THE SUMMONER

THE SUMMONER
Ch. 10 - Legion


__ADS_3

"Huh kau itu selalu saja membuatku kesal! Aku sejenak ragu kalau kau itu yang bakal mengakhiri peperangan ini!" Ucap Zero dengan penuh keraguan saat melihat Aaron seperti itu.


"Apa maksudmu dengan 'mengakhiri pertarungan ini' Zero" Tanya Aaron yang masih penasaran dengan ucapan Zero.


"Yah itu tak penting untuk di bahas! Hey sebelum kau kembali kedunia mu, mau lihat-lihat sebentar di alam legion ini?" Ajak Zero, dia terlihat jadi baik.


"Oh jadi alam ini disebut Legion? ..Hey jangan mengalihkan pembicaraanku, apa maksud dari perkataanmu tadi?" Ucap Aaron.


"Naiklah ke punggungku sembari aku menjelaskannya" Ucap Zero yang tak mau membuang-buang waktu.


Aaron pun menurut dan mulai menaiki Zero. Seketika itu Zero langsung terbang dan membawa Aaron pergi dari teritorinya.


Setelah terbang beberapa jauh, Tempat yang tadinya gelap dan penuh dengan lautan api itu kini berubah menjadi indah penuh dengan pegunungan dan air terjun yang sangat segar.


Terlihat juga banyak sekali makhluk-makhluk yang menghuni tempat itu.


"Zero, kenapa tempatnya berubah seketika, dan apakah makhluk-makhluk itu adalah Guardian Force juga sama sepertimu?" Tanya Aaron sembari melihat lihat pemandangan yang ada di bawahnya itu.


"Yah mereka adalah makhluk pelindung dan Tempat pertemuan kita tadi adalah teritori ku, bisa di bilang hanya sebagian kecil saja Guardian Force yang bisa membuat teritorinya sendiri dengan sihirnya." Jawab Zero.


"Wah kau hebat Zero, bisa menciptakan duniwmu sendiri" Puji Aaron.


"Ha.ha.ha aku memang hebat di antara yang terhebat" Ucap Zero dengan sombong.


"Lantas apa maksud dari ucapanmu tentang 'mengakhiri peperangan' itu Zero?" Tanya Aaron.


"Sebenarnya dulu sekali aku pernah bertemu dengan seorang summoner yang mana Guardian Force nya adalah Neiva, kakakku. Dia menceritakan kepadaku bahwa kelak ada seseorang yang akan menjadi patnerku dan dia pula yang akan mengakhiri peperangan antara Guardian Force dan kaum monster." Jawab Zero sembari mengepqkkan sayapnya.


"Jadi kau berfikir bahwa akulah orang itu? Zero" Ucap Aaron.


"Yeah, karena dari setiap manusia yang pernah ku temui, menurutku kau lah yang paling spesial di antaranya dan berhasil menahan serangan fatal ku." Ucap Zero.

__ADS_1


"Entahlah Zero, apa aku pantas untuk itu, aku juga tidak tau kenapa aku tadi bisa selamat dari seranganmu."


"Yah lambat laun kau pasti tau, ngomong-ngomong kita sudah sampai" Ucap Zero sambil mendarat di pegunungan kecil yang di kelilingi dengan pegunungan tinggi di sekitarnya.


***


Tempat Pedang Ragnarok Tersegel.


Terlihat di tengah-tengah pegunungan kecil itu tertancap sebuah pedang yang menyala berwarna merah darah disana.


"Turunlah, kita sudah sampai" Ucap Zero yang sudah berhasil mendarat.


"Kau jauh-jauh mengajakku hanya untuk kesini saja?" Ucap Aaron kini melihat disekeliling.


"Diamlah, lihat disana ada pedang bernama Ragnarok, pedang itu memiliki sejarah yang sangat kelam" Jawab Zero sembari mengingat kembali masalalu dari pedang itu. Zero pun melanjutkan perkataannya dengan raut wajah yang sedikit sedih.


"Dahulu kala di alam legion ini terjadi pembantaian yang sangat sadis oleh raja Argon beserta pengikut-pengikutnya. Dia berhasil membantai sebagian besar dari Guardian Force dan ingin menguasai tempat ini, sampai kakakku berhasil mengalahkannya dan menyegel sebagian besar dari kekuatan Argon di pedang itu. Tapi patner kakakku harus kehilangan sebagian sisa umurnya di karenakan kutukan dari Argon."


"Yah tak lama dari peristiwa itu, di dunia manusia juga terjadi kembali pertarungan dan lagi-lagi kaum monster membantai para manusia dan dengan sisa umur yang tinggal sedikit itu kakakku beserta patnernya kembali dapat menyudahi pertarungan itu, tapi sayangnya mereka harus menghembuskan nafasnya yang terakhir akibat dari kutukan Argon." Ucap Zero.


"Jadi di buku itu benar dan summoner yang di maksud adalah patner dari kakakmu" Ucap Aaron yang masih tidak percaya


"Yah, dia adalah summoner pertama yang membuat segel kontrak dengan makhluk pelindung. Dan Karena insiden itu, Guardian Force dan manusia memiliki musuh yang sama dan kini mereka saling bekerja sama untuk mengakhiri pertarungan ini." Ucap Zero.


"Pantas saja sekarang banyak manusia yang menjadi summoner" Ucap Aaron, sepintas dia mengingat nasib dari teman-temannya.


"Bicara tentang manusia apakah kalian baik-baik saja? apakah kalian juga sudah berhasil membuat segel kontrak? Aku harap kalian baik-baik saja disana" Ucap Aaron dalam hati.


***


Ditempat Dandelion berada.

__ADS_1


Sementara itu di lain tempat terlihat Dandelion sedang berjalan di sebuah tempat yang sangat asing sekali baginya.


"Jadi inilah alam sang makhluk pelindung itu? Cerah serah sekali di sini, udaranya pun juga segar cocok sekali untuk memejamkan mata sebentar" Ucap Dandelion sambil bersender disebuah pohon besar di dekat sana.


Tak lama memejamkan mata, langit yang tadinya cerah itu kini berubah menjadi gelap beserta gemuruh awan yang terdengar membuat Dandelion membuka matanya.


"Sepertinya akan segera turun hujan, tidak bisakah aku istirahat sejenak hey hujan!" Teriak Dandelion dengan kencang.


Gemuruh awan itu kini semakin keras di iringi dengan sambaran petir seolah tak terima dengan perkataan dari Dandelion barusan.


"Gawat" Ucapnya dalam hati.


"Maaf aku hanya bercanda soal yang tadi" Ucap Dandelion sembari memohon ampun.


Tiba-tiba awan itu menjadi sangat pekat dan sedikit demi sedikit terbuka lebar, muncul makhluk besar di antara awan itu. Makhluk itu terbang dilangit dengan sayap-sayap yang berbulu, wujudnya mirip seperti rajawali namun memiliki empat kaki dengan cakar yang sangat kokoh.


"Siapa yang berani mengganggu tidur siang Xandria ini!!!" Ucap makhluk besar itu yang kini mulai menghampiri Dandelion.


Statistik.


Nama : Xandria


Kemampuan : Spesialis Angin


Status : Guardian Force


Wujud : Rajawali Bertubuh Angin


"Anu maaf Tuan, sepertinya anda juga telah mengganggu tidur siangku" Ucap Dandelion.


"Dasar manusia kurang ajar! Akan ku bunuh kau" Ucap Xandria.

__ADS_1


"TIDAAK, KENAPA HARI INI AKU SIAL SEKALI!!" Teriak Dandelion.


__ADS_2