THE SUMMONER

THE SUMMONER
Ch. 12 - Deklarasi Argon


__ADS_3

Xandria yang dari tadi jatuh tersungkur itu kini sedikit demi sedikit sosoknya mulai beranjak dan bangkit kembali, raut wajahnya kini berubah menjadi sangat serius yang menandakan kalau dirinya sedang marah besar.


"Aku kira siapa karena bisa menghajarku sampai seperti ini. Ternyata kau Zero!!!" Kata Xandria dengan ekpresi marahnya, menunjuk kearah Zero.


"Apa kau sudah gila? Bukannya kita tidak boleh memasuki daerah kekuasaan kita masing-masing kecuali adanya izin dari si penguasa daerah itu sendiri? Tapi kenapa kau dengan seenak jidat memasuki teritoriku ini, Kau telah melanggar perjanjian kaum kita" Omel Xandria lagi.


"Mana mungkin aku membiarkanmu seenaknya ingib membunuh patnerku itu, aku hanya mau memastikan kalau dia tidak kenapa-kenapa" Ucap Zero yang mencoba mengelak pertanyaanya.


"Apa? Oh jadi manusia yang baru saja datang itu adalah patnermu? Kurasa kepalamu sudah terbentur, setahuku kau adalah tipe makhluk yang paling benci dengan para manusia diantara para Guardian Force. Apa yang terjadi denganmu?" Ucap Xandria seolah tak percaya dengan perkataan Zero barusan.


"Yah sulit untuk menjelaskannya padamu" Ucap Zero.


"Hey terimakasih Zero kau baru saja menyelamatkan kami, ternyata kau baik sekali ya" Kata Aaron sambil melambaikan tangannya kepada Zero.


"Heh bocah kecil, kau jangan salah paham dulu, aku melakukan itu karena aku tak ingin kena imbasnya saja" Jawabnya, dia terlihat tak mau mengakuinya.


"Apa maksud dari perkataanmu itu Zero?" Tanya Aaron sambil menatap wajahnya.


"Biar ku beritahu satu hal tentang konsekuensi dari segel kontrak ini. Jika kami para makhluk pelindung yang telah berhasil membuat kontrak dengan manusia dan manusia itu terbunuh, maka kami otomatis terkena imbas yang sama yaitu ikut lenyap bersamanya" Ucap Zero.


"Jadi kalau itu konsekuensinya mengapa kau bersedia mengajakku untuk membuat segel kontrak ini Zero?" Tanya Aaron, dia jadi sedikit merasa bersalah kepada Zero. Tapi belum sempat menjawab pertanyaan Aaron, Xandria pun ikut bicara untuk memperjelas perkataan dari Zero.


"Di lain dari konsekuensi yang kami terima sebagai pihak makhluk pelindung, kami juga mendapatkan manfaat dari kontrak itu yaitu kekuatan kami menjadi semakin kuat" Jelas Xandria.


"Pada dasarnya kami tidak bisa mengeluarkan potensi kekuatan terbesar kami karena seolah kekuatan itu terkunci dari dalam tubuh kami" Lanjut Xandria. Mendengar penjelasannya, Aaron jadi paham soal system kerja dari kontrak ini.


"Jadi begitu rupanya, lantas apa yang terjadi jika seseorang yang menjalani kontrak dengan kalian itu akhirnya mati juga karena suatu penyakit ataupun usia mereka" Tanya Aaron.


"Jika yang terjadi seperti itu maka otomatis kontrak yang kami buat akan terputus sehingga kami tak ikut lenyap bersama seseorang itu" Ucap Zero. Sedang asik berbincang tiba-tiba terdengar suara dibalik semak-semak pohon tak jauh dari sana.


...Srakk...Srakk..

__ADS_1


"Jadi seperti itu toh... Ngomong-ngomong melihat kalian bertiga seperti melihat keluarga kecil yang sedang bahagia saja" Ucap Dandelion yang kini berjalan keluar setelah tadi bersembunyi terus.


"JANGAN IKUT BICARA KAU!!!" Ucap Aaron, Zero, Xandria secara bersamaan.


Akhirnya Dandelion pun juga ikut menimbrung bersama mereka, Setelah mereka saling melontarkan sebuah perkataan tanpa sadar ada sebuah bahaya yang memperhatikan mereka dari kejauhan. Seseorang itu kini memperlihatkan keberadaannya dengan melangkah menuju tempat mereka sembari melayangkan ciri khas dari tertawanya.


"Khu..khu..khu apakah aku mengganggu obrolan kalian disini?" Ucap Argon sambil menepuk-nepuk kedua tangannya. Zero yang mendengar suara itu langsung menengokkan wajahnya kesumber suara dan terkejut dengan penampakan yang ada.


"Mustahil, Kau..? Apa yang kau lakukan di sini dasar makhluk hina! Bukankah kau sudah mati?" Kata Zero.


"Hey apakah itu kau Zero? Kau terlihat sudah besar ya sekarang" Ucap Argon kini menatap Zero.


"Jawab saja pertanyaanku dasar Argon sialan?" Ucapnya yang masih tak percaya bahwa sosok yang ada dihadapannya itu adalah Argon


"Jika aku sudah mati, lantas kenapa kalian bisa melihatku disini khu.khu.khu.khu. Aku bukannya mati, hanya saja habis beristirahat dari tidur ku yang panjang" Jawab Argon.


"Daerah kekuasaanku ini sepertinya faforit juga ya dari tadi berdatangan pengunjung! Apa kau mau aku pandu untuk kembali ke tidur panjangmu itu?" Ucap Xandria sambil bersiap-siap untuk meluncurkan sebuah serangan.


"Apa kau bilang barusan? Seenaknya saja kalau bicara, kesini dan buktikanlah perkataanmu itu, kita satu lawan satu" Tantang Xandria.


"Yeah untuk sekarang aku sedang tidak mood bertarung jadi aku akan membiarkan kalian hidup untuk saat ini. Oh iya dan bersiaplah sebentar lagi kita akan bertemu kembali di sebuah pertempuran yang seru..Khu..khu..khu" Argon pun mengatakan deklarasinya.


Seketika Argon pun pergi meninggalkan tempat itu dengan lubang hitam miliknya.


"Hey Zero coba ceritakan semuanya, siapa Argon itu dan apa tujuanya kemari?" Ucap Xandria yang tidak tahu apa-apa.


"Tidak salah lagi dia adalah Sang mimpi buruk itu sendiri. Dia adalah raja para monster terdahulu" Jawab Zero sembari melanjutkan perkataannya.


"Cih padahal aku yakin melihatnya dengan mata kepalaku sendiri jika dia sudah mati di tangan kakakku bersama patnernya, bisa-bisanya dia kembali bangkit, sial jangan-jangan dia kemari untuk mencari pedang ragnarok untuk mengembalikan kekuatannya"


"Jangan mengigau kau Zero, pedang itu kan terletak di tanah suci dan keberadaannya pun tidak bisa di rasakan oleh kaum monster" Ujar Xandria terkejut.

__ADS_1


"Aku tak yakin, bisa saja jika itu adalah Argon" Pendapat Zero.


"Apakah dia sekuat itu" Tanya Xandria.


"Yeah dari pada itu, bersiaplah dalam waktu dekat ini mungkin saja akan terjadi pertempuran yang sangat hebat" Ucap Zero.


"Huuh aku sangat benci dengan pertarungan.. Hei bocah manusia yang di sana kemarilah" Ucap Xandria.


"Hah aku? Ucap Dandelion menunjuk dirinya sendiri.


"Ya. Kulihat tanda di lenganmu itu tertera namaku. Apakah kau mau membuat kontrak denganku? Kata Xandria.


"Yeah kau tak perlu bertanya padaku. Kita hajar makhluk yang bernama Argon itu. Ucap Dandelion.


"Ha.ha..ha aku suka semangatmu nak"


Akhirnya Xandria dan Dandelion pun kini telah berhasil membuat segel kontrak. Kini mereka saling bekerja sama untuk mengalahkan musuh yang sama.


***


Ditempat Xena Berada.


Sementara itu di tempat Xena terlihat sebuah pulau-pulau yang berterbangan di sana. Di antara pulau-pulau itu terdapat satu pulau yang sangat besar yang di kelilingi dengan awan putih yang menutupinya.


"Ini dimana? Dan apa itu pulau tapi kenapa bisa terbang begitu?" Xena pun terkejut dengan pemandangan tempat itu.


Tiba-tiba salah satu dari pulau itu menghampiri Xena yang sedang terlihat kebingungan. Seolah ingin menghantarkan Xena ke suatu tempat. Xena yang penuh keraguan itu tanpa sadar menaiki pulau itu dan benar saja setelah berhasil naik, pulau itu terbang menuju ke pulau yang paling besar dan di tutupi oleh awan pekat itu.


Xena pun akhirnya mendarat di sana dan terlihat tak ada apa-apa di sana selain penuh dengan lautan yang luas dan secuil pohon di tengah-tengahnya.


"Hei apakah ada orang di sini? Jika ada tolong keluarlah" Ucap Xena.

__ADS_1


Tiba-tiba pohon yang ada di tengah laut itu mengeluarkan suara gemuruh yang cukup kencang dan terlihat pohon kecil itu seperti terangkat dan air yang ada di sekelilingnya mulai membentuk tonjolan yang terus membesar seolah akan ada makhluk besar yang keluar dari sana.


__ADS_2