THE SUMMONER

THE SUMMONER
Ch. 30 - Musuh Dibalik Bayangan


__ADS_3

Malam ini suasananya begitu tenang untuk semua orang beristirahat. Di hutan yang sangat luas pembatas teritori kaum monster dengan manusia itu terdengar suara tepak kaki yang sedang melewati pepohonan tinggi dengan sangat cepat, sosoknya tidak begitu terlihat lantaran hutan itu sangatlah gelap dan lebat, orang-orang biasa menyebutnya dengan hutan kematian.


Setelah tiba di penghujung hutan, suara tapak kaki yang tadi terdengar, kini mulai keluar dari hutan kematian itu dan ternyata dua orang berjubah itulah yang terlihat. Mereka kini melanjutkan perjalanan untuk menjalankan misi dari Argon barusan untuk mencari summoner yang tidak lain adalah Aaron.


Langkah mereka pun terhenti setelah sebuah lautan yang cukup luas terpapar dihadapan mereka, namun perjalanannya tidak berhenti sampai situ saja dengan sedikit kekuatan dari Argon yang mereka terima, dengan mudahnya lautan itu dilewati dan kembali mereka berdua melaju dengan sangat cepat untuk sampai didaratan tempat pemukiman orang-orang berada. Belum sempat memijakkan kaki sebuah barrier yang sangat kuat terlihat terpasang ditempat itu.


Namun lagi-lagi dengan mudah mereka memasukinya tanpa peelu menghancurkan barrier tersebut. Tanpa basa-basi lagi mereka berdua langsung memijakkan langkah menuju kepemukiman yang ada didekat sana.


..Tap.. Tap.. Tap..


Suasana yang sepi akibat tengah malam membuat langkah mereka begitu jelas terdengar, mereka terus melangkah hingga berhenti setelah melihat kakek paruh baya yang sedang berada diluar rumah untuk menata sebuah kayu bakar itu, sontak mereka langsung menghampirinya.


"Pak tua! Apakah anda mengenal summoner yang bernama Aaron?" Tanya pemuda berjubah itu kepada kakek paruh baya yang ada di depannya.

__ADS_1


"Uhuk.. uhuk.. Apa yang dilakukan pemuda seperti kalian ditengah malam seperti ini" Jawabnya.


"Jangan banyak bicara dan jawab saja pertanyaanku, dasar!" Kesalnya, pemuda itu kini mengangkat kerah baju dari kakek itu hingga tubuhnya terangkat keatas.


"Uhuk.. Uhuk.. Aa..anak muda to.. tolong lepaskan sa.. say..ya!" Ucap kakek itu dengan kesusahan.


"Cepat jawab dan.. "


"HENTIKAN, LEPASKAN DIA SEKARANG JUGA!!! " Ucap seorang pemuda yang melihat semuanya dari kejauhan.


"Lakukan dengan rapi"


Pemuda itu pun berlari dengan cepat dan bersiap untuk memukul salah satu dari pemuda berjubah itu, namun serangannya mudah untuk dihindari dan dengan cepat tangannya pun ditarik kebelakang punggung agar menghentikan pergerakannya.

__ADS_1


Ternyata wajah dari pemuda yang berusaha menolong itu adalah Dandelion, ya pemukiman itu adalah desa tempat tinggalnya. Tidak mau dikalahkan dengan mudah, Dandelion pun mencoba melepaskan kunciannya dengan mengeluarkan sihirnya dan membentuk pedang batu yang siap menancapkan tubuh musuh yang ada didepannya itu. Sontak dengan reflek yang bagus dia dapat menghindarinya, namun berkat itu Dandelion dapat lepas dari cengkramannya.


"Wah sepertinya ada summoner disini? Pas sekali, apakah kau kenal dengan summoner yang bernama Aaron? Jika kenal aku akan melepaskan kakek ini."


"Jangan becanda, aku akan mengalahkan kalian! Rasakan" Dandelion pun menebaskan pedangnya ke tanah dan bersamaan dengan itu sebuah duri-duri tajam dari batu itu keluar dan melaju dengan cepat menuju musuh yang sedang memegang kakek tua itu. Sontak ia pun bergegas melepaskan kakek tua itu dan menghindari serangan Dandelion.


"Terimakasih, Dandelion" Ucap sang kakek.


"Cepat pergi dari sini kakek" Kakek itu pun mencoba pergi, akan tetapi sepertinya pemuda berjubah itu tidak tinggal diam dan mencoba berlari untuk menangkap kakek itu, namun usahanya dapat di hentikan oleh Dandelion dan kakek itu pun berhasil pergi menjauh.


"Dasar keras kepala, kakak! Ijinkan aku menghajar orang ini" Ucap salah satu dari pemuda berjubah itu. Sebuah jawaban anggukan pun dilayangkan dari rekannya itu. Dengan persetujuan itu dengan cepat dia melaju menyerang Dandelion yang sudah memasang posisi bertahan itu, bersamaan dengan itu tiba-tiba sebuah asap keluar, Dandelion pun lengah, sebuah asap yang entah keluar darimana itu tiba-tiba membentuk sebuah tangan dan berhasil mencekik leher Dandelion hingga tubuhnya melayang di udara.


"Ternyata cuma summoner amatiran yang kulawan, memuakkan" Ucap musuh berjubah itu. Dia pun mengencangkan cekikan itu hingga Dandelion kesusahan untuk bernafas, saat kesadaran Dandelion mulai pudar, musuh berjubah yang lainnya mengambil kesempatan itu dan mulai membaca pikirannya. Sebuah informasi mengenai Aaron pun ia dapatkan dan langsung saja tubuh Dandelion yang tercekik itu dilemparkannya karena sudah tidak berguna.

__ADS_1


"Kau beruntung amatiran, tujuan kami lebih penting daripada menghabisimu disini" Mereka berdua pun kini meninggalkan Dandelion yang tersungkur itu.


"Uhuk.. Uhuk.. Sial... Aaron.. " Dandelion pun kehilangan kesadarannya hingga pingsan seketika.


__ADS_2