panas ini begitu terasa hingga seperti membakarku, apa yang harus kulalukan." Ucap Erlos dalam hati, kini tubuhnya menggigil melihat api itu, dengan tubuh seperti itu, dia mencoba terus mundur dari Aaron yang terus mendekatinya.


__ADS_2