
Tak beri ampun sama sekali, Zemus kini akan melayangkan serangannya sekali lagi namun dengan sigap Raven langsung menghalaunya supaya Zemus tidak mendekat ke tempat Zell terpental dan memberi ruang untuk Evana yang sedang menyembuhkan.
"Ho..ho..ho ada yang ingin menjadi pahlawan rupanya" Ejek Zemus.
"Diam kau, lawanmu adalah aku monster sialan" Ucap Raven.
"Huuu menarik, kita lihat saja siapa yang akan tumbang" Ucap Zemus.
"Berhenti Raven! Dia bukanlah tandinganmu dasar bodoh! Uhuk..uhuk" Teriak Zell dari jauh.
"Pak Zell diamlah sebentar, penyembuhan lukanya belum selesai, aku bisa saja memanggil Guardian Force ku tapi sekolahan akan..." Kata Evana.
"Tidak usah, biarkan murid-murid berlatih terlebih dahulu" Jawab Zell.
Raven sadar bahwa muauhnya kali ini sangatlah kuat, dia pun kini terlihat memegang tanda segel di tubuhnya dan bersiap-siap untuk mengeluarkan sang Guardian Force miliknya itu.
"Datanglah, Crowhell !!!" Teriak Raven dengan kencang.
Lingkaran sihir terlihat muncul di bawah kaki Raven dan kini mengelilinginya, lambat laun dari lingkaran sihir itu muncul Crowhell yang tak lain dan tak bukan adalah Guardian Force milik Raven.
Statistik.
Nama** : Crowhell
Kemampuan : ????
Status : Guardian Force
Wujud : Phoenix**
"Ada apa kau memanggilku, Raven!" Ucap Crowhell.
"Maav tapi sepertinya situasi sedang tidak bagus disini" Jawab Raven.
"Ho..ho..ho jadi itu Guardian Forcemu? Sini maju kalian!" Tantang Zemus.
Mendengar tantangan dari makhluk di depannya itu, Crowhell tanpa ragu lagi langsung melayangkan serangannya terhadap terhadap Zemus, namun serangannya terhalau oleh Zerbeast yang sedari tadi berada di belakang Zemus.
...Grrrrrh.. grrrh... grrrhh..
"Lawanmu adalah aku dasar makhluk pelindung" Ucap Zerbeast sembari menahan serangan dari Crowhell.
"Hoo ternyata ada satu lagi makhluk jelek yang mengesalkan" Ucap Crowhell.
"Cih benar juga monster besar itu! Aku dari tadi tak menghiraukannya karena terlalu fokus terhadap monster di depanku, bertahanlah Crowhell.." Ucap Raven dalam hati.
"Hei manusia kalau sedang bertarung jangan melamun seperti itu" Ucap Zemus yang dengan cepatnya melayangkan pukulan keras kepada Raven.
Tak seperti Zell yang terpental jauh, Raven dapat selamat dari pukulannya akibat bantuan dari Evana yang dengan sigap membuatkan barrier untuk Raven sembari masih menyembuhkan luka dari Zell.
"Hmm barrier ini kuat juga, jadi dia yang memasang barrier di setiap pemukiman-pemukiman? Mengesalkan sekali" Ucap Zemus dalam hati.
"Boleh juga, Kalau begitu rasakan seranganku berikutnya"
__ADS_1
Kini Zemus mengepalkan tangan kekarnya lanjut memukulkannya ke tanah hingga menciptakan gempa bumi yang lumayan dasyat. Efek dari pukulannya tersebut membuat tanah yang ada di situ terjadi retakan yang cukup lebar. Tapi bukan itu saja, terlihat dari retakan itu muncul sebuah tangan besar di bawah tanah yang ada di pijakan Raven dan kini siap untuk meremas tubuh Raven.
Raven yang menyadari hal itu tak ingin tinggal diam, dia dengan cepat merapalkan sihir alamnya dan membentuk sebuah pelindung batu yang cukup keras dan mengelilingi tubuhnya,tak hanya itu pelindung itu di buatnya penuh dengan duri-duri tajam di pinggirnya.
Tangan besar itu mencoba meremas tubuh Raven namun sepertinya malah kesakitan akibat duri itu dan sontak melepaskannya.
Melihat kesempatan itu Raven langsung menyerang balik dengan menggelindingkan dirinya menuju arah Zemus.
Zemus pun terkena telak serangan dari Raven, tubuhnya kini tertancap duri-duri tajam yang Raven buat dan wajahnya yang sombong itu kini berubah menjadi menyerngit kesakitan.
Melihat Zemus yang terluka akibat serangan barusan, Zerbeast yang sedari tadi bertarung dengan Crowhell kini langsung menghiraukan lawan tandingnya itu dan langsung memasukkan tubuh Zemus kedalam mulut besarnya dan memakannya. Sontak mereka yang melihatnya seketika terkejut.
Namun ada yang aneh, tak butuh waktu lama dia kini memuntahkan tubuh Zemus dan sepertinya tubuhnya menjadi segar seperti tak terjadi apa-apa pada Zemus.
"Cih sempertinya makhluk itu dapat menyembuhkan luka dengan sangat baik, jika dia masih di sampingnya seranganku bakal sia-sia" Ucap Raven yang masih berada di dalam pelindung batu itu.
"Ha..ha..ha boleh juga seranganmu! Namun semua itu tak ada gunanya, Zerbeast adalah wadah daur ulang yang sangat baik. Sekarang saatnya membalas apa yang telah kau lakukan terhadapku" Kata Zemus kini mengeluarkan kapak andalannya yang berada di punggungnya.
"Bahaya!! Raven cepat menghindar dari sana!! Kapak itu dapat menetralkan sihir" Ucap Zell yang sedari tadi melihat pertarungan mereka.
"Terlambat" Ucap Zemus sambil menyeringai.
Dengan mengayunkan kapaknya, pelindung Raven berhasil di pecahkannya dan kini tangan Zemus yang satunya menangkap leher Raven dan mulai mencekiknya.
"Raven bertahanlah" Ucap Crowhell yang mencoba menyelamatkan patnernya itu.
Namun usahanya di halau oleh Zerbeast, dia tidak memberi celah sama sekali untuk Crowhell menyelamatkan Raven.
"Selamat tinggal summoner sialan" Ucap Zemus yang kini mulai melayangkan kapaknya untuk menebas Raven.
Melihat Zemus yang terluka parah, Zerbeast sontak memakan kembali tubuhnya akan tetapi kali ini mereka mundur dan lari menuju markasnya.
"Dasar, merepotkan saja" Ucap Zell sambil menepuk-nepuk bajunya yang penuh debu itu.
"Kau baik-baik saja Raven?" Ucapnya kembali.
"Yeah Pak, terimakasih sudah menolongku kalau tidak, mungkin aku sudah tidak ada disini sekarang" Jawab Raven.
"Kau juga Crowhell, terimakasih sudah mencoba menolongku tadi, sekarang kembalilah"
"Yeah Patner, sepertinya kau sudah bertambah kuat dibandingkan dulu, namun tetap saja ceroboh" Ucap Crowhell.
"Hehe maav soal itu" Ucap Raven sambil menggaruk rambutnya yang sepertinya tidak gatal itu.
Crowhell pun kini mulai menghilang dan kembali ke alam legion.
"Sepertinya kau butuh Heal dariku, sini biar ku obati" Ucap Evana.
"Eh tidak usah, aku baik-baik saja tau" Ucap Raven dengan malu.
"Heh, jangan mengelak dan diam saja, dasar"
Evana pun memaksa Raven dan akhirnya tubuh Raven di sembuhkannya oleh Evana.
__ADS_1
"Oh iya, tadi kau sepertinya terlihat terburu-buru? Sebenarnya ada apa?" Tanya Zell.
"Sebenarnya aku merasakan sisa-sisa dari energi yang bercucuran akibat dari sebuah peperangan tak jauh dari sini" Jawab Evana.
"Benarkah? Lantas dimana tempat itu berada?"
"Biar ku tunjukkan pak" Jawab Evana.
Setelah selesai menyembuhkan luka dari Raven, kini mereka melanjutkan perjalanannya menuju tempat yang di curigai oleh Evana.
Setelah mereka sampai di tempat tujuan, banyak sekali darah yang bercucuran di tanah. Sontak semua pemandangan itu membuat mereka terkejut.
"Inii... Bukankah persembunyian para kaum siluman?" Ucap Zell.
"Yeah tak salah lagi pak, tapi kenapa tidak ada seseorang sama sekali disini? " Ucap Raven.
"Sepertinya tempat ini habis diserang oleh sesuatu yang sangat kuat, dilihat dari sisa energi ini terlihat sangatlah kuat" Kata Evana.
"Apapun itu ini bukanlah petanda baik, aku memiliki firasat bahwa dia lah yang melakukan ini semua" Ucap Zell.
"Mari kita kembali ke sekolahan dan membahas ini semua serta segera meningkatkan pelatihan untuk para murid, sepertinya kita butuh bantuan kekuatan" Ucap Zell kembali.
"Baik, pak" Ucap Raven dan Evana secara bersamaan.
***********
Di persembunyian para monster terlihat dari langit Zerbeast perlahan mendarat dari sana.
Dia langsung memuntahkan Zemus dan tubuhnya kembali segar namun tangan kirinya tetap saja terpotong.
"Hei Zerbeast kenapa tanganku tidak dapat kembali utuh" Tanya Zemus.
"Aku juga tidak tau, baru kali ini aku tak dapat menumbuhkan sebuah tubuh yang terpotong" Jawab Zerbeast.
"Sial sepertinya pedang itu bukanlah pedang biasa, dasar summoner-summoner sialan aku akan membalaskan dendam ini!!" Ucap Zemus.
"Wah..wah..wah coba lihat siapa yang sedang dalam kondisi yang tidak bagus ini" Ucap Argon yang keluar dari lubang hitamnya itu di ikuti dengan para kaum siluman.
"Tu.. tuan Argon! Hamba menghadap kepada tuan" Ucap Zemus yang kini menghadap kepada tuannya yang barusan datang.
"Ada apa dengan tanganmu itu wahai Zemus?" Tanya Argon.
"Hamba barusan berhadapan dengan summoner tuan, namun sepertinya dia bukan sembarang summoner. Sepertinya dia telah menyegel tanganku sehingga tidak dapat di sembuhkan oleh Zerbeast" Jawab Zemus.
"Khu..khu..khu menarik sekali sepertinya" Ucap Argon.
Argon pun menghampiri Zemus dan kini mulai memegang tangan yang terputus itu, setelah itu dia mulai mengeluarkan sihirnya dan dalam sekejap tumbuh lagi tangan dari Zemus.
"Cih aku kira segel seperti apa! Ternyata cuma segel murahan yang di tanamkan" Ucap Argon dengan sombongnya.
"Terimakasih banyak tuanku, maav kami belum bisa menemukan keberadaan dari pedang ragnarok itu" Ucap Zemus sambil berlutut.
"Khu..khu..khu aku akui pengabdianmu itu sungguh luar biasa, namun dengan kekuatanku yang sekarang aku tak mampu memegang pedang itu dan menyerap kembali kekuatanku yang tersegel, jadi biarkan saja dulu. Aku ingin bersenang-senang sembari memperkuat pasukan" Ucap Argon.
__ADS_1
"Baik Tuan. Tapi siapa mereka yang ada di belakang Tuan Argon itu?" Tanya Zemus.
"Khu..khu..khu perkenalkan mereka adalah sekutu kita para kaum siluman" Ucapnya.