
Malam hari pun tiba, saat semua sedang terlelap tidur, entah kenapa ada yang mengganggu pikirannya dan membuat Aaron tidak bisa tidur. Dia pun memutuskan untuk keluar jalan-jalan sebentar untuk menenangkan pikirannya itu.
"Entah kenapa aku terfikir oleh kakak yang baruaan aku tolong? Siapa sebenarnya dia, aku tidak pernah lihat sebelumnya? " Gumamnya sembari terus berjalan dan tanpa disadari dia menuju hutan tempat dia menolong Fablo tadi.
"Eh kenapa aku sampai dihutan ini? Aku harus kembali pulang" Aaron pun beranjak untuk kembali namun tiba-tiba segel tanda yang ada dilehernya itu menyala dan tubuh Aaron rasanya membeku dan seperti tercekik. Saat kejadian itu sedang menimpa Aaron tak lama muncul Fablo yang mulai berjalan menghampirinya, Aaron yang melihat seseorang dihadapannya itu pun berteriak meminta tolong.
"To..long a..ku tu..tubuhku terasa ter..cekik.. " Fablo yang mendengar Aaron sedang kesusahan berbicara itu dimanfaatkannya langsung untuk menjalankan rencana liciknya.
"Wah wah padahal aku sebentar lagi akan menghampirimu, tapi sepertinya kau yang malah datang langsung, khu..khu..khu" Ucap Fablo yang kini ada dihadapan Aaron dan memegangi pundaknya.
"Apa.. mak..sudmu! "
"Sepertinya kau tak menyadarinya saat aku memegang tanda segel itu aku telah mengacaukan aliran dari energimu, tenang saja ini hanya berjalan sementara waktu" Ucapnya sembari menyeringai dihadapan Aaron.
"Si..apa kau se..ben..arnya? " Tanya Aaron, mendengar pertanyaannya barusan Fablo pun lambat laun menampakkan sosoknya yang sebenarnya dan kini tubuhnya kembali menjadi Argon.
__ADS_1
"Kau..kan..? "
"Khu..khu..khu.. Benar sekali, sepertinya ini kali kedua kita bertemu. Anggap saja ini adalah hadiah karena kau bisa melihatku untuk yang kedua kalinya" Ucap Argon yang kini merqpalkan sebuah sihir dan mulai merasuki tubuh Aaron.
"Cih merepotkan saja, terpaksa kugunakan cara murahan ini. Jika saja kekuatanku tidak tersegel dalam pedang itu aku bisa leluasa keluar masuk kedalam alam legion itu, tapi dengan kekuatanku yang sekarang aku perlu sebuah media untuk bisa mengakses alam legion itu tanpa harus menguras sebagian besar dari energiku" Argon yang telah berhasil mengendalikan tubuh Aaron itu kini bergegas membuat portal pintu masuk dialam legion. Tak butuh waktu lama baginya dan kini dia telah berada dialam legion untuk mencari pedang ragnarok itu.
***
Teritori Zero.
"Hei bocah kecil! Sedang apa kau disini? " Tanya Zero yang sepertinya menyadari bahwa ada seseorang yang berpijak diteritorinya.
"Oh kau Zero, aku disini untuk meminta tolong kepadamu" Ucap Argon dengan tubuh Aaron itu.
"Minta tolong! Soal apa" Tanya Zero yang sepertinya tidak menyadari bahwa seseorang yang sedang dihadapannya itu adalah Argon.
__ADS_1
"Barusan dunia manusia diserang oleh sebagian dari para monster, untungnya mereka dapat dihentikan. Dan yang menjadi tujuan mereka adalah pencarian pedang ragnarok itu sendiri" Jawabnya dengan sangat berhati-hati.
"Lantas apa hubungannya kau kemari dan meminta tolong" Tanya Zero.
"Aku yakin makhluk yang bernama Argon itu sudah menyadari tempat dimana pedang ragnarok itu tersegel, oleh karena itu tolong antarkan saya ketempat pedang ragnarok itu dan kami para summoner sepakat untuk menjaganya" Perkataannya yang sangat serius itu membuat Zero ragu.
"Apa kau bisa menjamin pedang itu akan terjaga dengan baik? "
"Tentu saja, karena diantara kami ada summoner yang punya kekuatan barrier yang sangat kuat, selain itu apa kau lupa jika ada aku yang super kuat ini" Ucap Argon yang mencoba menyamakan sifatnya seperti Aaron.
"Hmm.. Mungkin aku bisa percaya bocah kecil, baiklah ayo naiklah" Zero pun bersiap untuk terbang. Setelah Argon naik, dia dibawanya terbang di langit alam legion yang begitu indah, setelah terbang jauh tempat pedang ragnarok terlihat dan Zero segera mendarat disana.
"Kita audah sampai, sebenarnya aku mengiyakan keputusanmu karena aku juga perlu bukti. Pedang itu tidak sembarangan orang bisa mencabutnya, buktikan bahwa dirimu memang orang yang diramalkan" Kata Zero.
"Baiklah Zero, sesuai perkataanmu."
__ADS_1
"Jadi anak ini manusia yang diramalkan itu? Menarik, khu..khu..khu" Ucap Argon dalam hati, dia pun kini turun dari badan Zero dan mulai untuk mencabutnya.