THE SUMMONER

THE SUMMONER
Ch. 7 - Segel Kontrak


__ADS_3

Sosok yang mendekati Aaron dibalik silluet itu kini menampakkan dirinya, wujudnya seekor naga yang gagah perkasa, kulitnya yang berwarna merah kehitaman itu begitu keras sekali, juga sayap yang terbentang luas itu dan cakar ditangannya bagaikan sebuah pedang yang dapat menebas apapun di hadapannya.


Auranya begitu menakutkan saat dia memandangi Aaron, dan tanpa pikir panjang dia membuka mulutnya dengan lebar dan mulai mengumpulkan sebuah energi di dalamnya.


Statistik.


Nama : ????


Kemampuan : ????


Status : Guardian Force


Wujud : Seekor Naga


Energinya terpancar begitu kuat hingga seketika merubah temperatur udara yang ada disana. Aaron yang terkejut melihat pancaran energi itu pun sesegera mungkin mencoba untuk menyelamatkan diri dari tempat tersebut.


"Dia sudah gila! Aku harus segera menyelamatkan diri dari sini. Aku bisa mati kalau terkena serangan itu" Hhah...hah..hah terlihat Aaron mulai berlari dari tempat itu.


"Siapapun tolong aku" Teriak Aaron sambil berlari dengan nafas yang terengah-engah.


Namun dalam hitungan detik saja, energi yang di kumpulkan itu di semburkannya ke arah Aaron berlari. Belum sempat menyelamatkan diri, Semburan itu kelihatannya tepat mengenai tubuh Aaron yang sedang berlarian itu.


... Bummm...Duarrrr...Duarrrr...


Ledakan yang dasyat pun terjadi, dan seketika tempat itu menjadi sebuah lautan api yang sangat panas.


***


Di Tempat Firion.


Sementara itu di tempat lain terlihat Firion sedang tergeletak di suatu wilayah yang sangat asing baginya. Perlahan matanya pun mulai terbuka, dan apa yang dia lihat di sekelilingnya adalah pegunungan-pegunungan tinggi yang menakjubkan dan menyejukkan sekali.


"Ini kah tempat tinggal Guardian Force yang tertera di segel tandaku ini?" Ucapnya sambil bangkit dan mulai melihat-lihat suasana di sekitaran.


....Grrrrrr...grrrrrh....gggrrh.....

__ADS_1


Namun dia sadar ada yang mengintainya saat dirinya mendengar suara geraman keras di balik pohon besar itu. Firion dengan sigap memfokuskan pandangannya menuju suara geraman itu.


"Hei anak muda? Apa gerangan kau datang kemari? Apa kau ingin menjadikanku budak?"


Suara itu sepertinya sangat marah dengan kedatangan Firion. Dia pun kemudian menampakkan sosoknya di hadapan Firion.


Statiatik.


Nama : ????


Kemampuan : ????


Status : Guardian Force


Wujud : Macan Putih Perkasa


Kali ini sesosok macan putih dengan tubuh yang dipenuhi besi mirip baju zirah keluar dari balik pohon itu. Dengan tatapan tajam, dia melihat Firion seolah ingin segera memangsanya.


"Jadi ini yang di namakan Guardian Force itu? Tidak bisa di percaya besarnya 5 kali lipat melebihi besar dari macan pada umumnya" Ucap Firion terkejut namun masih mencoba untuk tenang dan siap siaga.


"Baiklah Tuan macan, tujuanku kemari karena aku ingin menjadikanmu patnerku, Guardian Force ku" Jawab Firion dengan tegas.


"Dasar lancang sekali kau memanggilku dengan sebutan itu? Aku juga punya nama sama seperti kalian tahu" Makhluk itu terlihat marah.


"Lantas siapa nama anda?" Tanya Firion.


"Panggil saja Tigrel! Jadi kau ingin menjadikanku Guardian Force mu?" Aku bisa saja mengabulkannya, Tapi aku ingin mengetes nya terlebih dahulu" Ucap Tigrel.


"Mengetes soal ap..." Slash.... terlihat tubuh Firion menghindar seolah ada sesuatu yang menyerangnya dan seketika lehernya tergores dan berdarah.


"Sial kalau saja aku lengah, leherku bisa terpotong, dia sejak kapan melayangkan serangan itu, benar-benar tidak kelihatan sama sekali" Ucap Firion dalam hati.


"Ho..ho..ho kau sepertinya menyadarinya ya, boleh juga" Ucap Tigrel sedikit mengaguminya.


"Hei anak muda, siapa namamu?"

__ADS_1


Tanya Tigrel kembali.


"Panggil saja Firion" Jawab Firion sambil mengusap darah yang ada dilehernya itu.


"Baiklah sekarang giliranmu! Aku ingin kau menyerangku sekuat tenaga" Perintah Tigrel.


"Kau akan menyesalinya, Tigrel"


Terlihat Firion pun mengeluarkan bola energi di tangannya. Dan ia segera melemparkannya ke arah makhluk itu. Akan tetapi ternyata bola energi itu berubah menjadi angin yang sangat tajam dan cepat.


Dan seketika wajah dari Tigrel pun tergores yang menimbulkan darah mengalir di wajahnya.


"Sekarang kita impas" Ucap Firion dengan melayangkan sebuah senyuman. Sepertinya Firion juga tak menyadarinya mengapa energinya itu berubah. Namun dia memilih untuk tidak mempedulikannya dan tetap fokus pada kondisinya sekarang.


"Baru kali ini kulitku tergores oleh manusia, Kemarilah Firion kita akan segera membuat segel kontrak" Ucap Tigrel yang sepertinya mulai menerima Firion sebagai patnernya.


"Yeah baiklah kalau begitu" Firion pun menghampirinya dan mereka berdua pun akan segera melakukan segel kontrak.


***


Kembali ke tempat Aaron berada. Kini Api itu perlahan mereda dan terlihat tubuh Aaron yang telah tergeletak di atas tanah.


"Hah jadi hanya begini saja ya, Dia tak ada bedanya dengan seseorang yang dulu pernah mencoba menaklukkan ku" Ucap Naga itu.


Efek dari ledakan itu kini telah hilang sepenuhnya dan disana terlihat Aaron yang tergeletak diantara api-api itu.


"Tunggu sebentar, Cahaya apa itu di sana? Kenapa cahaya itu menyelimuti anak ini?" Kata naga itu dengan heran. Aaron pun terlihat mulai bangkit dari tempat itu.


"Ugh barusan itu sakit sekali, Ehh.. iya apa aku sudah mati? Apakah ini di akhirat? Sial padahal masih banyak hal yang belum ku selesaikan di dunia ini. Semua ini gara-gara si naga jelek itu" Gumam Aaron sendirian.


"Hey.. hey.. bocah kecil beraninya kau menyebutku jelek!" Gertak si naga itu yang mendengar gumaman Aaron dengan jelas.


"Waaah, Kau kenapa ada di sini? Apakah kau tak bosan menghantuiku terus? Jangan-jangan kau dewa kematian di sini ya" Ucap Aaron yang kaget melihat naga itu.


"Huuuh bikin kesal saja kau bocah kecil, kau itu masih hidup dan ini masih di tempat kita bertemu tadi, dan apa juga untungnya aku menghantuimu terus bocah. Jangan Ge.er kau" Sekali lagi Naga itu di bikin kesal oleh Aaron.

__ADS_1


Dengan ekpresi kaget, Aaron pun berteriak "Hhhhhhhhaaahh yang benar saja"


__ADS_2