THE SUMMONER

THE SUMMONER
Ch. 23 - Rencana Yang Sempurna (Bagian 3)


__ADS_3

"Aku kira siapa ternyata hanya orang aneh yang sedang mengganggu kesibukanku saja" Ucap Richard sembari mencoba menutup kembali pintu itu. Namun belum sempat tertutup pintu itu tangan Argon menahannya sembari menunjukkan kitab sihir yang dia bawanya kepada Richard.


"Apakah anda adalah penulis dari kitab ini? " Tanya Argon dengan tegas, dia sangat tidak suka untuk berbasa basi. Melihat buku dari karyanya itu ada ditangannya, Richard pun langsung terkejut dan menjawab perkataan Argon.


"Yeah, lantas kenapa itu ada ditanganmu bukankah kitab itu ada diperpustakaan Evolved dan semua buku yang ada disana tidak boleh dipinjam apalagi dibawa? " Richard sangat curiga terhadap sosok dihadapannya itu sontak langsung saja ia rebut buku itu dengan cepat.


"Hey tenanglah dulu! Aku kemari karena ingin mengembalikan itu kepadamu, aku tak sengaja menemukannya tergeletak dijalanan" Ucap Argon. Tak ingin Richard curiga, dia menyelipkan kata-kata yang membuat Richard percaya kepadanya.


"Daripada itu dibagian akhir dari halaman buku itu terlihat ada yang sengaja menyobeknya! Aku yakin pasti dihalaman itu terdapat sesuatu yang penting, bisa saja orang yang menyobek halaman itu ingin berniat buruk" Ucap Argon, Richard pun sontak membuka halaman terakhir dari buku sihir itu dan benar saja ada halaman yang telah hilang disana.


"Sial bisa-bisanya penjaga perpustakaan itu ceroboh dan menimbulkan hal ini " Ucap Richard sembari khawatir akan terjadi hal yang tak diinginkan.


"Ngomong-ngomong Tuan, sebenarnya apa isi dari halaman yang hilang itu sampai-sampai seseorang mau merobek dan mengambilnya? " Tanya Argon dengan rencananya yang licik itu.


"Sebenarnya itu mengandung ramalan akan adanya seorang summoner yang akan mengakhiri pertarungan ini" Jawabnya dengan ringkas dan berharap Argon cepat pergi dari situ.


"Bagaimana Tuan bisa tahu soal itu?" Tanya Argon kembali.


"Dulu waktu aku masih kecil, Kakekku adalah seorang Summoner pertama yang hebat, tak hanya itu dia juga dikenal pandai meramal sesuatu dan anehnya ramalannya selalu tepat, sebelum beliau menghembuskan nafas terakhirnya dipeperangan dia berpesan kepadaku untuk menulis ramalan-ramalannya yang diceritakannya kepadaku dalam sebuah buku" Tanpa sadar Richard sepertinya terlalu terbawa suasana untuk menjelaskannya.


"Sepertinya aku terlalu banyak bicara, apakah ada urusan lain? Aku harus kembali menulis lagi" Ucap Richard yang kini mulai beranjak membelakangi Argon.

__ADS_1


"Tidak Tuan, kalau begitu saya pamit dulu" Ucap Argon yang kini mulai beranjak pergi meninggalkannya. Dia pun kini keluar dari kota Soul Heaven itu sembari menjalankan rencana berikutnya.


"Jadi akan ada seorang summoner yang akan mengakhiri kami para monster ya? Khu.. khu.. khu menarik sekali" Ucap Argon, kini tujuan selanjutnya tak lain dan tak bukan adalah sekolahan para summoner.


***


High School Dream In Summoner.


Hari pun sudah menjelang sore dan aktifitas di halaman sekolah itu masih saja dipenuhi dengan murid yang sedang berlatih dengan semangatnya.


"Kerja bagus kalian semua, sepertinya kalian sudah berlatih dengan baik hari ini" Zell pun menyerukan suaranya hingga semua yang ada disana teralihkan oleh ucapan Zell.


"Lho kalian mau kemana? Kenapa tidak beres-beres untuk pulang? " Ucap Xena sembari memandangi mereka bertiga.


"Ah iya, kami dipanggil oleh Elena untuk menuju keruangannya" Jawab Aaron dengan menggaruk rambutnya yang tidak gatal itu.


"Hmm ada apa ya sampai memanggil keruangannya? Ah palingan mereka membuat ulah lagi dan mendapat hukuman" Pikir Xena dalam hati, dia pun beranjak pulang dan berkata kepada mereka bertiga. "Kalau begitu kami pulang dulu, selamat menerima hukuman ya, hihihi" Ucapnya sembari melangkah pergi bersama Firion.


Diruangan Elena.


Terlihat diruangan elena sudah ada Zell, Raven, Evana, Elena serta ketiga murid itu yang kini mulai mengintrogasi mereka.

__ADS_1


"Baiklah pertama-tama kalian berdua? Coba ceritakan kembali maksud dari ucapan kalian tadi tentang Argon? " Tanya Elena.


"Hm jadi waktu itu.. " Belum sempat menjelaskan, ucapan Dandelion dipotong oleh Aaron. "Biar aku saja yang menjelaskan! Jadi waktu itu kami tak sengaja bertemu dengan sosok yang mengaku bernama Argon itu dialam legion, dia berkata bahwa akan kembali lagi dengan membawa sebuah peperangan" Kata Aaron dengan serius.


"Sial, jadi benar dia telah bangkit kembali! Ini gawat! Kalian harus berhati-hati dengannya! Dia tidak berada dilevel kita, dia sangatlah kuat" Kata Zell menyahut perkataan Aaron, melihat mukanya sepertinya dia sangat ketakutan.


"Eh baiklah" Tak mau mereka ketakutan, Elena pun melanjutkan pembicaraan kembali.


"Baiklah kalau begitu kau gadis yang ada disana? Aku ingin bertanya kepadamu, aku lihat saat latihan tadi sepertinya kau bukanlah seorang summoner pemula! Sebenarnya siapa kau itu? " Kata Elena yang masih penasaran dengan gadis dihadapannya itu.


"Eh soal itu.. " Riona pun terlihat ragu untuk menjawab perkataannya, namun dengan menghela nafas panjang dia mulai memberitahu kebenaran dari dirinya.


"Saya Riona, saya adalah mantan dari anggota Huntermonster" Ucap Riona.


"Apa kamu bilang! Kau salah satu dari Huntermonster yang melegenda itu? Lantas kenapa kau ada disini" Tanya Zell dengan penuh kecurigaan.


"Soal itu, aku tak sengaja bertemu dengan Aaron dan tinggal bersamanya untuk sementara waktu karena desa saya sudah dijajah oleh para monster, saya sangat menyesal karena datang dengan sangat terlambat dan tidak mengetahuinya saat itu" Ucapnya dengan polos dan terlihat sedikit sedih.


"Apakah itu benar Aaron! " Kata Zell dengan sedikit kesal karena tidak menceritakannya kepada dirinya.


"Ah aku bisa jelaskan"

__ADS_1


__ADS_2