THE SUMMONER

THE SUMMONER
Ch. 19 - Pembalasan


__ADS_3

"Baiklah kalian teruskan latihannya, aku akan melanjutkan instruksi ku berikutnya, Oh iya kamu yang berambut pirang siapa namamu?" Ucap Elena sembari menunjuk ke arah Riona.


"Eh aku Riona, master" Jawab Riona.


"Setelah ini bisakah kau ikut aku sebentar? Ada yang ingin ku tanyakan, dan jangan panggil aku master panggil saja Elena" Ucap Elena.


"Eh baiklah Elena"


"Ada apa ya kok aku di panggil, padahal aku tak melakukan kesalahan apa-apa?" Ucap Riona di dalam hatinya.


"Oke berarti sisannya adalah pengguna sihir bertipe support ya, langsung saja untuk tipe sihir ini bisa di bilang di antara semuanya latihan ini yang paling mudah untuk di lakukan. Ya karena peranan kalian sangatlah penting dalam pertarungan maka dari itu sihir kalian sangatlah berguna meski tidak dapat untuk menyerang" Ucap Elena.


"Pertama belajar mode heal, kalian cukup pusatkan energi kalian dan cobalah untuk menutup sebuah luka yang ada, kita contohkan saja goresan kertas ini" Ucap Elena sembari menyobek sebuah kertas.


"Ingat keluarkan energi kalian dengan lembut dan tenang sembari cobalah untuk menyambung kembali sobekan dari kertas ini, jika kalian dapat mengetahui partikel-partikel dari kertas ini yang terpotong maka akan sangat mudah bagi kalian untuk menyambungnya. Cara ini dapat di terapkan di pertarungan untuk menyembuhkan rekan kalian yang terluka" Ucap Elena melanjutkan.


Mereka semua pun kini mencoba latihannya sesuai perintah dari Elena dengan semangatnya, namun sepertinya salah satu dari pengguna sihir tipe support itu pun bertanya kepada Elena.


"Maav Elena, kau bilang sisanya bertipe support lantas bagaimana untuk pengguna sihir hitam?" Ucap salah seorang itu.


"Sebenarnya pada dasarnya setiap summoner memiliki salah satu dari 3 tipe sihir ini dari dalam energi di tubuhnya kecuali sihir hitam itu sendiri. Ya itu adalah sihir terlarang yang yang dapat di buka dengan sebuah ritual khusus dan sebuah pengorbanan tentunya" Jelas Elena.


Mereka semua pun terdiam mendengar penjelasan dari Elena dan membuat latihannya terhenti seketika.


"Ara..ara..ara aku tak menyuruh kalian untuk berhenti lho, apa kalian haus dan ingin meminum sesuatu dariku?" Ucap Elena sembari mengeluarkan sebuah racun di tangannya.


Semua murid pun bergidik melihat ekpresinya yang seolah seperti guru killer itu dan memutuskan untuk melanjutkan latihannya masing-masing.


***


Gua Floren

__ADS_1


"Tuan Zemus, hamba ingin melapor kepada tuan" Ucap salah satu monster yang berlari terburu-buru menuju di hadapan Zemus.


"Ada apa lagi, sudah ku bilangkan jangan kembali kalau belum ada kabar mengenai pedang itu!" Ucap Zemus terlihat marah.


"Maaf tuan, tapi di perjalanan saya tidak sengaja melihat kaum kita yang sedang mencari di bagian barat telah di bantai habis oleh dua orang summoner" Ucap Monster itu.


"Apa kau bilang? Cih dasar para summoner itu selalu saja mengganggu urusan kita, lantas kenapa kalian cuma diam saja dan hanya menonton?" Ucap Zemus yang terlihat sangat marah dan mulai memukul sebuah batu hingga hancur tak tersisa.


"Me..meraka terlalu kuat Tuan, jika kami ikut membantu maka yang ada malah kami ikut terbantai di sana" Ucap Monster yang melapor itu.


"Dasar tidak berguna!!! Siapkan Zerbeast sekarang juga biar ku habisi summoner itu sendiri, kalian tunggulah kepulangan tuan Argon" Ucap Zemus.


Para monster pun kini mendorong sebuah kandang yang telah di sembunyikan di tempat persembunyian para monster itu dan kini mereka membukanya, bisa di bilang sangatlah besar sekali kandang itu. Setelah berhasil terbuka terlihatlah sebuah makhluk yang sangat besar dengan mulut yang sangat lebar keluar dari sana.


Statistik.


Nama : Zerbeast


Kemampuan : Recycle, Fisik Baja


"Ha..ha aku suka dengan penampilanmu Zerbeast, pandu aku untuk menemui para summoner sialan itu, akan aku beri pelajaran agar mereka tak berbuat ulah lagi" Ucap Zemus.


"Grrrr.. grrrr" Zerbeast pun membalas dengan geraman, tubuhnya kini mengeluarkan sebuah sayap yang mana sebelumnya tidak ada sama sekali.


Dengan bantuan dari Zerbeast yang dapat mencium bau dengan indranya yang super baik dalam melacak seseorang, dia pun membawa Zemus di dalam mulutnya dan di bawanya melesat terbang dengan kecepatan penuh menuju keberadaan Zell dan Raven berada.


***


Sementara itu di tempat Zell dan Raven terlihat mereka sedang menuju ke tempat Evana berada, tak jauh dari situ setelah beberapa melangkah akhirnya mereka telah sampai di tempat Evana berada. Terlihat sepertinya Evana sedang gelisah seolah ada yang mengganggu pikirannya.


"Evana, apakah ada informasi penting yang kau dapatkan disini" Ucap Zell.

__ADS_1


"Iya pak Zell. Sepertinya ada yang mengganggu pikiranku aku harus memastikan sesuatu" Jawab Evana.


Tanpa pikir panjang dia pun langsung menuju ke tempat yang sedang dia curigainya barusan sementara Zell dan Raven pun mengikutinya dari belakang.


"Hey Evana, kita mau kemana? Apa yang sebenarnya mengganggu pikiranmu itu?" Ucap Raven.


Evana pun tak membalas perkataan dari Raven karena dia sedang terburu-buru untuk memastikan sesuatu. Namun perjalanannya harus terhenti ketika sebuah energi besar melesat dari atas dan menyerang mereka bertiga hingga sebuah ledakan terjadi.


...Duarr....


Ledakan itu pun membuat asap yang sangat pekat dan dari balik asap itu terlihat silluet bayangan makhluk besar yang sedang membuka mulutnya dan sosok lain terlihat keluar dari mulut itu.


"Akhirnya ketemu juga ya para manusia sialan" Ucap sosok di balik kerumunan asap itu.


Asap pun lambat laun menghilang dan sosok di balik itu pun tak lain adalah Zemus yang ingin segera menghabisi mereka bertiga.


"Ze.. zemus apa yang kau lakukan disini, kukira kau sudah mati karena perang 10 tahun yang lalu" Tanya Zell dengan wajah terkejut.


"Siapa dia pak Zell?" Tanya Evana.


"Dia adalah pemimpin dari para monster setelah Argon di kalahkan" Jawab Zell.


"Lantang sekali mengira tuan Argon sudah kalah!!! Beliau telah bangkit dari istirahatnya dasar" Ucap Zemus.


"Apa kau bilang???" Ucap Zell.


"Jadi benar ucapan dari monster itu kalau Argon masih hidup, gawat ini sangat gawat" Kata Zell dalam hati.


"Berani-beraninya kalian mengganggu misi kami, aku tak akan tinggal diam akan ku habisi kalian semua di sini" Ucap Zemus sembari bersiap-siap untuk menghajar mereka.


"Tetaplah di belakangku, dia berbahaya" Perintah Zell.

__ADS_1


Zemus pun bersiap melayangkan pukulannya yang telah di lapisi dengan sihir penguat dan dengan kecepatan penuh dia langsung melesat berada di hadapan Zell, Belum sempat menghalau serangannya dia langsung memukul Zell dengan keras sekali sampai-sampai Zell terpental jauh hingga terhenti setelah tubuhnya menubruk bebatuan besar yang ada di sana.


Zell pun terlihat tersungkur dengan tubuh yang penuh darah, tanpa pikir panjang Evana langsung menghampirinya dan kini mulai menyembuhkan luka-luka yang di hasilkan dari serangan Zemus dengan sihir miliknya itu. Sementara Raven mencoba menghalang Zemus selagi Evana menyembuhkan luka dari Zell.


__ADS_2