
"Sudah siap! Aku ingin mencoba sesuatu, terima serangan andalanku ini bocah" Zero pun melepaskan seluruh energinya yang telah terkumpul itu dan menembakkannya ke arah langit, perlahan temperatur ditempat itu pun berubah dan sebuah meteorit yang cukup besar tercipta dari energi Zero yang siap mendarat menuju arah Aaron berada.
"Ini becanda, ini becanda.. Kekuatan macam apa itu" Ucap Aaron yang tidak percaya melihat meteorit itu, itu sangat mustahil baginya untuk menangkis meteorit itu, ia kini terlihat sangat panik dengan kondisi itu. Meteorit itu pun makin lama makin mendekat sebelum menghantapnya, Aaron yang sangat terdesak itu tak bisa berbuat apa-apa karena tubuhnya telah membeku ketakutan.
"Bodoh!!! Apa yang kau lakukan, cepat halau seranganku itu, dasar! " Zero yang melihat itu pun juga ikut panik lantaran ia tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa Aaron yang mana itu juga berlaku untuknya. Terlambat, Meteorit itu sudah ada dihadapan Aaron dan siap menubruk tubuhnya yang sedang membeku itu, namun lagi-lagi sebuah cahaya biru bersinar ditubuhnya dan dengan cepat Aaron tanpa sadar menangkis serangan Zero itu dengan mengeluarkan bola besar seukuran meteorit itu yang teksturnya terbuat dari api hitam. Tabrakan dasyat pun terjadi, energi Zero dan Aaron saling berbenturan yang menimbulkan tanah yang ada disekitarnya retak hingga hancur. Meteorid itu pun berhasil hancur dan energi Aaron yang tersisa pun melesat keatas langit dan meledak seketika.
..Blamm..
Ledakan yang sangat dasyat pun terjadi hingga terasa diteritori Xandria yang mana tempat itu paling jauh dengan teritori Zero.
Teritori Xandria.
"Hah.. Ledakan apa barusan, energi yang sangat dasyat! Zero.. Apa yang sebenarnya dia lakukan" Ucap Xandria yang terbangun dari tidurnya dan melihat sebuah ledakan itu terjadi.
Kembali ditempat Aaron dan Zero berada, sebuah asap pun tercipta akibat dari ledakan itu, Zero yang khawatir dengan Aaron langsung saja menghempaskan sayapnya untuk menghilangkan asap ditempat itu dan terlihat tubuh Aaron berbaring dengan mata yang terpejam, melihat itu Zero langsung menghampirinya dan melihat kondisinya.
"Sepertinya dia pingsan, Anak ini sangatlah spesial.. Dia memiliki kekuatan yang luar biasa, tapi masalahnya kekuatan itu terbangun saat dia sedang terdesak, aku harus mengasahnya agar dia benar-benar menguasainya" Gumam Zero yang kini mengangkat tubuh Aaron dan membawanya pergi kembali menuju air terjun Abbadon untuk memulihkan kembali energinya.
***
Setelah beberapa jam Aaron tak sadarkan diri kini tubuhnya pun perlahan bangkit dan mulai menyadarkan diri.
"Ah apa yang sebenarnya terjadi padaku.. Oh iya meteoridnya!" Aaron pun ingat dengan kejadian itu dan langsung menengok keatas memastikannya.
__ADS_1
"Hah tidak ada! Sial, Zero dia benar-benar berniat membunuhku ya" Gumam Aaron yang kini mengejek-ejek Zero.
"Tapi dimana dia? Apakah dia kabur dan tidak mau bertanggung jawab? Dasar Zero" Gumamnya kembali, sebuah jari pun menyentuh punggung Aaron berkali-kali, Aaron yang merasakan itu langsung saja membalikkan pandangannya.
"Aku disini bocah? " Ucap Zero yang sembari tadi ada di belakang Aaron kini menyeringai dengan wajah uang menakutkan serta gigi yang sangat tajam itu.
"Waaaaa.. Kau mengagetkan ku saja Zero" Kata Aaron yang dengan reflek menjauh saking kagetnya.
"Daripada itu, apakah kau mengingat kejadian saat kau menghancurkan seranganku tadi? " Tanya Zero.
"Apa maksudmu? Aku melakukan itu? " Jawab Aaron.
"Sepertinya memang benar, dia tidak mengingatnya, berarti kekuatan itu memang terbangun saat anak ini terancam nyawanya" Kata Zero dalam hatinya.
"Sudahlah, latihan kita sampai sini dulu, bukankah kau harus segera pulang? "
"Eh benar juga.. Lantas bagaimana caraku pulang kembali" Ucap Aaron yang kini beralih memikirkan cara untuk pulang.
"Soal itu naiklah, kita akan menuju tempat Annie" Kata Zero.
"Siapa itu Annie? "
"Ia adalah Guardian Force yang ada di alam manusia dan menjelma sebagai sekolahan" Jelas Zero.
__ADS_1
"Jangan-jangan..." Aaron pun menurut dan kini naik, tak butuh waktu lama kini mereka telah sampai ke teritori Annie. Terlihat sebuah Guardian Force berbentuk petapa kura-kura terlihat sedang menjaga tempat itu.
"Hohoho Tuan Zero, ada apa sampai datang kemari" Ucap petapa kura-kura itu.
"Tolong urus anak ini untuk kembali kedunia manusia" Jawab Zero sembari menunjukkan Aaron kepadanya.
"Hohoho tentu saja, kemarilah anak muda, jika ingin kembali masuklah dipintu ini, ini adalah pintu milik Annie yang dia tanam agar selalu terhubung dengan Alam Legion ini"
"Baiklah, terimakasih" Aaron pun melangkah menuju pintu itu dan mulai melewati petapa kura-kura itu.
"Anak yang istimewa" Ucap petapa itu dengan lirih, Aaron pun hanya samar-samar mendengarnya.
"Ah maav, tadi anda berkata apa" Tanya Aaron, namun tak ada jawaban yang didapat. Aaron pun melanjutkan langkahnya dan menengok sebentar ke arah Zero.
"Zero, sampai bertemu kembali" Sambil melambaikan tangan Aaron memasuki pintu itu.
"Yeah, persiapkan dirimu untuk pertemuan kita selanjutnya, bocah" Kata Zero yang melihat Aaron telah pergi itu.
***
Dunia Manusia
"Ah ini bukit dibelakang rumah? Aku harus segera pulang, entah kenapa rasanya lelah sekali" Aaron pun memasuki rumahnya dan mulai menengok sebuah jam dinding itu dan benar saja selisih waktu yang sangat berbeda di alam legion itu membuat Aaron merasa lega.
__ADS_1
"Ah untungnya hanya sebentar aku pergi" Gumam Aaron tanpa pikir panjang ia pun merebahkan tubuhnya dan tertidur pulas.