THE SUMMONER

THE SUMMONER
Ch. 21 - Rencana Yang Sempurna


__ADS_3

"Jadi Tuan Argon selama ini anda menaklukkan para siluman ini sendirian?" Kata Zemus, dia masih tidak percaya karena pada dasarnya kaum siluman akan sangat kuat saat bulan purnama berlangsung.


"Khu..khu..khu.. Tentu saja! Karena akulah yang akan menguasai dunia ini!!" Ucap Argon dengan lantang, ia sangat berambisi sekali terhadap tujuannya itu.


"Semuanya beri Tuan Argon sorakan pengabdian!" Perintah Zemus kepada semua prajurit monster dan siluman yang kini menunduk kepada Argon seraya mengucapkan sorakannya.


"Hidup Tuan Argon, Hidup Tuan Argon!" Mereka pun terlihat sangat bersemangat mengucapkannya, sebelum akhirnya berhenti setelah Tuannya itu mengucapkan sesuatu.


"Ngomong-ngomong Zemus? Bagaimana caramu membangkitkanku waktu itu?" Tanya Tuannya yang kini mencoba memastikan sesuatu.


"Soal itu saya cuma mengikuti prosedur yang tertera dikitab sihir yang kami curi dari perpustakaan Evolved, Tuan" Jawabnya.l


"Coba bawa kemari kitab itu! Ada yang ingin aku pastikan" Ucap Argon.


"Baik, Tuan biar kuambilkan" Zemus kini mulai mengambil kitab itu.


"Ini Tuan, tapi diakhir halaman terdapat kata yang tak bisa aku baca" Diapun menyerahkan kitab itu kepada Tuannya, dan Argon pun kini mulai membuka dan membolak-balikkan halaman dari kitab sihir itu.


"Khu..khu..khu.. Sudah kuduga aku menemukan sesuatu yang menarik disini" Ucap Argon kini mulai menemukan sebuah kebenaran yang menarik.


"Dengar kalian semua! Dibuku ini tak hanya tertulis sihir-sihir terlarang, namun juga tertulis bahwa pedang ragnarok itu tersegel didalam alam legion, alam para Guardian Force" Ucap Argon, dia sangat senang mengetahui kebenaran dari pedang itu.


"Selain itu ada halaman yang sengaja dirobek disini! Aku jadi penasaran apa isinya Khu..khu..khu" Ucap Argon kembali.


"Kalau begitu mari kita rebut kembali pedang itu Tuan? Kami sudah siap bertarung kapanpun itu" Ucap Zemus, dia kini menundukkan diri kembali kepada tuannya.

__ADS_1


"Yeah, meski kami tak ada urusannya dengan ini semua tapi biarkan kami ikut berperang bersama anda" Ucap Azen, pemimpin para siluman itu ikut menimbrung pembicaraan.


"Khu..khu..khu.. Aku sangat suka semangat kalian semua. Tapi tak perlu repot, aku sudah punya rencana, aku akan kesana sendirian untuk mengeceknya. Tapi sebelum itu aku ingin pergi keperpustakaan Evolved itu berada" Ucap Argon yang kini mulai melayangkan seringainya yang menakutkan.


"Tapi Tuan, kami tak ingin anda terluka karena pergi sendirian" Ucap Zemus, pengabdiannya terlihat sangat dalam kepada tuannya itu.


"Cukup! Janganlah kau anggap aku selemah itu!" Kata Argon yang kini terlihat marah, Dia langsung memperlihatkan wajah marahnya dan seketika semua barang yang ada disekitaran sana retak bahkan pecah.


"Maaf atas kelancangan saya Tuan!" Ucap Zemus yang sangat takut melihat Tuannya marah itu.


"Kalau masih ada yang menganggapku lemah, akan kupastikan nyawa kalian akan lenyap beserta jasad kalian" Ucapnya yang membuat semua prajuritnya bergidik ketakutan. Dia pun langsung beranjak pergi meninggalkan para anak buahnya itu untuk menuju perpustakaan Evolved. Dengan sihirnya yang mampu berpindah tempat sesuai dengan keinginannya, tak butuh waktu lama dia telah sampai diperpustakaan Evolved tersebut.


Perpustakaan Evolved.


Perpustakaan itu begitu besar dan megah.Setelah berjalan menyusuri perpustakaan itu, sepertinya Argon melihat penjaga yang mana seorang kakek tua yang sedang membersihkan buku-buku yang terlihat berdebu itu.


"Permisi, apakah anda tahu tentang pencipta kitab sihir ini?" Ucap Argon yang mulai menunjukkan kitab sihir itu kepadanya.


"Hohoho.. Kitab sihir itu ya, sepertinya aku kenal dengan penciptanya. Setahuku dia adalah seorang pencipta sihir-sihir unik dia sangatlah berbakat" Jawab kakek tua itu.


"Sepertinya dia adalah orang yang hebat. Lantas dimanakah dia berada kakek?" Ucap Argon dengan akting penasaran.


"Tak ada yang tahu dimana dia berada, dia adalah seorang pengembara.. Oh aku ingat! Terakhir aku dengar dia tinggal dipemukiman bernama Soul Heaven, kau bisa cari dia disana anak muda, dia bernama Richard" Ucap kakek tua itu, dia sangat asing dengan pemuda dihadapannya itu, sontak dia melontarkan pertanyaan kepadanya.


"Wahai anak muda, ada apa gerangan mencari Richard? Dan siapa anda sebenarnya? Wajah anda begitu asing?" Tak mau membuat keributan, Argon pun menjawab pertanyaannya.

__ADS_1


"Saya adalah penggemar berat beliau, karya-karya darinya selalu aku baca. Oh perkenalkan nama saya Fablo, kalau begitu saya permisi kakek" Ucap Argon yang kini membalikkan badannya dan berjalan keluar sembari menyeringai.


***


Di halaman sekolah, para murid masih saja terus berlatih dan sepertinya mereka sudah lancar membuat sihirnya kebentuk pedang sesuai dengan instruksi dari Elena.


"Hei Ron! Bagaimana kalau kita mengadu pedang sihir ini, kira-kira siapa ya yang bakal menang? Api ataukah tanah?" Ucap Dandelion, dia berfikir bahwa pasti tanah lebih unggul dibandingkan api.


"Hei jangan becanda! Kita ini sedang latihan, bagaimana kalau Elena lihat?" Jawab Aaron yang tak mau mengurusi ucapan dari Dandelion itu.


"Halah bilang saja kalau kau takut" Ejek Dandelion.


"Aku bukannya takut! Hanya saja aku tak mau membuang-buang waktu untuk meladeni kau!" Ucap Aaron yang sukses membuat Dandelion tersinggung.


"Kenapa kalian tidak mencobanya? " Ucap Elena kepada mereka berdua, rupanya dia sudah ada dihadapan Aaron dan Dandelion tanpa mereka sadari. Kehadirannya sontak membuat mereka terkejut.


"Ehhhh Elena???" Ucap mereka secara bersamaan.


"Ayo kenapa diam saja cepat lakukan" Ucap Elena sembari melemparkan sebuah senyuman.


"Eh itu kami hanya becanda kok" Ucap Dandelion.


"Yah padahal aku ingin tahu hasilnya hihihi" Ucap Elena mencoba menggoda mereka. Namun mengingat perkataan pak kepala yang menyuruhnya untuk segera melatih para murid agar menjadi summoner yang handal, dia kini tak mau lagi membuang waktu lagi.


"Dengar! Aku lihat sepertinya kalian yang bertipe sihir elemental sudah berhasil membuat sebuah pedang, itu sebenarnya adalah sebuah dasar saja. Kalian bisa memodifikasinya kebentuk yang lain sesuai keinginan dan juga sesuai batas energi kalian tentunya, jadi aku ingin kalian teruslah berlatih dengan mencoba memodifikasinya kebentuk yang lain" Ucap Elena mencoba mempercepat proses latihan.

__ADS_1


__ADS_2