THE SUMMONER

THE SUMMONER
Ch. 22 - Rencana Yang Sempurna (Bagian 2)


__ADS_3

"Baiklah ayo semangat berlatih kawan-kawan!" Ucap Aaron terlihat sangat bersemangat setelah berhasil mengikuti instruksi Elena.


"Yeah tak usah kau suruh, aku akan lebih kuat darimu dan menghajar makhluk jelek yang sombong itu" Ucap Dandelion, Elena yang mendengar pembicaraan mereka berdua itu kini penasaran dan ingin tahu lebih dalam.


"Hey kamu! Siapa makhluk jelek yang ingin kau hajar itu?" Tanya Elena mencoba memastikan sesuatu.


"Yeah aku tidak tahu pasti siapa dia, yang kutahu dia menyebut dirinya Argon" Jawab Dandelion. Mendengar nama Argon membuat wajah Elena terkejut.


"Apa kamu bilang! " Sambil melihat-lihat disekitaran, sepertinya semua murid sedang fokus berlatih dan tidak mendengarkan ucapan dari Dandelion tersebut. Sontak Elena pun mendekati mereka berdua dan menanyakan kembali kebenaran dari ucapanya.


"Kau bilang habis bertemu Argon? Dimana? " Tanya Elena dengan sangat penasaran.


"Em itu tepatnya di alam legion waktu kami sedang melakukan kontrak dengan Guardian Force" Sahut Aaron yang ikut menimbrung pembicaraan mereka.


"Apakah mungkin benar itu adalah dia? Tapi menurut buku sejarah yang kubaca diperpustakaan Evolved, dia adalah raja dari para monster terdahulu yang telah lama mati, firasatku tidak enak" Ucap Elena dalam hati.


"Hey kalian berdua! Setelah ini aku minta kalian keruanganku beserta dengan gadis yang bernama Riona itu, paham" Bisik Elena kepada mereka.


...Angguk... Angguk...


Pandangannya teralihkan setelah melihat dari kejauhan para guru sudah datang dan selesai dari misinya.


"Ah tepat sekali, sepertinya mereka sudah datang" Ucap Elena yang kini berjalan menghampiri para guru di gerbang pintu masuk itu.


"Lho Elena, kenapa terlihat tergesa-gesa? Bagaimana dengan murid-murid" Tanya Zell yang melihat Elena menghampirinya itu.

__ADS_1


"Lapor pak, semua murid sedang berlatih disana, daripada itu ada berita yang mencengangkan pak" Ucap Elena.


"Berita apa itu, kak" Ucap Evana penasaran.


"Tadi baru saja aku mendengar bahwa ada dua murid yang bertemu dengan makhluk bernama Argon saat berada di alam legion" Ucapnya dengan serius, mendengar hal itu Zell langsung merespon ucapannya.


"Yang benar! Lantas siapa murid itu" Ucap Zell berharap murid itu bukanlah Aaron.


"Aku tidak sempat bertanya namanya, tapi mereka sudah aku suruh menuju ruanganku setelah latihan selesai, tapi apakah benar Argon yang dimaksud itu adalah..." Belum sempat menyelesaikan perkataannya, Zell langsung memotong pembicaraan Elena.


"Yeah tidak salah lagi, itu Raja monster terdahulu telah bangkit kembali, kita tidak punya banyak waktu lagi mari kita segera melatih para murid ini" Ucap Zell. Mereka pun langsung buru-buru menuju para murid untuk melatih mereka agar menjadi lebih kuat.


"Apa ini! Kenapa mereka terlihat seperti habis bertarung dengan sesuatu, sebenarnya apa yang terjadi saat mereka pergi? " Ucap Aaron dalam hatinya setelah melihat para guru tiba dan menghampiri mereka dengan baju yang kotor serta bekas luka di leher Raven. Aaron pun memutuskan untuk bertanya setelah dirumah saja.


"Baiklah kalian semua! Kami berempat memutuskan akan melatih kalian semua mulai dari Elena yang akan fokus melatih murid yang memiliki tipe elemental, Raven untuk tipe Alam dan Evana untuk support, sementara aku akan mengamati jikalau ada yang kurang dari latihan kalian, mari kita mulai saja" Kata Zell srmbari para guru yang lain pergi keposisinya masing-masing.


Desa Soul Heaven


"Lho entah kenapa sepertinya ada yang sedang membicarakanku" Ucap Seseorang yang sedang menulis sebuah buku diruang sunyi itu.


Aktifitas yang sangat padat menghias sebuah desa di Soul Heaven ini yang mana notabenenya desa ini dikenal sebagai desa penghasil senjata-senjata yang kuat. Terlihat Argon diwujud manusia itu sedang menyelusuri desa itu untuk mencari seseorang yang bernama Richard itu.


"Permisi Tuan, apakah anda mengenal seseorang yang bernama Richard disini? " Tanya Argon yang sedang menghampiri seorang pandai besi disana.


"Hm Richard! Tidak. Aku tak pernah dengar nama itu disini" Jawabnya.

__ADS_1


"Sayang sekali, sepertinya dia tidak ada disini ya" Ucap Argon.


"Maafkan aku anak muda, coba kau tanya paman yang ada disana itu, mungkin dia tahu karena dia lah mendata setiap ada penduduk yang bersinggah disini" Ucap seorang pandai besi itu yang kini mulai kembali mengasah sebuah pedang.


"Oh begitu, terimakasih atas informasinya" Argon pun langsung beranjak pergi menuju rumah penginapan yang telah di tunjukkan oleh pandai besi barusan. Dia langsung memasukinya dan terlihat ada seseorang yang sedang duduk bersandar memandangi Argon yang sedang masuk itu.


"Hey nak, sedang apa kau! Apakah kau juga ingin menginap? " Ucap paman itu.


"Tidak Tuan, saya disini untuk mencari Richard, apakah Tuan kenal? " Ucap Argon.


"Oh sebentar" Sambil membuka buku tebal yang ada disebelahnya dan mencari data nama yang dimaksud.


"Ada, Richard Fazeo. Dia dilantai dua kamar nomer 10, ada perlu apa mencarinya? " Tanya paman penjaga penginapan itu.


"Ini Tuan, saya hanya ingin mengembalikan buku yang saya pinjam" Kata Argon sembari memperlihatkan buku yang mana sampulnya tertera nama Richard Fazeo itu.


"Oh silahkan lewat sini dan naiklah dilantai dua, ingat nomer 10."


"Terimakasih banyak" Argon pun langsung beranjak naik.


.. Tap.. Tap.. Tap..


Langkahnya menyusuri disetiap kamar pun terhenti setelah melihat pintu ber nomerkan 10, tanpa basa-basi lagi dia langsung mengetuk pintu itu.


.. Tok.. Tok.. Tok..

__ADS_1


Seseorang yang sedang menulis itu terkejut setelah mendengar suara ketukan, dia langsung beranjak dari tempatnya dan kini mencoba membuka pintu itu. Argon yang terus mengetuk itu kini berhenti setelah pintu yang diketuknya perlahan terbuka, dan wajah dari Richard pun terlihat dihadapan Argon.


"Ketemu" Ucap Argon sembari menyeringai.


__ADS_2