
"Sudah... Cukup Aaron." Dengan lirih Riona yang perlahan mulai tersadar itu mencoba menghentikan Aaron yang sedang tidak terkontrol. Namun bukannya berhenti, Aaron justru mengalihkan pandangannya kepada Riona dan berniat ingin berbalik menyerangnya. Mengetahui hal tersebut Erlos tidak tinggal diam, dia menggunakan sihir terlarang miliknya dan berniat meledakkan tempat itu bersamaan dengan dirinya.
Tubuh Erlos mulai memancarkan cahaya yang sangat silau dipenuhi energi yang begitu besar dan siap keluar dari tubuhnya tersebut, dengan cepat Aaron yang tadinya ingin menghampiri Riona kini tiba-tiba menghilang dan berpindah ke belakang Erlos dan memukul tepat di wajahnya sehingga tubuh yang tidak mampu menahan pukulan itu terpental jauh hingga sihir yang ingin Erlos layangkan pun seolah gagal tidak jadi meledak.
"Bahkan sihir pamungkasku pun tidak mampu menghentikanmu? Sebenarnya siapa kau sebenarnya?" Erlos pun bangkit dan mengusap darah yang keluar akibat terkena pukulan Aaron barusan. Namun bukannya menjawab, Aaron pun berjalan menghampiri Erlos dengan tatapan kosong serta kembali mengeluarkan api hitam di sekujur tangan yang ia kepal.
"Sial.. Dia benar-benar monster.. Aku harus berbuat sesuatu." Terlihat Erlos mulai kebingungan dengan nasib dirinya itu hingga teriakan Riona pun menyelamatkan nyawanya.
"Aaron kumohon cukup.. Aku tidak apa-apa, sekarang ayo kita pulang." Teriak Riona dari belakang, tubuhnya yang lemas itu mencoba untuk berdiri dan menghampirinya. Aaron yang mendengarnya lagi-lagi mengalihkan langkahnya, kini ia juga berjalan menuju arah Riona dengan tatapan kosong.
Saat keduannya sudah saling berhadapan, Aaron pun bersiap melayangkan pukulannya menuju arah Riona, akan tetapi Riona mendekap tubuh Aaron dan mulai memeluknya dengan erat sembari menahan rasa panas yang di hasilkan dari api hitam itu.
__ADS_1
"Aaron, aku tidak ingin kamu seperti ini, kumohon sudahi semua ini! Aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa." Ucap Riona dengan meneteskan air matanya. Berkat usaha dari Riona itu kesadaran Aaron mulai kembali dan api hitam yang ada di tangannya perlahan menghilang tidak tersisa. Menyadari hal tersebut Riona pun mengencangkan pelukannya karena sangat bahagia atas kembalinya Aaron.
"Terima kasih.. Riona" Ucap Aaron dengan lirih, kini ia juga membalas pelukan Riona, dengan tubuh yang lemas karena terlalu menguras banyak energi itu akhirnya ia pun pingsan di pelukannya. Tak mau tinggal diam, Erlos langsung menghampiri Erlisa dan mencoba membangunkannya untuk membawanya pergi dari tempat itu juga. Riona pun tak mempedulikan mereka dan mulai menyembuhkan luka-luka dari tubuh Aaron sambil menunggunya tersadar.
....
Gua Floren
"Khu.. Khu.. Khu.. Lihat siapa yang datang dengan misi yang gagal ini." Kata Argon mencoba menebak kondisi mereka. Mendengar ucapan tuannya, Erlos pun memohon ampun atas kegagalan dari misi itu dan mencoba menjelaskan situasi yang terjadi saat itu.Bukannya Marah, Argon justru mengasihani mereka, dengan sihir tingkat tinggi miliknya dengan cepat luka mereka pulih dan kini mereka pun langsung berlutut di hadapan Argon.
"Terimakasih tuan, dan sekali lagi maafkan kami yang telah gagal menjalankan misi pertama ini." Kata Erlos mewakili Erlisa.
__ADS_1
"Khu.. Khu.. Khu.. Daripada itu, apakah kalian mau mengurus bocah itu sekali lagi?" Ucap Argon sembari menyeringai di hadapan mereka. Mendengar ucapan itu, mereka pun dengan sukarela menerimanya, mereka pun mulai beranjak pergi untuk memburu Aaron kembali, namun belum sempat mereka keluar dari tempat persembunyian kaum monster itu tiba-tiba sebuah energi yang sangat kuat menghantam tubuh mereka hingga ledakan dasyat terjadi, tubuh mereka pun hancur bersamanya.
"Hoam.. Merepotkan saja, dari dulu memang manusia itu sangat menjengkelkan." Kata Argon yang kesal dan berjalan kembali menuju singgasananya.
...
"Aaron.. Hey sudah sadar?" Mata yang terpejam itu perlahan terbuka, lagi-lagi Aaron harus menghadapi kondisi dimana wajah Riona yang terlalu dekat dengannya itu membuat Aaron terkejut lantas dengan reflek ia langsung terbangun.
"Ah.. Apa yang sebenarnya terjadi? Hey dimana kedua orang itu!!" Ucap Aaron sembari melihat-lihat di sekitaran tempat itu.
"Sudah ron ceritanya panjang, daripada itu ayo kita pulang. Aku akan menceritakan semuanya saat kita dirumah nanti." Ucap Riona lembut dengan senyuman. Bersamaan itu juga tubuh Zero perlahan lenyap untuk kembali menuju alamnya.
__ADS_1