
10 tahun pun telah berlalu sejak peperangan itu terjadi dan kini para monster-monster itu juga sudah tidak pernah terlihat dan berulah lagi. Di era modern ini, seorang summoner di anggap sebagai pahlawan daripada dunia ini, mereka pun terlihat sudah banyak di temukan di antara manusia, bahkan sekarang mereka hidup berdampingan di sekitaran penduduk.
Tak seperti dulu, mereka selalu hidup dalam bayang-bayang karena kehadiran mereka di anggap dapat mengancam kedamaian semua orang.
Dengan kehadiran summoner-summoner baru itu di harap bisa melindungi dunia dari ancaman para monster yang keji itu.
*******
"Hey bocah, kau kah pemuda yang katanya di ramalkan itu? Haa..ha..ha..ha.. menarik sekali" Suaranya begitu menakutkan.
"Siapa disana? Apa yang kau mau dariku" Jawab Aaron kebingungan, sepertinya dia tidak bisa melihat apa-apa karena tempat itu begitu gelap.
"Jadi kaulah yang akan menjadi patner ku? Aku tidak sabar menantinya Ha..ha..ha" Ucap kembali suara misterius itu tanpa menjawab pertanyaan Aaron.
...Kringgg...kringg..kring...
Tiba-tiba saja suara dari jam alarm berbunyi kencang, yang membuat Aaron sadar dan segera bangun dari tidurnya.
"Aaah, ternyata mimpi itu lagi. Sepertinya akhir-akhir ini mimpi itu terus menghantuiku setiap malam. Aku harap ini bukanlah petanda yang buruk bagiku." Ucap Aaron yang terbangun dan terlihat berkeringat, serta nafas yang terengah-engah.
"Hm ngomong-ngomong jam berapa ya ini?" Aaron pun menengok sebuah jam tua yang ada di sampingnya itu.
"Astaga sudah jam 06.45 WIB! Aku bisa terlambat kesekolah baru ku" Gumamnya dengan tergesa-gesa.
Aaron pun kini beranjak dari tempat tidurnya yang nyaman. Dia terlihat tergesa-gesa untuk mandi. Selesainya lanjut menyiapkan sarapan dan memakannya dengan begitu cepat. Setelah segala persiapan selesai dia sesegera mungkin berangkat ke sekolahan yang mana sudah di pilihkan oleh pamannya lusa itu.
"Dek aku berangkat dulu ya. Jangan keluyuran keluar! Kalau ada apa-apa hubungi kakak secepatnya, oke?" Ucap Aaron kepada adiknya yang sedang menonton tv itu.
"Aku bisa jaga diri sendiri kok, kakak tenang saja dan semangat untuk sekolah barunya" Balas sang adik sambil menyemangatinya.
Dengan langkah seribu akhirnya Aaron pun terpaksa berangkat sekolah dengan berlari mengikuti GPS yang di berikan pamanya itu.
__ADS_1
Setelah beberapa menit ia melangkah akhirnya Aaron telah sampai di alamat sekolah yang tertera pada GPS itu.
...Hosh..hosh..
Suara nafas Aaron terdengar, yang mana menandakan bahwa dirinya sudah kelelahan akibat berlarian saat di perjalanan barusan. Namun seketika lelah itu hilang setelah matanya yang berwarna sevrolet kristal itu melihat pemandangan yang ada di depannya sangat tak masuk akal. Terlihat sebuah sekolahan yang mengambang dan dibawahnya tertera lingkaran sihir yang mengitarinya. Tanpa ragu lagi dia mencoba memasuki sekolahan yang ada didepannya itu.
"Jadi disini ya? Ah suasana yang indah sekali. Banyak sekali burung yang terbang kesana kemari. Juga angin yang sejuk sekali serta suara gemercik air mancur yang mengalir begitu jelas terdengar di telingaku. Sungguh tenang sekali tempat ini" Gumamnya sembari berjalan dan melihat-lihat di sekeliling. Sungguh pemandangan yang sangat sayang untuk dilewati.
Aaron yang terlanjur terpesona dengan pemandangan yang disuguhkan oleh sekolahan itu tak menyadari jika ada sebuah suara keributan yang sangat berisik sekali.
Keributan itu pun perlahan mengalihkan pandangan Aaron, dan sesegera mungkin dia mencari dan mendatangi arah dari sumber suara itu yang bahkan lebih heboh dari suara petasan di tahun baru.
Aaron yang sedang mencoba mencari sumber dari keributan itu, akhirnya menemukannya yang ternyata berasal dari balik semak-semak yang ada di sana. Aaron pun sangat penasaran dan mencoba melihat sebenarnya keributan apa itu. Namun tiba-tiba terjadilah sesuatu.
... Wuusssh ...
Dengan cepat sebuah bola energi melintas tepat di samping wajahnya dan melesat jauh hingga menabrak pepohonan yang ada di belakang Aaron tersebut.
. . . Bummm . . .
"Ap..pa ituu ba..baruss..an?" Ucapnya sambil sedikit gagap.
"Hey kau yang ada disana! Kau tidak apa-apa kan?" Teriak seseorang yang sepertinya adalah dalang dari semua itu.
Aaron pun hanya terdiam mengingat apa kejadian yang baru saja di alaminya. Tiba-tiba ada seseorang yang sedang berjalan menghampirinya, sosoknya begitu familiar baginya.
"Yoo Aaron, kau sudah sampai rupanya. Apakah kau baik-baik saja?" Ucap seseorang itu yang sepertinya menyaksikan kejadian barusan.
"Hah Paman Zell? Kenapa paman ada di sini! Apa yang sedang paman lakukan di sini?" Ucap Aaron yang kini pikiranya teralihkan setelah melihat pamanya datang menghampirinya.
"Yoo Aaron tenanglah dulu, aku akan menjelaskan secara perlahan kepadamu. Namun sebelum itu biar ku tegaskan, aku di sini karena akulah yang memimpin sekolahan ini" Jawab paman Zell sembari memberikan senyuman kepada Aaron.
__ADS_1
"Apa? Jadi maksud paman engkau adalah kepala sekolah di sini? Kenapa tidak pernah bilang sebelumnya" Ucap Aaron dengan melontarkan beberapa pertanyaan.
Aaron yang masih kebingungan dengan semua ini seketika ia pingsan karena kejadian yang barusan menimpanya terlihat tidak masuk akal baginya.
********
"Yoo Aaron, kau sudah bangun rupanya? Pasti banyak yang ingin kau tanyakan kepadaku kan hehe. Pertama-tama, selamat datang di High School Dream In Summoner, Aaron" Ucap paman Zell.
"Apaa! High School apa? Jadi ini bukanlah sekolah kedokteran paman!" Ucap Aaron dengan kaget, sepertinya dia tidak tahu kalau bakal bersekolah di sekolahan para summoner.
"Jadi sebenarnya apa tujuan paman mengirimku ke sekolahan ini?" Katanya kembali kini ingin mendengar penjelasan dari pamannya.
"Tenanglah dulu Aaron biar kujelaskan" Ucap Zell sembari memulai menjelaskan.
Ya sebenarnya dari dulu Aaron ingin sekali menjadi seorang dokter yang handal, itulah cita-citanya dimasa kecil. Namun sepertinya semua itu harus di kesampingkan dulu setelah mendengar penjelasan dari pamannya tersebut. Dia pun terkejut dengan pernyataan yang di sampaikan pamannya tersebut.
Paman Zell pun menjelaskan semua nya kepada Aaron. Dia yakin bahwa Aaron punya bakat terpendam dan Aaron lah yang di maksud dalam ramalan yang tertera dibuku kuno diperpustakaan itu.
Tujuannya tak lain dan tak bukan adalah untuk melatih dan menjadikan Aaron sebagai summoner kuat guna menemukan jati dirinya yang sebenarnya sebagai seorang summoner.
"Jadi paman ingin melatih ku untuk menjadi seorang summoner, Tapi apakah aku bisa?" sepertinya Aaron masih terlihat kebingungan dan penuh keraguan.
"Yeah Aaron, paman yakin kau pasti bisa melakukannya. Dan satu lagi, bukan aku yang akan melatihmu untuk jadi summoner, tapi ada guru khusus yang akan melatihmu di sini. Kau juga akan menemui rekan-rekan seperjuangan di sini, jadi anggaplah mereka seperti saudaramu sendiri ya" Ucap Zell dengan penuh keyakinan.
Ding..Dong..Ding..Dong
Tak terasa sebuah bell pun berbunyi. Aaron pun segera di antar pamannya untuk memasuki kelas khusus yang sudah di persiapkan untuknya.
"Disinilah ruangan kelasmu Aaron, masuklah mereka sudah menunggumu" Ucap Zell.
"Baiklah kalau itu tujuan paman, aku akan menurutinya"
__ADS_1
Mengingat Aaron dan adiknya yang kini di asuh oleh paman Zell, dia mencoba ingin membalas budi dengan menjadi apa yang di inginkan oleh pamannya itu.
Dengan menghela nafas panjang, Aaron mencoba memberanikan diri dan mulai memasuki kelas itu.